oleh

Di Baubau Dilarang Masuk Kawasan Ini Bila Tak Patuh 3M, Kapolsek KP3 Terapkan Sangsi Mengandung Pesan

Kasamea.com BAUBAU

Di Kota Baubau penerapan protokol kesehatan pencegahan sebaran covid-19 masih terus menjadi perhatian banyak pihak, khususnya dalam membantu Pemerintah memutus rantai Pandemi yang sudah melanda hampir setahun ini. Beberapa tempat, warga bahkan dilarang masuk bila tidak menerapkan protokol kesehatan: Memakai Masker, Menjaga Jarak, dan Mencuci Tangan (atau menggunakan hand sanityzer) / 3M.

Di Kota Baubau, Polres Baubau begitu gencarnya turun tangan langsung memutus rantai sebaran covid-19. Seperti dalam Operasi Yustisi yang dilakukan melalui Polsek Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KP3). Memantau secara ketat kawasan Pelabuhan Murhum, Pelabuhan Ferry, dan Jembatan Batu.

Ditiga pintu masuk dan keluarnya para pengguna jasa Kepelabuhanan ini, Polsek KP3 bersinergi bersama unsur TNI, BPBD, dan Sat Pol PP, Dinas Kesehatan, dan pihak Unit Penyelenggara Pelabuhan.

Kapolsek KP3, AKP Najamuddin SH mengatakan, pihaknya bersama stakeholder intens melakukan pengawasan. Utamanya memberi himbauan 3M kepada masyarakat pengguna jasa Kepelabuhanan.

“Wajib menggunakan masker, tidak boleh masuk kalau tidak menggunakan masker, dan juga menjaga jarak, dan mencuci tangan. Menyiapkan hand sanityzer sebagai pengganti cuci tangan, karena tidak semua tempat tersedia wadah cuci tangan,” tegas Najamuddin.

Dalam pemantauannya, kata Najamuddin, masih ada saja beberapa diantara masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan. Tidak memakai masker.

Mengatasi hal ini, pihaknya menegur dan sekaligus memberikan masker kepada para pelanggar protokol kesehatan tersebut. Pemberian masker gratis ini bertujuan agar masyarakat bisa sadar, bahwa protokol kesehatan sangat perlu dijalankan bersama dimasa Pandemi ini. Untuk menjaga kesehatan diri, juga orang lain di sekitarnya.

Polsek KP3 mengadakan masker sendiri, juga mengandalkan masker pemberian dari BPBD. Ada sinergitas.

“Jadi setelah ditegur, langsung dikasi masker. Kami siapkan,” katanya.

Terkait sangsi, Polsek KP3 hanya menawarkan, sebab dalam Peraturan Wali Kota Baubau Nomor 35 Tahun 2020 tentang Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019, tidak spesifik mengatur bentuk sangsi. Bentuk sangsi sesuai kesepakatan dengan warga yang melanggar protokol pencegahan covid-19.

Selain teguran secara lisan, pihaknya juga menghimbau melalui media tulisan bergambar berupa spanduk, panflet. Agar lebih menarik perhatian masyarakat yang membacanya. Dengan harapan pesan himbauan dapat tersampaikan, dapat dimengerti dan melakukan imbauan tersebut.

“Pada prinsipnya kita hindari jangan sampai juga orang merasa tertekan. Kadang mereka menyanyi, atau push up, kadang juga hanya berupa teguran. Tetapi lebih banyak hanya diberi masker, sebagai pembelajaran yang berarti,” ungkap Najamuddin, yang memastikan sanksi disesuaikan dengan usia pelanggar.

Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jasa Pelabuhan Murhum, Pelabuhan Ferry, dan Jembatan Batu, bersama-sama menjaga protokol kesehatan, menggunakan masker, menjaga jarak, dan selalu membawa hand sanityzer, karena tidak semua tempat tersedia wadah cuci tangan.

“Operasi Yustisi akan dilaksanakan sampai dengan 30 Oktober 2020, setelah itu dievaluasi, apakah diperpanjang atau cukup. Kita tunggu perintah,” pungkas Najamuddin.

[RED]

Komentar

News Feed