Korupsi Perum-DAM Buteng Segera Tahap II

Kasi Intel Kejari Buton Azer J Orno SH MH

Buton

“Meskipun para Tersangka melakukan pengembalian kerugian negara, namun proses hukum tetap berjalan” tegas Azer J Orno.

Perkara dugaan tindak pindana korupsi yang terjadi dalam pengelolaan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perum-DAM) Oeno Lia Kabupaten Buton Tengah, bulan ini akan disidangkan di Pengadilan Tipikor Kendari. Kejaksaan Negeri Buton segera meningkatkan statusnya pada tahap penuntutan, dan untuk itu, rencananya pekan depan, Jaksa Penyidik segera menyerahkan tiga Tersangka inisial M, AWR, dan TT, berikut barang bukti, kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) atau tahap II.

Diungkapkan Kepala Seksi Intelijen Azer
J orno SH MH, perkara rasuah yang mulai diendus sejak Desember 2021 ini, sempat tertunda karena berita duka Ayahanda salah seorang Tersangka meninggal dunia, yang menyebabkan proses pemeriksaan yang bersangkutan sempat tertunda.

“Kalau tidak berhalangan, minggu depan kita proses untuk pelaksanaan tahap II. Penyidik sudah hampir rampung pemberkasan, jadi dalam bulan ini kita prediksikan akan disidang,” jelasnya, Rabu (7/9/22).

Terkait pelimpahan ke Pengadilan, lanjut Azer, pihaknya masih harus menunggu persetujuan beberapa surat dari Pengadilan. Lebih lanjut ia menjelaskan, seyogianya kasus ini sudah masuk Persidangan, namun tinggal melengkapi berkas perkara Tersangka yang dilanda kedukaan.

“Tinggal dilengkapi. Proses pemeriksaannya sempat tertunda, oleh karena itu baru selesai pemeriksaan. Minggu kemarin yang bersangkutan ini kita ‘kejar’,” jelasnya lagi.

Sampai saat ini berdasarkan hasil pemeriksaan, belum ada penambahan dari Tiga Tersangka, yakni inisial M Direktur Utama Perum-DAM Buteng, insial AWR Direktur Umum Perum-DAM Buteng tahun 2020, dan inisial TT (Plt Direktur PDAM Buton Selatan).

Azer menambahkan, peran masing-masing Tersangka, Direktur Utama dan Direktur Umum, mengendalikan secara bersama-sama agar tata keuangan berjalan dengan baik. Namun keduanya diduga lalai, dan mengabaikan tugas dan tanggungjawab, bahkan diduga menggunakan uang Perusahaan untuk kepentingan diri mereka sendiri.

Sedangkan Tersangka TT Plt Direktur PDAM Busel, diduga sejak awal terlibat dalam proses pengadaan barang/jasa dalam perkara dimaksud,”Yang bersangkutan menikmati uang milik PDAM Buton Tengah. Jadi, disamping beliau terlibat, beliau juga menikmati yang itu. Jadi rangkaian itu kita satukan, perbuatan bersama-samanya mereka,” urai Azer.

Ketiga Tersangka diduga melakukan praktek korupsi dalam proyek pengadaan jaringan pipa PDAM Buteng T.A 2020, dengan kerugian negara hasil auditor, sekitar Rp4,1 Miliar.

“Tapi sampai dengan saat ini hanya yang disampaikan tiga TSK itu, maka ya untuk sementara penyidik jalan dengan yang tiga itu,” ujarnya.

Azer menimpali, para Tersangka sengaja tidak dilakukan penahanan, karena dinilai kooperatif, terus berupaya melakukan pengembalian kerugian negara. Sampai sejauh ini, para Tersangka sudah mengembalikan Rp3 miliar lebih.

Azer menegaskan, meskipun para Tersangka melakukan pengembalian kerugian negara, namun proses hukum tetap berjalan, mengingat Pasal 4 Undang-Undang Tipikor, bahwa pengembalian kerugian negara tidak menghapus tindak pidana. [Red]

Komentar