Apresiasi Polres Baubau, LAKI: Penjara dan Denda Penjual Miras yang Melanggar Ketentuan

Baubau

Dewan Pimpinan Cabang Laskar Anti Korupsi Indonesia (DPC LAKI) Kota Baubau menegaskan bahwa penjual minuman beralkohol (minuman keras/miras) yang melakukan “pelanggaran” tak hanya dikenai sanksi administrasi pencabutan izin usaha, melainkan juga dapat dikenai sanksi pidana penjara dan denda.

Hal ini dilontarkan Ketua LAKI Baubau Lukman, menyikapi dugaan pelanggaran penjualan miras yang diungkap Polres Baubau beberapa waktu lalu.

Lukman lantas menguraikan, sanksi dimaksud diatur dalam Peraturan Daerah Kota Baubau nomor 5 tahun 2012 tentang pengawasan, pengendalian dan penjualan minuman beralkohol.

Sanksi administrasi berupa pencabutan izin usaha diatur dalam Pasal 32.

Ketentuan pidana diatur dalam Pasal 38, pidana kurungan selama-lamanya 1 bulan, denda Rp5 juta, bila setiap orang dan/atau badan melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, 6, 11, 14, 17.

“Sedangkan sanksi pidana kurungan selama-lamanya 3 bulan, denda Rp25 juta dikenakan bila melanggar ketentuan dalam Pasal 7, 9, 13, 16. Dan sanksi pidana kurungan selama-lamanya 5 bulan, denda 50 juta dikenakan bila melanggar ketentuan Pasal 8, 12, 15, 18,” jelasnya.


Lukman yang juga berprofesi sebagai Advokat menambahkan, bahwa sanksi pidana kurungan dan denda dapat diterapkan bila penjual miras terbukti melakukan pelanggaran ketentuan diatas.

Dengan tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah, apresiasi yang tinggi disampaikan LAKI Baubau kepada Polres Baubau yang telah menunjukkan taring dalam penegakkan hukum. Khususnya dalam pengawasan serta penindakkan pelanggaran penjualan minuman beralkohol di negeri Sara Patanguna.

Penggerebekan yang dilakukan anggota Polres Baubau dalam operasi penyakit masyarakat dipimpin Wakapolres Kompol Bachtiar, Selasa (12/4/22) “Bhayangkara Presisi” berhasil mengungkap sebanyak 11.500 Liter atau 11,5 Ton miras, di gudang Toko Fitros, di Jalan Mete, yang diduga ilegal.

“Kami sangat mengapresiasi tindakan tegas Polres Baubau dibawah kepemimpinan Kapolres AKBP Erwin Pratomo dan Wakapolres Kompol Bachtiar. Memberantas peredaran miras yang diduga ilegal, tidak tebang pilih, hukum ditegakkan keatas, meskipun pemiliknya dikaitkan dengan nama oknum pejabat,” ucap Lukman, menghubungi redaksi Kasamea.com, Minggu (17/4/22) sore.

[Red]

Komentar