Sayangkan “Penghentian Sementara”, YPIQ Baubau Fokus Penegerian STAI Baubau

Ir Muslihi MSi

Baubau

Ketua Yayasan Pendidikan Islam Qaimuddin (YPIQ) Baubau, Ir Muslihi MSi, menyayangkan “penghentian sementara” Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Baubau, oleh Kementerian Agama RI, melalui Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (Kopertais) Wilayah VIII Sulawesi, Maluku, dan Papua. Saat ini, pihaknya tengah fokus pada penegerian (Mengalihstatuskan STAI Baubau menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri / STAIN Baubau).

Muslihi menilai, penghentian sementara STAI Baubau dilakukan secara sepihak, yakni Kopertais Wilayah VIII langsung merespon surat Ketua dan unsur Senat STAI Baubau yang telah diganti, tanpa terlebih dahulu melakukan klarifikasi dari YPIQ Baubau. Padahal pergantian Ketua dan unsur Senat tersebut berdasarkan hasil rapat/musyawarah  Pengurus bersama Pembina YPIQ Baubau.

“Secara hukum tolong kasitau mereka, yang mengangkat, memberhentikan itu yayasan. Tetapi kalau memberhentikan (Pergantian, red), setelah dievaluasi oleh badan pembina. Ini bukan memecat, tetapi untuk penyegaran, reposisi didalam (Struktur STAI Baubau),” jelasnya.

Muslihi mengatakan, menyangkut gugatan perdata yang telah masuk ke ranah hukum Pengadilan Negeri (PN) Baubau, pihaknya akan mengikuti sesuai tahapan/proses. Tanpa sedikitpun merasa takut atau ragu, sebab ia meyakini yang mulia majelis hakim memiliki rasa dan karsa yang tinggi, sehingga mampu menilai permasalahan ini secara obyektif, serta demi kemaslahatan.

Muslihi menegaskan, ujung palu hakimlah yang akan menentukan, dan pihaknya akan menyampaikan kepada hakim bahwa yang dilakukan YPIQ Baubau hanyalah pergantian, bukan pemecatan.

“Saya akan bicara kepada hakim, ini bukan kita pecat, kecuali niat saya jelek baru saya akan pucat, saya akan ketakutan. Saya yakin karena ada kewenangan yang kita (YPIQ Baubau) miliki, ada sistem pengaturan, kalau kewenangan tidak diambil, lebih bagus mati sebelum negeri,” jelasnya.

Muslihi menekankan, dia tidak bermaksud melakukan pembelaan diri, namun sejatinya hendak mengajak semua pihak untuk bisa kembali  menjalankan aktivitas seperti sediakala, sembari bersama-sama memberikan dukungan atas rencana penegerian STAI Baubau.

“Saya tidak pembelaan diri, tapi mari kita baik-baik. Saya tidak pecat, makanya saya sampaikan yang sekarang, rangkul mereka, beri dia ‘pembimbing’, beri dia ‘mata kuliah’. Kalau masalah lain-lain segala macam ya nanti diaturlah, karena beginilah, tiba-tiba begini, ada riak-riaknya,” urainya.

Muslihi yang sebelum pensiun dari pengabdiannya selama puluhan tahun sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), pernah menduduki beberapa jabatan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), enggan membantah adanya surat “penghentian sementara” dari Kopertais Wilayah VIII. Namun ia sekedar ingin menggugah bahwa dimana hak Yayasan (YPIQ Baubau) dalam melakukan penyegaran, reposisi internal sekolah tinggi yang dinaunginya.

Selanjutnya, Muslihi juga merespon secara bijak mahasiswa/mahasiswi yang menggelar aksi unjukrasa, ikut terlibat dalam permasalahan STAI Baubau.

“Adik-adik mahasiswa ini pengalihan isu kenapa mereka terlibat ini, sampai BEM juga terlibat. Yaa Allah saya bilang ini adik-adik saya ini, kita mau bicara apa ini. Wisuda itu sampai bulan 11 masih bisa, jangan bilang wisuda itu harus bulan 8 atau bulan 7, tidak. Pola-pola yang kita bangun juga, ya kita lihat juga apa masih begitu-begitu terus. Tapi saya tidak menyeberang disitu, itu urusan sekolah,” urainya lagi.

Menyinggung tentang penghentian  perguruan tinggi, menurutnya, penghentian ada syarat-syarat. Karena tiga faktor, tidak ada kampus, tidak terakreditasi, dan tidak ada mahasiswa.

“Sekarang mau diberhentikan apa asalannya, hanya suratnya mereka itu yang diberhentikan tadi (Ketua dan unsur Senat yang diganti). Lucukan ini,” sambungnya.

Muslihi juga menilai kurang tepat, bila surat “penghentian sementara” STAI Baubau, hanya dikirim / dititipkan melalui orang perorang.

“Surat juga tidak dikirim melalui pos, ada apa?. Kalau dititip sama orang emangnya administrasi itu titip-titipan?. Saya salah nda’ ini, jangan juga saya dibenarkan,” tambahnya.

STAI Baubau – STAIN Baubau

Tak banyak diketahui publik, rupanya Pembina dan Pengurus YPIQ Baubau telah bersepakat “legowo” menjadikan STAI Baubau sebagai sebuah Perguruan Tinggi Negeri / PTN. Suatu bukti betapa mereka yang berhimpun dalam organ YPIQ Baubau adalah para tokoh yang memiliki jiwa besar, ikhlas, hendak meninggalkan legasi demi kemajuan pendidikan di Negeri Sara Patanguna.

“Keseriusan kita, kita sudah datangi DPRD Baubau, kita sudah datangi Walikota Baubau, dan Bupati Busel. Alhamdulillah mereka menyambut baik, bahkan Walikota menyampaikan kalau penegerian ini direspon oleh pemerintah pusat, akan memberikan lahan,” demikian kata Muslihi.

Lanjut Muslihi, mantan Bupati Buton sebagai Pendiri sekaligus Ketua Pembina YPIQ Baubau, Saidoe, juga telah mengundang Pj Walikota Baubau Dr Muhammad Rasman Manafi, untuk membicarakan peningkatan mutu STAI Baubau.

Hal tersebut mendapatkan respon positif, dan Pj Walikota Baubau telah menandatangani surat rekomendasi untuk mengalihstatuskan STAI YPIQ Baubau menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Baubau. Begitupula dengan mantan Pj Bupati Buton Selatan La Ode Budiman SKM MMKes, dan Ketua DPRD Kota Baubau H Zahari SE, telah menandatangani surat rekomendasi serupa.

“Penegerian ini setelah saya baca-baca, satu tahun setelah ini, dia akan turun itu tim verifikasi, tim likuidasi dari kementerian agama, melihat sudah wajar, atau bagaimana. Juga dukungan masyarakat, para tokoh, kami minta dukungan semua pihak,” semangatnya.

Muslihi menyebutkan bahwa pembahasan hingga tercapainya kesepakatan penegerian STAI Baubau, sudah dilakukan YPIQ Baubau sebelum pergantian Ketua dan Senat STAI Baubau yang kini menggugat di PN Baubau, dan melayangkan surat kepada Kopertais Wilayah VIII.

“Sesungguhnya tIdak ada urusannya ini, tetapi setelah kita lihat mereka mau ribut-ribut, mau apa semua, oh sudah berhenti, karena ini merupakan penghalang-halangan. Kita panggil orang di Jakarta, kan ada persyaratan ketua atau rektor itu untuk penegerian perguruan tinggi swasta. Kita cari dosen negeri untuk itu, tapi baru kita kasi dia pejabat sementara, dan dalam tiga bulan ini dia akan mengevaluasi semua, yang selanjutnya akan ke kementerian,” pungkasnya. (Redaksi)

Baca juga :

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar