Mantap Calon Wakil Walikota Baubau, Asaad Adi Karim Kembalikan Berkas Pendaftaran di PDIP

Asaad Adi Karim (Kemeja merah terang) didampingi tim, mengembalikan berkas pendaftaran kepada Panitia Desk Pilkada PDIP Baubau.

Baubau

Asaad Adi Karim semakin memantapkan langkahnya sebagai Bakal Calon Wakil Walikota (Bacawawali) Baubau. Hari ini, Senin (22/4/24), ia telah mengembalikan berkas pendaftaran kepada Panitia Desak Pilkada PDIP Baubau.

Asaad Anggota DPRD Baubau 2019-2024, yang dalam kontestasi Pileg barusan, juga kembali terpilih di dapil yang sama, Betoambari, Murhum, Batupoaro.

Asaad nawaitu maju sebagai Cawawali Baubau, dapat ia jalankan dengan sungguh-sungguh. Yang jauh hari sebelumnya, sudah dipertimbangkan secara matang.

Sebagai kader PDIP, dirinya harus senantiasa siap untuk ikut ambil bagian, dalam perwujudan pembangunan daerah, dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai politisi ia memiliki kesadaran, bahwa pilkada adalah sarana kedaulatan rakyat dan sarana demokrasi.

“Ini momentum penting bagi masyarakat dalam menentukan dan memilih pemimpin daerah. Untuk membawa mimpi pembangunan dan kesejahteraan menjadi nyata, dan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” ungkapnya.

Ketua Askot Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Baubau ini menegaskan, bahwa langkah politik yang ditempuhnya ini, juga tak terlepas dari semangatnya sebagai pemuda. Bahwa posisi pemuda dalam Pilkada saat ini sangat menentukan, termasuk bila merujuk pada DPT Pemilu 2024.

Pemilih muda kata Assad, generasi milenial dan generasi z, mencapai 56,45 %. Artinya pemuda atau kelompok muda merupakan poros besar yang akan menentukan arah Pilkada.

“Maka karena pemuda merupakan entitas besar yang dapat menentukan arah Pilkada, saya pikir sudah saatnya pemuda berani mengambil peran pada Pilkada kali ini, dengan ikut serta bertarung,” semangatnya.

Untuk itu, selain mengikuti proses politik atau tahapan pada ruang partai politik, kemudian meminta restu serta penguatan pada tokoh tokoh politik dan tokoh masyarakat, Asaad memastikan, akan mengkonsolidasi kelompok pemuda dan milenial, yang sebenarnya sudah lama ia bangun, sebab ia adalah bagian dari pemuda.

“Sudah saatnya pemuda bersatu dan ambil peran nyata, sudah saatnya pemuda membangun daerah, untuk kesejahteraan masyarakat,” spiritnya. (Redaksi)