PPDB Lancar, Dikbud Baubau Buka Layanan Pengaduan

Baubau

Penerimaan Peserta Didik Baru atau lebih populer disingkat PPDB adalah satu agenda tahunan penerimaan murid disetiap jenjang sekolah, dengan metode pendaftaran via daring. Di Kota Baubau, PPDB 2024/2025 untuk jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, berjalan cukup baik, untuk gelombang I jalur zona 25-27 Juni 2024 sudah diumumkan 29 Juni 2024, sampai pada gelombang II 3 Juli 2024 untuk jalur prestasi, afirmasi, dan pindah tugas orang tua siswa.

Diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Baubau (Dikbud Baubau), Eko Prasetya ST MM, bahwa seluruh rangkaian gelombang I dan II sudah dijalankan oleh satuan-satuan pendidikan dibawah koordinasi serta pengawasan Dikbud Baubau.

“Alhamdulillah cukup baik, tinggal bagaimana evaluasi kedepan, karena tahun ini dapat dikatakan adalah PPDB transisi. Kalau tahun tahun sebelumnya PPDB manual, nah sekarang ini secara digital,” ungkapnya.

Eko berharap, dengan upaya maksimal pelaksanaan PPDB kali ini, Baubau dapat mempunyai database peserta didik yang lebih valid, jenjang SD – SMP. Sehingga kedepannya, di Kementerian, Dapodik dari Baubau sudah lebih rapi.

Mengantisipasi kecurangan dalam PPDB, Eko meyakini dengan sistem yang ada, potensi kecurangan bisa diminimalisir, bahkan zero. Karena memang berbasis data, yang disetorkan secara online oleh orang tua peserta didik yang melakukan proses pendaftaran. Selanjutnya diverifikasi oleh pihak sekolah, sesuai tahapannya.

Tahapan pendaftaran ada dua, pertama daftar online kemudian kedua verifikasi berkas, membawa berkas di sekolah yang menjadi pilihan. Dua gelombang, ini sudah dilakukan dengan baik.

Tidak sampai disitu saja, Eko memastikan pihaknya juga melakukan verifikasi. Jadi dua kali verifikasi, pertama verifikasi di sekolah dan kedua verifikasi di Dikbud, kembali mencocokkan data-data yang diinput admin sekolah.

“Artinya kita lakukan double check, yang kita harapkan data-data itu lebih valid,” semangatnya.

Mengakomodir seluruh peserta didik, peserta didik dari dua gelombang yang terlaksana, Dikbud membuka peluang keterbukaan, dalam pengertian, Dikbud tidak serta-merta menutup diri seandainya ada pengaduan dari masyarakat. Dikbud membuka saluran komunikasi bila masyarakat hendak mengadu atau mempertanyakan kaitan dengan PPDB.

Untuk gelombang II, lanjut Eko, pihaknya sudah menyusun flyer informasi, silahkan mengadu, tanggal 8 – 11 Juli 2024. Juga untuk mendapatkan informasi, diantara peserta didik masih ada yang belum mendapatkan sekolah.

Senin 8 Juli 2024 Dikbud akan kembali melakukan verifikasi beberapa peserta didik yang tidak diterima digelombang I dan II. Pihaknya kata Eko, akan mengkonfirmasi nama dan juga nomor yang tertera, guna membantu mencarikan sekolah yang akan menjadi pilihannya.

“Karena sebetulnya kita juga pengen semangat PPDB ini kan pemerataan. Sehingga kita berharap pemerataan ini bisa untuk mengisi beberapa sekolah lain yang memang peserta PPDB-nya, yang mendaftar itu jumlahnya masih perlu penambahan. Dengan harapan, verifikasi tanggal 8 ini kita coba untuk memberikan solusi bagi peserta didik, untuk bisa bersekolah di sekolah mana. Kita rekomendasikan, nanti kita berikan pilihan, pilihan satu, dua, dan seterusnya,” pungkasnya. (Redaksi)

Komentar