Sehat, Kota Baubau Raih Penghargaan Swasti Saba Wistara

La Ode Ahmad Monianse menggenggam thropy Swasti Saba Wistara

Liputan Khusus

Dibawah kepemimpinan “TAMPIL MANIS” Kota Baubau terus menunjukkan perkembangan, perubahan ke arah yang lebih baik, dengan berbagai indikator. Terobosan demi terobosan, pencapaian demi pencapaian ditorehkan duet mantan Wali Kota Dr H AS Tamrin MH (Almarhum) – Wakil Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse.

AS Tamrin berpulang ke Rahmatullah Kamis 13 Januari 2022. Mohon izin mengajak Anda semua mengirimkan Alfatehah untuk Almarhum.

Saat ini La Ode Ahmad Monianse menjabat Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Baubau, sembari menanti proses administrasi sebagai Wali Kota defenitif.

Prestasi diukir “TAMPIL MANIS”, salahsatunya ditandai dengan Penghargaan yang diberikan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). Penghargaan Swasti Saba Wistara, yang dianugerahkan secara daring, Rabu 17 November 2021.

Terus Bergerak

Meraih penghargaan bukan berarti lantas diam berlarut-larut dalam berpuas diri. Apresiasi justru menjadi cambuk untuk terus bergerak mempertahankannya atau lebih meningkatkan lagi pencapaian yang sudah diraih. Hingga dampaknya dapat lebih dinikmati masyarakat.

La Ode Ahmad Monianse sebagai single leader Kota Baubau saat ini menggenjot seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk ikut terlibat, sesuai  tugas pokok dan fungsi masing-masing. Forum Kota Sehat dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), sebagai ujung tombak.

Sebagai pemimpin yang diberi amanah sejak terpilih dan dilantik 24 September 2018 (pasangan Wali Kota Baubau-Wali Kota Baubau periode 2018-2023), La Ode Ahmad Monianse menginstruksikan OPD yang tidak masuk dalam kepengurusan Forum Kota Sehat untuk ikut andil memberikan kontribusi. Sebab menurutnya, seluruh OPD memiliki potensi yang sama dalam mempertahankan Swasti Saba Wistara, untuk yang keduakalinya pada semester kedua tahun 2022.

“Butuh dukungan dari seluruh OPD. Untuk akan dibuka pertemuan yang lebih luas lagi, agar bisa dipaparkan apa yang akan kitlakukan untuk bisa mempertahankan Swasti Saba Wistara yang kedua. Dengan begitu kita bisa melihat apa yang menjadi potensi dari masing-masing OPD yang bisa didistribusikan,” tegas La Ode Ahmad Monianse, Senin 7 Maret 2022, dalam pertemuan Forum Kota Sehat bersama seluruh pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kota Baubau.

Menurut La Ode Ahmad Monianse dengan keterlibatan seluruh OPD, energi yang akan dikerahkan Forum Kota Sehat menjadi lebih ringan untuk bisa meraih kembali penghargaan Swasti Saba Wistara. Masing-masing OPD akan bekerja maksimal sesuai dengan format penilaian, dengan  memperhatikan tatanan yang ada. Poin yang hendak disampaikan La Ode Ahmad Monianse adalah rencana kerja yang sistematis, terkoordinasi, dan terstruktur, termasuk pula item pembiayaannya.

Kata La Ode Ahmad Monianse, penyesuaian dengan anggaran yang tersedia dapat dilakukan dengan menetapkan skala prioritas. Seperti juga prioritas untuk meraih kembali Swasti Saba Wistara, sebagai satu kebanggaan kebanggan tersendiri bagi pemerintah daerah bersama seluruh masyarakat Kota Baubau.

Pencapaian Kota Baubau selama dua tahun terakhir terus meningkat. Terlihat dari prestasi yang diperoleh, mulai dari penghargaan Padapa, selanjutnya Wiwerda. Tahun 2021 Kota Baubau menjadi satu-satunya daerah yang meraih penghargaan Swasti Saba Wistara (Level Nasional), mewakili Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Sebagai Kota Sehat, Baubau berada pada level kategori tertinggi, atas kerja keras serta kolaborasi yang baik lintas sektor,  yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan predikat dan prestasi Baubau sebagai Kota Sehat. Hingga berhasil meraih predikat Swasti Saba Wistara tingkat Nasional tahun 2021. Baubau memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditentukan dalam penilaian, yakni persentase cakupan Stop Buang Air Besar Sembarangan minimal 60 %. Juga tahapan penting lainnya. Negeri Sara Pataanguna berhasil lolos verifikasi dokumen, dan lapangan oleh Tim Pembina kabupaten/kota sehat dari pusat. 

Penghargaan Swasti Saba Wistara ini merupakan anugerah tertinggi untuk Kabupaten/Kota Sehat menurut Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri. Penghargaan ini diselenggarakan setiap dua tahun sekali dengan tiga kategori tingkatan, dari yang terendah yaitu Padapa, Wiwerda, hingga yang tertinggi, Wistara.

Penghargaan ini juga merupakan apresiasi kepada Kabupaten/Kota yang berhasil membebaskan Desa/Kelurahan dari perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS), atau telah dinyatakan ODF (Open Defecation Free).

Ungkapan rasa syukur, rasa terima kasih atas kolaborasi dan perjuangan masyarakat Kota Baubau dalam meningkatkan predikat Kota Sehat.

”Alhamdulillah tahun ini ada progress pencapaian kesehatan di Kota Baubau. Kota Baubau mewakili Sulawesi Tenggara di level nasional, setelah dalam beberapa tahun terakhir ini dari Padapa, Wiwerda dan akhirnya Swasti Saba wistara,” ucap Ketua Tim Akselerasi Kota Baubau Sehat, Dr. Dahrul Dahlan, M.Si.

TAMPIL MANIS ditingkat nasional, meraih prestasi predikat Kota Sehat ini merupakan buah kerja bersama dan kolaborasi semua elemen masyarakat, komunitas. Termasuk Forum Kota Sehat dan PKK Kota Baubau, dengan tiga prinsip, yakni kolaborasi, inovasi dan berkelanjutan.
Kota Baubau meraih penghargaan Swastisaba Wistara karena dinilai berhasil melaksanakan lima tatanan/kawasan sehat yaitu, kawasan permukiman, sarana dan prasarana umum, kawasan pariwisata sehat, kehidupan masyarakat yang mandiri, ketahanan pangan dan gizi, serta kawasan sarana lalu lintas tertib dan pelayanan transportasi.

Kunci keberhasilan Kota Baubau adalah inovasi, Kota Baubau sukses membangun Kampung Tematik di setiap Kelurahan. Dari 43 Kelurahan yang ada di Kota Baubau, nantinya ditahun 2022 setiap Kelurahan memiliki minimal satu Kampung Tematik.

Bukan actor tunggal, Pemerintah Kota Baubau juga melibatkan lembaga-lembaga kemasyarakatan, dan telah berkolaborasi dengan komunitas-komunitas yang ada di Kota Baubau, seperti Kota Layak Anak, Kota Peduli HAM dan Pemuda.

Untuk kelembagaan masyarakat, terdapat di dalamnya, Forum Kota Sehat, Forum Komunikasi Kecamatan, dan Pokja-Pokja Kelurahan yang berfungsi memotivasi dan mengadvokasi masyarakat untuk menyelenggarakan Kota Sehat dari tingkat bawah hingga atas.

Membangun Kampung Tematik merupakan salah satu strategi Forum Kota Sehat. Selain Kampung Tematik, Forum Kota Sehat juga sudah bergabung dengan 70 komunitas. Harapan kedepannya, juga ada CSR dari perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Baubau. Misalnya, Kampung Tematik PELNI. Selain itu dibutuhkan komitmen yang kuat dari masyarakat, perlu didukung dengan komitmen masyarakat Baubau yang kuat dan berkelanjutan. Karena tanpa itu semua, Pemerintah Kota Baubau tidak akan mampu mempertahankan apa yang telah dicapai saat ini.

Bukan kali pertama Kota pemilik benteng terluas di dunia ini diberi apresiasi oleh Pemerintah Pusat sebagai Kota Sehat. Dalam perjalanannya, sejak 2017, Kota Baubau telah diberi penghargaan Kota Sehat klasifikasi Padapa (Pemantapan) oleh Kemenkes RI. Selanjutnya 2019, tersemat predikat Kota Sehat kategori Wiwerda (Pembinaan). Dan tahun 2021 berhasil meraih penghargaan Swasti Saba Wistara (Pengembangan).

Upaya memperoleh predikat Wistara ini, terdapat lima tatanan Kota Baubau Sehat 2021, sebagai berikut:

  1. Kawasan Permukiman, Sarana Dan Prasarana Umum Berada di Kecamatan Batupoaro di RT 18/RW 005 Inovasi ‘Kawasan Tanpa Asap Rokok’. Selanjutnya di Kecamatan Wolio RT 01/RW 006 Inovasi ‘Kampung Pelni’.
  2. 2. Pariwisata Sehat di Kecamatan Murhum lingkungan Baluwu Jaraijo Inovasi ‘Kampung Budaya dan Wisata’.
  3. Kehidupan Masyarakat sehat dan mandiri terletak di Kecamatan Murhum Inovasi ‘Kampung KB’, di Kecamatan Wolio RT 002 Kelurahan Batulo terdapat ‘Kampung Ramah Anak’ begitupun di Batupoaro RT 001 Kelurahan Kaobula juga terdapat ‘Kampung Ramah Anak’.
  4. Ketahanan Pangan dan Gizi terdapat di Kecamatan Bungi Kelurahan Ngkaring-ngkaring berupa ‘Kampung Pangan’.
  5. Transportasi Sehat di Kecamatan Kokalukuna mengandalkan Terminal Warumusio dengan tema ‘Kawalingka Warumusio’.

Kelurahan Ber-Inovasi

Program One Village One Innovation atau satu kelurahan satu inovasi adalah salah satu program yang didorong Forum Kota Sehata guna mempertahankan predikat Kota Sehat. Program ini dipandang efektif dalam keberlanjutan mempertahankan, serta meraih kembali penghargaan Swasti Saba Wistara II tahun 2023 mendatang. Mewujudkan komitmen pembangunan Kota Sehat secara berkelanjutan.

“Setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pemerintah ditingkat Kelurahan, akan berkolaborasi membentuk kampung inovasi. Konsepnya berbasis wilayah, bukan terfokus pada satu lorong saja, melainkan, minimal satu Rw atau satu RT,” diungkapkan Ketua Tim Akselerasi Kota Baubau Sehat, Dr. Dahrul Dahlan, MSi.

Harapannya, dalam program satu kelurahan satu inovasi ini, OPD dan pemerintah ditingkat Kelurahan berkolaborasi secara maksimal. Untuk mendukung program Kota Sehat dan kampung inovasi, sebagian dana Kelurahan dapat dipergunakan untuk pengembangan kawasan inovasi, sesuai dengan pontensi wilayah.

Rapat koordinasi memantapkan kesiapan Kota Baubau mempertahankan Swasti Saba Wistara, dipimpin La Ode Ahmad Monianse, dihadiri Forum Kota Sehat, Bappeda, dan pimpinan OPD.

Penghargaan Sehat 36 Kabupaten/Kota se- Indonesia

Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan apresiasinya. Berbagai inovasi, kemandirian, dan kerja aktif yang dilakukan setiap daerah berbuah hasil. Sehingga, sejumlah Kota/Kabupaten meraih penghargaan Swasti Saba.

“Selamat kepada Kota/Kabupaten yang mendapatkan penghargaan. Ini hasil kerja keras Bapak dan Ibu beserta semua unsur yang ada didalamnya,” ucap Dante Saksono Harbuwono.

Para kepala daerah dinilai telah melakukan kerja nyata, terutama dalam mewujudkan Indonesia sehat. Pemenang hari ini, harus memberikan spirit yang lebih untuk memajukan Indonesia lebih sehat.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melalui Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat memberikan penghargaan kabupaten/kota sehat, Rabu 17 November 2021. Sebagai  wujud apresiasi atas kondisi kabupaten/kota yang bersih, aman, nyaman, dan sehat untuk dihuni.

Kabupaten/Kota sehat merupakan modal dasar untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang menjadi idaman bagi setiap penduduk di setiap daerah. Pemberian penghargaan Kabupaten/Kota Sehat tahun 2021 dilaksanakan oleh pemerintah pusat sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan kepada masyarakat

Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat bertujuan untuk mendorong terwujudnya kondisi Kabupaten/Kota yang bersih, aman, nyaman dan sehat untuk dihuni. Kabupaten/Kota Sehat juga sebagai tempat bekerja bagi warga dengan cara terlaksananya berbagai program-program kesehatan dan sektor lain sehingga dapat meningkatkan sarana, produktivitas, dan perekonomian masyarakat.

Penyelenggaraan program Kabupaten/Kota Sehat melibatkan banyak lintas sektor dan lintas program melalui tatanan dalam Kabupaten/Kota Sehat.

Ada 7 tatanan Kabupaten/Kota Sehat, antara lain ; Kawasan Pemukiman Sarana dan Prasarana Umum, Kawasan Tertib Lalu Lintas dan Sarana Pelayanan Transportasi, Kawasan Industri dan Perkantoran Sehat, Kawasan Pariwisata Sehat, Ketahanan Pangan dan Gizi, Kehidupan Masyarakat Sehat yang Mandiri, Serta Kehidupan Sosial yang Sehat.

Dengan terwujudnya tatanan-tatanan tersebut yang sesuai dengan standar akan mendukung pembangunan berwawasan Kesehatan sebagai modal tercapainya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.

Terdapat 36 kabupaten/kota peraih penghargaan sehat tersebut antara lain ;

25 Kabupaten/Kota peraih penghargaan Swasti Saba Wistara, yakni

1. Kota Padang Panjang

2. Kabupaten Sukabumi

3. Kota Semarang

4. Kabupaten Banyuwangi

5. Kabupaten Ngawi

6. Kabupaten Ponorogo

7. Kabupaten Lamongan

8. Kabupaten Gresik

9. Kota Blitar

10. Kota Tomohon

11. Kabupaten Pinrang

12. Kabupaten Soppeng

13. Kabupaten Bantaeng

14. Kabupaten Barru

15. Kabupaten Wajo

16. Kabupaten Luwu

17. Kabupaten Gowa

18. Kabupaten Takalar

19. Kabupaten Sinjay

20. Kabupaten Jeneponto

21. Kabupaten Enrekang

22. Kabupaten Luwu Timur

23. Kabupaten Pare-Pare

24. Kota Baubau

25. Kabupaten Palopo

4 Kabupaten/Kota peraih penghargaan Swasti Saba Wiwerda:

1. Kabupaten Tebo

2. Kota Pangkal Pinang

3. Kabupaten Sumedang

4. Kabupaten Nganjuk

7 Kabupaten/Kota peraih penghargaan Swasti Saba Padapa:

1. Kabupaten Lampung Selatan

2. Kabupaten Bandung

3. Kabupaten Majalengka

4. Kota Sukabumi

5. Kabupaten Tegal

6. Kabupaten Boyolali

7. Kabupaten Banjar

Penghargaan Bagi Pelaku Usaha

Kementerian Kesehatan juga memberikan penghargaan penerapan protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian COVID-19 serta inovasi pada tempat pengelolaan pangan (TPP). Sebanyak 135 TPP masuk ke dalam nominasi yang terdiri dari 37 jasa boga, 51 restoran, 40 restoran hotel, dan 7 sentra pangan jajanan atau kantin. Hasil seleksi akhir ditentukan 3 TPP dari setiap kategori.

Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Dante Saksono Harbuwono mengatakan, pemberian penghargaan kabupaten/kota sehat dan TPP merupakan salah satu bentuk apresiasi kepada kabupaten/kota yang telah menerapkan berbagai macam inovasi, kemandirian, dan bentuk kerja aktif.

“Itu adalah hasil kerja keras bukan semata-mata yang diselenggarakan dalam satu atau dua minggu saja tapi penghargaan yang sudah dikerjakan selama bertahun-tahun sebelumnya,” kata Dante Saksono Harbuwono.

Walaupun terkendala COVID-19, lanjut Dante, masing-masing daerah peraih penghargaan telah membuktikan bahwa rekonsiliasi dan kerja sama di bidang kesehatan telah dilakukan dengan baik di tingkat daerah. Ini menjadi motivasi ke depan untuk kabupaten/kota yang belum mendapatkan penghargaan. Hal ini memberikan spirit yang lebih dalam meningkatkan kesehatan di wilayah masing-masing. (Red)

Komentar