100 Nelayan Busel Menjerit, Gubernur Sultra Diminta Turun Tangan!

Nelayan Busel yang kini nasibnya terlunta-lunta di Maluku

Kepulauan Tanimbar

Sekitar 100 orang Nelayan asal Kabupaten Buton Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara menjerit, meminta Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi segera turun tangan menyelesaikan kendala yang mereka hadapi saat ini. Nelayan yang mayoritas berasal dari dua Kecamatan, Lapandewa dan Batu Atas ini tidak bisa mengais rezeki, mencari telur ikan terbang di perairan Provinsi Maluku.

Sekitar dua minggu sudah mereka terpaksa harus menganggur, tidak bisa mencari nafkah, yang bukan hanya untuk mencukupi kebutuhan hidup diri mereka sendiri, melainkan juga harus mereka kirimkan kepada keluarga mereka di Desa masing-masing. Keuangan dan perbekalan pun semakin menipis, tanpa adanya kejelasan.

Saat ini mereka hanya bisa menunggu respon cepat para pihak terkait, untuk bisa menghadirkan harapan bagi mereka kembali melaut. Mereka berlabuh di sebuah Desa di Kecamatan Tanimbar Selatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Diungkapkan salah seorang Nelayan asal Batu Atas, Alioba, mereka tidak bisa melaut karena tidak mendapat izin dari Pemerintah Provinsi Maluku, disebabkan belum adanya perjanjian antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dan Pemerintah Provinsi Maluku. Dia bersama rekan Nelayan sebelumnya tidak mengetahui adanya peraturan baru tersebut (Perjanjian Antar Provinsi).

“Tolong pak Gubernur bantu kami, supaya bisa melaut lagi bisa mencari disini. Kasian kami tidak ada pemasukan,” kata Nelayan berumur 38 tahu ini, mewakili rasa rekan seperjuangannya menantang ombak.

Alioba berharap ada solusi secepatnya, agar mereka bisa melaut, dan memenuhi kebutuhan hidup bersama keluarga.

Sementara itu, rekanan Nelayan (Pemodal Perorangan) Rahmat Hidayat mengatakan, seharusnya Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara lebih peka terhadap nasib warganya, sebab mayoritas Nelayan ini adalah berasal dari Bumi Anoa. Ia sendiri sudah cukup lama menjalin kerjasama dengan para Nelayan pencari telur ikan terbang.

“Saya membantu permodalan nelayan disini. Prihatin lihat kondisi mereka yang tidak bisa melaut,” ucapnya, dikonfirmasi, Kamis (28/4/22).

Kata Rahmat Hidayat, informasi yang didapatkannya dari pihak Dinas Perikanan Provinsi Maluku, perjanjian antara Pemerintah Provinsi tersebut, telah ada enam Provinsi yang memenuhinya.  Diantaranya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dan Pemerintah Sulawesi Utara, yang sudah melakukan perjanjian dengan Pemerintah Provinsi Maluku.

“Bisa mencari (telur ikan terbang, red) apabila sudah ada perjanjian antara Gubernur Sulawesi Tenggara dengan Maluku. Yang diherankan disini, Sulawesi Tenggara belum ada,” kata Rahmat.

Sebelumnya beredar video pendek di beberapa group media sosial, yang menunjukkan puluhan pria tengah duduk berderet. Seorang pria berbicara, memohon kepada Gubernur Sulawesi Tenggara agar memperhatikan Nelayan Sulawesi Tenggara yang ada di Samulaki khususnya.

“Dari Nelayan Buton Selatan khususnya Batu Atas dan Bahari mengalami kesusahan di Maluku ini. Karena ada proses-proses perizinan yang harus dia penuhin. Jadi saya mohon kepada Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara tolong memperhatikan nasibnya Nelayan-Nelayan Sulawesi Tenggara ini,” demikian ucapan pria dalam video tersebut  

Kasamea.com masih berupaya mengkonfirmasi pihak terkait, guna menyambung aspirasi Alioba dan rekan seperjuangannya. Semoga ada solusi terbaik bagi mereka. [Red]

Komentar