Gaungkan ‘Health Tourism’ Sukseskan PORProv Sultra

Baubau

Selaku tuan rumah, Pemerintah Kota Baubau terus melakukan persiapan menyongsong penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi Sulawesi Tenggara (PORProv Sultra) XIV, November 2022 mendatang. Konsep ‘Health Tourism’ pun mulai digaungkan, guna menyukseskan event olahraga yang dihelat empat tahunan tersebut.

Dijelaskan dr Lukman SpPd, konsep Health Tourism bertumpu pada empat lingkungan besar, sebagai berikut:

Meliputi wisata medis, berbasis layanan unggulan yang pada dasarnya berfokus pada rumah sakit atau setingkat rumah sakit dalam menyiapkan layanan unggulan yang siap dijual pelayanannya kepada pengunjung yang datang ke negeri pemilik benteng terluas di dunia ini.

Wisata kebugaran dan herbal berbasis spa. Konsep kebugaran atau spa yang dibuka para fisioterapisnya harus terlatih. Bagaimana menerapkan Prokes, bagaimana memberikan pelayanan yang baik bagi pengunjung yang membutuhkan.

“Wisata olahraga kesehatan, berupa event olahraga. Nah disinilah masuknya health tourism sebagai kunci dalam menyukseskan PORProv,” jelas dr Lukman.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Baubau melanjutkan, konsep wisata kesehatan berbasis ilmiah. Seperti pertemuan convention atau meeting besar, yang juga Sultra sebagai tuan rumah.

Seperti diketahui, Sultra telah beberapa kali menjadi tuan rumah perhelatan event akbar, berskala nasional maupun internasional. Bumi Anoa memiliki daya tarik, potensi SDA dan SDM mumpuni, sehingga sering dikunjungi banyak tamu dari luar daerah bahkan luar negeri.

“Konsep health tourism harus masuk disitu. Kita kedatangan banyak tamu, dan bukan tidak mungkin mreka membutuhkan layanan kebugaran atau wisata sehat. Ataupun ketika mereka jatuh sakit, jelas jalur koordinasinya, jalur perawatannya,” urainya.

Dokter spesialis penyakit dalam ini menyebutkan, pihaknya tengah mematangkan konsep Health Tourism. Sembari mulai menggaungkannya, agar dapat tersosialisasi, diketahui dan dipahami khalayak. Paling tidak, dapat semakin menerapkan kebersihan, dan kedepannya bisa menunjukkan keramahtamahan kepada tamu.

“Kita tunjukkan bahwa Baubau siap menjadi tuan rumah, dan siap menyukseskan event besar ini,” semangatnya.

Dokter Lukman tak menampik, Health Tourism bisa berhasil, membutuhkan keterlibatan lintas sektor. Untuk sama-sama memahami, dan selanjutnya membangun serta menguatkan sistem kelembagaan, dalam menjalankan konsep ini dilapangan.

Selain kelembagaan, perlu melakukan pendataan semua potensi yang bisa masuk untuk menjalankan konsep Health Tourism. Dengan demikian, diharapkan pada bulan ketiga atau keenam dari sekarang, sudah pematangan konsep dilapangan.

“Kalau sistem kelembagaannya sudah kuat, masyarakat yang bergerak dibidang ekonomi kerakyatan kita ajak berkumpul, dan kita sampaikan ide ide ini. Bahwa mereka harus begini. Juga persatuan hotel-hotel pemberi layanan perhotelan kita kumpulkan. Bahwa beginilah konsep health tourism yang harus dilaksanakan di hotel-hotel,” urai Lukman. [Red]

Komentar