oleh

Anugerah! Sultra Miliki 1.144 Destinasi Wisata

Kendari

Bila membahas tentang Pariwisata seakan tak ada habisnya, tak ada “matinya”, banyak hal menarik yang bisa diulas. Pariwisata adalah merupakan salah satu leading sector pembangunan, penggerak perekonomian, dalam suatu daerah.

Seperti halnya di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Pemerintah Provinsi (Pemprov) dibawah nahkoda Gubernur Ali Mazi bersama sang Wakil Lukman Abunawas, nampak fokus dalam pengembangan sektor pariwisata. Terlebih lagi, salah satu daerah di Sultra, Wakatobi, akhir 2015 lalu telah ditetapkan oleh Presiden Jokowi, masuk dalam 10 Top Destinasi Pariwisata Nasional.

Keren bukaan?. Masuk dalam 10 Top Destinasi Pariwisata Nasional adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi seantero Bumi Anoa. Namun, bangga saja tidaklah cukup, justru predikat ini menjadi trigger untuk terus bergerak, berbenah, berinovasi mengembangkan sektor Pariwisata.

Selain destinasi wisata yang ada di Wakatobi, terdapat destinasi potensial lainnya, yang dapat menjadi pilihan para penikmat alam, petualang, wisatawan domestik, wisatawan mancanegara. Untuk datang berkunjung, mengecap anugerah karunia sang Pencipta.

Dinas Pariwisata Sultra mencatat, sedikitnya ada 1.144 destinasi wisata tersebar di 17 Kabupaten/Kota di Sultra. Yang terus menjadi perhatian Pemprov.

Kepala Dinas Pariwisata Sultra, Syahruddin Nurdin mengatakan, peningkatan infrastruktur destinasi wisata sangat penting dalam meningkatkan kunjungan wisatawan. Khususnya diobyek destinasi unggulan.

Kata dia, setiap destinasi wisata di Kabupaten/Kota pasti ada yang menjadi prioritas Pemerintah, satu atau dua objek destinasi, yang didanai jika sudah diverifikasi. Untuk besar jumlah dana yang dialokasikan nantinya, tergantung dari usulan Pemerintah Kabupaten/Kota itu sendiri.

Usulan dari daerah tingkat II tersebut, akan ditindak lanjuti Dinas Pariwisata Sultra ke Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Setelah itu, baru kemudian Kemenpar mengirim tim, untuk verifikasi usulan tersebut.

Lebih lanjut kata Syahruddin, dana Pariwisata akan menjadi kewenangan, milik Kabupaten/Kota. Sedangkan Dinas Pariwisata Sultra, hanya berkoordinasi, juga melakukan ferivikasi.

Ia berharap, sektor Pariwisata Sultra mengalami peningkatan kunjungan dalam setiap tahunnya. Selanjutnya, adanya kerjasama dari aparat penegak hukum, untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung.

Termasuk, adanya kerjasama masyarakat setempat, yang paham betapa pentingya seorang wisatawan.

Bila pengunjung obyek wisata meningkat, dan wisatawan merasa nyaman, maka wisatawan tersebut akan kembali, bahkan dengan mengajak wisatawan lainnya,”kalau itu terjadi, maka perputaran ekonomi disekitar objek destinasi akan meningkat dan sejahtera,” optimisnya.

[ Agus Salim # ]

Komentar

News Feed