Kasus Miras Disidangkan Usai Lebaran, Pemilik Toko Fitros Belum Komentar

Baubau

Kasus penjualan minuman beralkohol (minuman keras/miras) diduga ilegal yang ditangani Satuan Resnarkoba Polres Baubau akan disidangkan usai Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1443 H/2022 M. Berkasnya pun telah rampung, dan tinggal dilayangkan ke Pengadilan Negeri (PN) Baubau.

Diungkapkan Kanit I Sat Resnarkoba
Aiptu Haeruddin, biasanya sidang perkara tindak pidana ringan (Tipiring) digelar setiap hari Jumat. Dalam perkara ini, pihaknya telah menetapkan Tersangka seorang pria berinisial AS (40).

Polres Baubau mengamankan ribuan botol dengan beberapa jenis miras golongan B sebagai barang bukti.

“Ada anggur kolesom 1.938 botol,
anggur merah 448 botol, anggur kawa kawa 144 botol, soju 117 botol, whisky drum jumbo 72 botol, dan whisky drum mini 216 botol,” kata Haeruddin, membaca isi berkas perkara, saat dikonfirmasi, Sabtu (23/4/22).

Kata Haeruddin, Tersangka AS yang merupakan anak menantu pemilik Toko Fitros, yang diduga menjual miras golongan B tanpa izin. Diketahui, Toko Fitros hanya mengantongi izin penjualan miras golongan A, yang izinnya dimiliki oleh Z, ayah menantu AS.

Kasamea.com berupaya mengkonfirmasi pihak pemilik Toko Fitros, pihak yang namanya tercantum dalam izin penjualan miras golongan A di Toko tersebut. Namun upaya tersebut belum berhasil.

Karyawati Toko Fitros yang sempat ditemui awak media mengatakan atasannya tidak berada di Toko mereka, sehingga belum bisa ditemui. Upaya juga dilakukan dengan mendatangi rumah kediamannya, yang terletak tak jauh dari Toko Fitros. Namun pintu rumah bertingkat tersebut tertutup rapat, dan yang bersangkutan sama belum bisa ditemui.

Perkara ini adalah pengembangan hasil temuan ribuan botol minuman diduga ilegal dalam operasi penyakit masyarakat yang dilakukan Polres Baubau beberapa waktu lalu. Penggeledahan dilakukan di gudang Toko Fitros yang terletak di Jalan Mete (tanjakan Jalan Karya) Kota Baubau, dipimpin langsung Wakapolres Baubau Kompol Bachtiar.

[Red]

Komentar