Anggaran Rp13 Miliar, LAKI Desak Kejari Buton Usut Penyertaan Modal PDAM Buteng

Buton Tengah

Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Baubau mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Buton mengusut dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) di Kabupaten Buton Tengah (Buteng). Ini terkait penggunaan anggaran penyertaan modal Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Buteng.

Diungkapkan Ketua LAKI Baubau, Lukman, penyertaan modal dimaksud dianggarkan dari APBD Buteng T.A 2020 sebesar Rp13 Miliar. Dalam realisasi penggunaan anggarannya, diduga telah terjadi kerugian keuangan negara.

“Kami percaya Kejari Buton, yang telah membuktikan kinerjanya. Tahun lalu sampai saat ini tengah memproses hukum dugaan tipikor di Buton (sementara sidang, red). Kasus di Buteng juga harus dituntaskan,” tegasnya.

Lukman mengatakan, penyertaan modal PDAM Buteng yang diduga bermasalah ini meliputi pekerjaan perpipaan, operasional dan lainnya.

Lukman yang juga Advokat ini menambahkan, saat ini pihaknya konsisten mengawal beberapa kasus di wilayah hukum Kejari Buton. Termasuk pula dugaan Tipikor di Kota Baubau sendiri, yang telah dikoordinasikan dengan Lembaga Adhyaksa Baubau.

“Kami tetap mengawal setiap progres sampai tuntas kasusnya. In sekaligus menjadi warning bagi para penyelenggara pemerintahan di daerah, agar jangan main-main dengan uang rakyat,” tegas Lukman, Sabtu (12/3/22).

Melalui pesan elektronik, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Buton, Siti Darniati SH mengatakan, permasalahan penyertaan modal dimaksud tengah dalam pemeriksaan. Pihaknya belum memberikan tanggapan lebih saat dikonfirmasi. [Red]

Komentar