Siswa SMKN 2 Baubau Uji Empat Pilar, Amirul Tamim Jawab Isu Korupsi dan Aspal Buton
Baubau
Suasana Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar Anggota DPD RI Dapil Sulawesi Tenggara, MZ Amirul Tamim, di SMKN 2 Baubau berlangsung berbeda dari biasanya. Alih-alih hanya menerima materi, para siswa justru melontarkan sejumlah pertanyaan kritis mengenai implementasi nilai-nilai kebangsaan, mulai dari maraknya korupsi, pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945, hingga belum optimalnya pemanfaatan Aspal Buton untuk kesejahteraan masyarakat.
Diskusi yang berlangsung interaktif itu memperlihatkan tingginya kepedulian pelajar terhadap persoalan kebangsaan dan tata kelola pemerintahan.

Siswa Soroti Maraknya Korupsi
Salah satu pertanyaan yang paling menyita perhatian datang dari seorang siswa yang mempertanyakan mengapa praktik korupsi masih terus terjadi, padahal Indonesia telah memiliki pedoman berbangsa melalui Empat Pilar Kebangsaan.
“Kalau kita sudah memiliki Empat Pilar Kebangsaan, mengapa hampir setiap hari masih ada pejabat negara yang ditangkap karena korupsi? Mengapa nilai-nilai itu belum tercermin dalam penyelenggaraan negara?” tanya seorang siswa.
Pertanyaan tersebut mendapat apresiasi dari Amirul Tamim.
“Saya melihat pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan siswa sangat kritis. Mereka mempertanyakan mengapa kita sudah memiliki Empat Pilar Kebangsaan, tetapi korupsi masih terus terjadi. Ini menunjukkan mereka mengikuti perkembangan bangsa dan memiliki kepedulian terhadap masa depan negara,” ujar Amirul.

Pertanyakan Implementasi Pasal 33 UUD 1945
Tidak hanya persoalan korupsi, para siswa juga mengangkat implementasi Pasal 33 UUD 1945 yang menyatakan bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Menurut para siswa, realitas yang mereka lihat belum sepenuhnya mencerminkan amanat konstitusi tersebut.
Mereka mencontohkan potensi Aspal Buton yang hingga kini belum dimanfaatkan secara maksimal, padahal dinilai mampu memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat Kepulauan Buton maupun Indonesia secara umum.

Amirul: Ini Tantangan Besar Bangsa
Menanggapi hal tersebut, Amirul Tamim mengatakan pertanyaan para siswa merupakan refleksi dari meningkatnya kesadaran konstitusional generasi muda.
“Anak-anak memahami isi Pasal 33 UUD 1945. Mereka mempertanyakan mengapa manfaat pengelolaan sumber daya alam belum sepenuhnya dirasakan masyarakat. Ini menjadi tantangan bagi negara dalam menghadirkan kesejahteraan melalui pengelolaan kekayaan alam,” katanya.
Menurut Amirul, sosialisasi Empat Pilar tidak boleh berhenti pada penyampaian materi, tetapi harus mampu membangun ruang dialog, sehingga generasi muda berani berpikir kritis sekaligus mencari solusi terhadap persoalan bangsa.
Ia berharap semangat kritis tersebut menjadi modal penting bagi pelajar untuk mengawal kehidupan demokrasi dan penyelenggaraan pemerintahan yang berintegritas.

Kepala SMKN 2 Baubau, Rusdy, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Sosialisasi Empat Pilar yang dilakukan anggota DPD RI MZ Amirul Tamim, yang dinilainya memberikan manfaat bagi warga sekolah.
Menurutnya, selain menyampaikan materi kebangsaan, Senator DPD RI Amirul Tamim juga membuka ruang dialog yang membuat para siswa lebih memahami nilai-nilai kebangsaan.
Kata Rusdy, keluarga besar SMKN 2 Baubau merasa terhormat mendapat kesempatan menjadi tuan rumah kegiatan Sosialisasi Empat Pilar. Dirinya bersama guru guru menyaksikan sendiri bagaimana senator DPD RI Amirul Tamim tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga berdiskusi langsung dengan anak didik.
“Siswa-siswa sangat antusias, sehingga mereka semakin tercerahkan terkait nilai-nilai Empat Pilar,” ujarnya.
Rusdy menambahkan, usai kegiatan bersama siswa, Amirul Tamim juga meluangkan waktu berdialog dengan para guru untuk mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi dunia pendidikan, khususnya pendidikan vokasi.









Komentar