Oknum di BRI Diduga Halangi Wartawan, Insan Pers Bereaksi

Oknum di BRI Diduga Halangi Wartawan, Insan Pers Bereaksi.

Baubau

Oknum di kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Baubau diduga menghalang-halangi kerja-kerja Wartawan. Peristiwa ini dialami Murdin, Wartawan surat kabar Buton Pos – media siber publiksatu.co, saat menjalankan tugas peliputan berita aksi unjuk rasa di kantor Bank plat merah tersebut.

Oknum dimaksud meminta Murdin menghentikan merekam video, saat pengunjukrasa dan pihak BRI Cabang Baubau tengah alot membahas permasalahan yang menjadi substansi unjuk rasa. Tak hanya itu, Murdin juga diminta untuk menghapus rekaman videonya, namun karena Murdin berkeberatan, ada upaya oknum meminta Handphone Murdin, diduga untuk menghapusnya sendiri.

“Saya dilarang merekam, dan bahu saya dipegang cukup keras, waktu dipaksa untuk menghapus rekaman. Nada suaranya menekan, sehingga saya rasa diintimidasi,” ungkap Murdin.

Mengetahui peristiwa ini, Insan Pers Kepulauan Buton pun bereaksi, mengecam keras tindakan oknum tidak terpuji tersebut.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Baubau, La Ode Aswarlin, menyayangkan sikap oknum yang diduga menghalangi tugas Wartawan. Terkesan tidak memahami bahwa kehadiran Wartawan dalam menjalankan tugas pokoknya, tidak lain untuk memenuhi hak publik, guna mengakses informasi secara transparan dan berimbang.

“Sikap arogansi, intimidasi apalagi sampai ada upaya paksa untuk merebut alat kerja jurnalis dalam menjalankan tugas tentu tidak dibenarkan. Karena sama saja mengangkangi dan merampas kemerdekaan pers,” tegasnya.

Perlu diketahui, lanjut Aswarlin, upaya menghalang-halangi, intimidasi dan persekusi terhadap kinerja jurnalis yang sedang menjalankan tugas, dapat dikenakan pidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

“Ancaman pidananya jelas siapa saja yang dengan sengaja menghambat dan menghalangi tugas wartawan dapat diancam pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak 500 juta rupiah,” tegasnya lagi.

Menurutnya, oknum di kantor BRI dimaksud harusnya tidak alergi dan welcome terhadap awak media pers. Sebab kedatangan Wartawan membawa tugas mulia, yakni memberikan ruang seluas-luasnya bagi pihak yang bersangkutan dalam pemberitaan, untuk meluruskan, mengklarifikasi permasalahan yang ada.

Redaksi Kasamea.com berupaya untuk mewawancarai oknum dimaksud, namun belum berhasil.

Ikut merasakan apa yang dialami Murdin, sejumlah Insan Pers di Negeri Sara Pataanguna juga ikut merespon aktif kejadian tidak menyenangkan ini. Harapannya, oknum tidak tau aturan tersebut bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya. (Redaksi)

 

(Redaksi)

 

 

 

Komentar