Perkara Korupsi Rp5,7 T, Mantan Gubernur Sultra Hadiri Sidang

Jakarta

Setelah dua kali mangkir dari panggilan sidang perkara dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pertambangan di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Aneka Tambang (Blok Mandiodo) Kabupaten Konawe Utara, mantan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), AM, akhirnya hadir juga.

Sidang digelar hari ini, Selasa 5 Februari 2024, di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Jakarta Pusat.

“Hari ini (AM) hadiri sidang perkara dugaan tindak pidana korupsi pertambangan PT Antam di PN Jakarta,” buka Kasi Penkum Kejati Sultra, Dody, dikonfirmasi via pesan seluler.

Kata Dody, AM hadir dalam kapasitas sebagai saksi dugaan rasuah, yang ditaksir merugikan keuangan negara senilai Rp5,7 triliun.

Dody belum menjelaskan secara detail apa yang disampaikan AM dalam sidang. Begitu pula menyangkut keterlibatannya, yang memenuhi unsur perbuatan melawan hukum, memperkaya diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi, merugikan keuangan/perekonomian negara.

“Kalau terkait apa yang disampaikan dipersidangan hari ini, kita belum dapat informasinya. Nanti kita cari dulu informasinya ke tim penuntut umumnya ya,” kuncinya.

Seperti diketahui, pemanggilan AM dalam sidang diminta langsung oleh Majelis Hakim PN Tipikor Jakarta Pusat, dalam sidang yang digelar Kamis (18/1/24) lalu.

AM dipanggil, berdasarkan keterangan beberapa orang saksi dalam sidang. Sebagaimana diungkapkan As Intel Kejati Sultra, Ade Hermawan SH MH, melalui keterangan pers, kala itu.

“Ditemukan fakta baru, yakni adanya peran mantan Gubernur Sultra AM dalam Kerja Sama Operasi (KSO) antara PT Antam Tbk, Perusda Sultra dan PT Lawu Agung Mining. Dengan itu, sehingga Majelis Hakim meminta Penuntut Umum untuk menghadirkan mantan Gubernur Sultra AM sebagai saksi dipersidangan,” ungkap Ade Hermawan. (Redaksi)

Baca juga:

Komentar