oleh

Dua Organisasi Sayangkan “Serangan” Personal Dedi Ferianto Kuasa Hukum Wali Kota Baubau

Dion Syaputra

Kasamea.com Baubau

Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Kota Baubau menilai serangan yang diarahkan pada personal Kuasa Hukum Wali Kota Baubau adalah tindakan yang tidak rasional.

Ketua Bidang Media dan Informasi GPM Baubau, Yoghi Permana mengungkapkan, bahwa langkah hukum, melaporkan kembali pihak lain yang diduga terlibat dalam penghinaan/pencemaran nama baik Wali Kota Baubau, murni perintah langsung Wali Kota Baubau, yang dipercayakan kepada Kuasa Hukumnya, Dedi Ferianto, untuk dikawal. Menjadi amanah serta tanggung jawab profesional sebagai seorang Kuasa Hukum untuk mendampingi dan membela, serta melakukan tindakan hukum lainnya, demi kepentingan kliennya, baik didalam maupun diluar Pengadilan.

Dugaan penghinaan/pencemaran nama baik Wali kota Baubau ini terus berlanjut sejak 2019, sampai saat ini pelaporan kembali dilakukan, karena berdasarkan fakta yang terungkap dalam persidangan Pra Peradilan. Adanya dugaan keterlibatan pihak lain.

“GPM Baubau mendukung penuh proses hukum yang dilakukan Polda Sultra, untuk membuka secara terang benderang siapa-siapa pihak atau aktor yang terlibat dalam kasus ini. Dan itu jelas harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Yoghi.

GPM Baubau juga, lanjut Yoghi, menilai pihak yang menyerang personal, meragukan status Advokat Dedi Ferianto, Kuasa Hukum Wali Kota Baubau, hanyalah pengalihan isu semata.Tidak relevan dengan kasus yang ditangani Polda Sultra saat ini.

Serangan tersebut juga sebagai bentuk kepanikan pihak tertentu yang sudah kehabisan argumentasi hukum kaitannya dengan kasus yang tengah berproses.

GPM Baubau pun mengingatkan para terlapor, agar sebaiknya lebih fokus menghadapi proses hukum. Atau bijak menerima syarat yang telah diberikan Wali Kota Baubau, agar kasus ini dapat diselesaikan secara baik-baik.

Sama halnya dengan Gerakan Mahasiswa Pemikir Intelektual (GMPI) Kota Baubau, yang ikut menyayangkan serangan terhadap diri personal Dedi Ferianto, Kuasa Hukum Wali Kota Baubau.

Ketua GMPI Baubau, Dion Syaputra mengungkapkan, serangan pada diri personal Dedi Ferianto adalah hal yang tidak pantas dilakukan, apalagi oleh orang terdidik. Serangan pada diri personal Dedi Ferianto, bukan argumentasi hukum sesuai dengan perkara yang sedang bergulir.

“Saya sangat menyayangkan serangan yang dilakukan   terhadap diri personal Kuasa Hukum Wali Kota Baubau. Harusnya kami sebagai aktivis yang baru berproses dipertontonkan dengan hal-hal yang intelektual oleh para pendahulu. Apalagi ini sudah terlalu jauh mengangkat masalah personal,” ungkap Dion.

Dion berharap semua pihak yang berseteru menunjukkan sikap intelektual, dan berjiwa besar dalam menghadapi proses hukum. Tetap pada relevansi kasus, bukan menyerang diri personal, yang tidak ada kaitan dengan kasus.

Tak bermaksud mengintervensi konflik atau masalah hukum kasus tersebut, Dion sekedar mengingatkan, jangan sampai sikap tidak intelektual (menyerang diri personal) dicontoh, dan merusak pola pikir generasi muda di Baubau.

Dion juga mendukung penuh langkah hukum Wali Kota Baubau, melalui Kuasa Hukum, melaporkan oknum yang diduga terlibat dugaan penghinaan/pencemaran nama baiknya di Polda Sultra. Laporan tersebut sebagai bentuk edukasi, agar di tanah yang dikenal berbudaya dan beradat ini tidak ada lagi yang mencemarkan nama baik, fitnah, dan hoax, apalagi tentang seorang Pemimpin.

Menurut Dion, Wali Kota Baubau melalui Kuasa Hukumnya dengan jiwa besar masih memberikan ruang maaf kepada para pelaku, dengan syarat para pelaku menyatakan permohonan maaf di media,”Ini solusi bijak yang seharusnya diapresiasi, bukan malah melebar menyerang personal diluar konteks yang sedang dihadapi saat ini,” pungkasnya.

[Red]

Komentar

News Feed