oleh

Meningkatnya Kesadaran Masyarakat Mampu Tekan Angka Positif Covid 19 di Baubau

Kadinkes Baubau Dr Wahyu

Kasamea.com BAUBAU

Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Dr Wahyu mengungkapkan rasa syukur atas terjadinya penurunan angka pasien positif covid 19 di Kota Baubau dalam selang waktu sebulan terakhir. Semakin berkurangnya pasien covid 19 seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan 3M: Memakai Masker, Mencuci Tangan Pakai Sabun, Menjaga Jarak.

Ada yang menyebutkan, bahwa selain meningkatnya kesadaran masyarakat, penurunan jumlah pasien covid 19 di Baubau merupakan indikator capaian kinerja Pemerintah Kota bersama Forkopimda, melalui Satuan Tugas Penanganan Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi (Satgas Covid 19) Kota Baubau, dalam percepatan penanganan covid 19 sesuai protokol yang berlaku.

Wahyu pun enggan berspekulasi lebih jauh, bahwa Operasi Yustisi juga mempengaruhi tren penurunan pasien positif covid 19, atau persebaran wabah mematikan ini.

“Tingkat kesadaran masyarakat akan covid 19 meningkat, entah apakah suatu kebetulan. Dan perlu adanya survey. Apakah dengan adanya operasi yustisi kemudian masyarakat disiplin memakai masker, dan semakin sedikit yang tidak memakai masker, diiringi dengan penurunan angka positif covid 19,” ungkap Wahyu, yang mengaku belum berani untuk menyimpulkan, selama belum ada data hasil survey.

Kata Wahyu, dibutuhkan data hasil survey, ada data pendukung, untuk mengukur, bahwa hal tersebut saling berhubungan. Tetapi yang jelas, dalam satu bulan terakhir, di Kota Baubau angka positif covid 19 jauh menurun.

“Yang tadinya semua Kecamatan zona merah, sekarang sudah hijau kuning. Apakah ini akan menetap atau akan naik lagi, ada istilah dari para ahli “serangan kedua”. Mudah-mudahan di Kota Baubau tidak ada serangan kedua. Kalau ada nanti naik lagi,” jelas Wahyu.

Lanjut Wahyu, perekrutan relawan untuk penguatan rumah sehat, dan pendanaan hanya sampai dengan bulan Desember 2020. Belum terbayang, kata Wahyu, bila pada Januari akan melambung tinggi lagi jumlah pasien positif covid 19.
“Tidak tau bagaimana lagi itu, sementara dana yang ada hanya sampai Desember 2020,” ungkapnya.

Wahyu menekankan, perubahan perilaku mutlak menjadi salah satu prasyarat untuk bisa menurunkan angka kasus positif covid 19. Tanpa perubahan perilaku tidak akan bisa mengendalikan jumlah kasus, akan terus naik.

Kata Wahyu, Dinas Kesehatan dibantu seluruh pihak terkait, termasuk Camat dan Lurah, sampai ke tingkat RT/RW harus menegaskan, dan harus memastikan, bahwa warga masyarakat patuh, dan tidak mengabaikan untuk menjadi
disiplin.

“Protokol kesehatan harus terus ditegakkan, pakai masker, cuci tangan, jaga jarak, tidak kumpul-kumpul kalau tidak sangat diperlukan. Dengan begitu, maka itu adalah strategi untuk meminimalisir penyebaran virus itu,” demikian pungkas Wahyu, ditemui beberapa waktu lalu.

[RED]

Komentar

News Feed