Tinjau SMKN 2 Baubau, Amirul Tamim Siap Kawal Aspirasi Guru dan Modernisasi Fasilitas

Tinjau SMKN 2 Baubau, Amirul Tamim Siap Kawal Aspirasi Guru dan Modernisasi Fasilitas

Baubau

Anggota DPD RI Dapil Sulawesi Tenggara, MZ Amirul Tamim menegaskan komitmennya mengawal berbagai aspirasi dunia pendidikan setelah meninjau langsung kondisi fasilitas pembelajaran dan berdialog dengan kepala sekolah serta guru-guru SMKN 2 Baubau.

Dalam kunjungan tersebut, para guru menyampaikan harapan besar agar pemerintah memberi perhatian lebih terhadap modernisasi peralatan praktikum, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, hingga penataan sistem kesejahteraan guru yang dinilai masih menyisakan ketimpangan.

MZ Amirul Tamim meninjau ruang praktik pertukangan kayu SMKN 2 Baubau

Fasilitas Praktikum Belum Mengikuti Perkembangan Teknologi

Saat meninjau ruang praktik, Amirul menemukan sebagian besar peralatan masih merupakan bantuan pemerintah sejak dekade 1990-an.

MZ Amirul Tamim meninjau bengkel otomotif SMKN 2 Baubau

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan perlunya investasi baru agar pendidikan vokasi mampu mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia industri.

“Dulu sekolah ini memperoleh bantuan peralatan yang sangat baik pada zamannya. Tetapi setelah itu hampir tidak ada lagi pembaruan. Padahal perkembangan teknologi sangat cepat sehingga fasilitas pendidikan juga harus ikut berkembang,” kata Amirul, Sabtu 1 Agustus 2026.

Para guru SMKN 2 Baubau menyampaikan aspirasi secara langsung kepada senator MZ Amirul Tamim

Guru Harapkan Modernisasi dan Peningkatan Kompetensi

Dalam dialog bersama Amirul, para guru menyampaikan sejumlah harapan, antara lain pengadaan alat praktikum modern, peningkatan kompetensi melalui pendidikan lanjutan dan pelatihan, serta dukungan program sertifikasi yang lebih merata.

Seorang guru SMKN 2 Baubau mengatakan peningkatan kualitas guru harus berjalan beriringan dengan pembaruan fasilitas sekolah.

“Kami berharap pemerintah memperhatikan kebutuhan alat praktikum yang sesuai perkembangan industri. Guru juga memerlukan pelatihan dan peningkatan kompetensi agar mampu menghasilkan lulusan yang siap bersaing,” ujar salah seorang guru.

Keakraban senator MZ Amirul Tamim dengan guru guru SMKN 2 Baubau karena memoar kepemimpinan visioner sang Bapak Pembangunan 

Soroti Ketimpangan Status dan Kesejahteraan Guru

Persoalan lain yang mencuat adalah masih adanya empat kategori tenaga pendidik, yakni PNS, PPPK, guru paruh waktu, dan guru honorer yang diangkat sekolah.

Menurut Amirul, perbedaan status tersebut berdampak terhadap kesejahteraan, kesempatan memperoleh sertifikasi, hingga suasana kerja di sekolah.

“Empat kategori guru menjalankan tugas yang sama untuk mendidik anak-anak bangsa. Namun hak dan kesejahteraan yang diterima berbeda. Kondisi seperti ini perlu dievaluasi agar tercipta iklim kerja yang sehat,” ujarnya.

Ia juga menilai syarat minimal 24 jam mengajar untuk memperoleh tunjangan sertifikasi perlu dikaji ulang, karena tidak semua guru memiliki kesempatan memenuhi ketentuan tersebut.

Komitmen Kawal Aspirasi Pendidikan

Amirul Tamim menegaskan, seluruh aspirasi yang disampaikan kepala sekolah dan para guru akan menjadi bagian dari perjuangannya di tingkat nasional.

Menurutnya, penguatan pendidikan vokasi harus didukung oleh kebijakan yang berpihak pada peningkatan kualitas fasilitas, pengembangan kompetensi guru, serta sistem kesejahteraan yang lebih adil.

“Saya akan mengawal berbagai aspirasi yang disampaikan hari ini. Pendidikan vokasi memerlukan dukungan nyata, baik dari sisi sarana-prasarana, peningkatan kualitas guru, maupun kebijakan yang mampu menciptakan iklim pendidikan yang sehat, demi menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Amirul.

Ia berharap, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan, dapat mempercepat peningkatan kualitas SMK sebagai pencetak tenaga kerja terampil yang siap menghadapi tantangan industri masa depan.

Kepala SMKN 2 Baubau, Rusdy, mengungkapkan bahwa kunjungan Amirul Tamim ke sejumlah bengkel praktik menjadi kesempatan bagi sekolah untuk menyampaikan kondisi riil pendidikan vokasi yang dihadapi saat ini.

“Beliau melihat langsung bahwa sebagian besar peralatan praktik di bengkel SMKN 2 Baubau sudah cukup lama dan tidak lagi sepenuhnya sesuai dengan perkembangan kebutuhan industri. Kami berharap kondisi ini dapat menjadi perhatian, sehingga pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dapat memberikan dukungan dalam pengadaan peralatan yang lebih modern,” katanya.

Selain persoalan sarana praktik, pihak sekolah juga menyampaikan aspirasi terkait masih terbatasnya jumlah guru produktif di SMK.

“Kami juga menyampaikan persoalan kekurangan guru produktif. Harapan kami, pemerintah pusat dapat kembali membuka program pendidikan khusus bagi calon guru produktif SMK, seperti yang pernah ada pada masa lalu. Program tersebut terbukti mampu menghasilkan guru-guru berkualitas, dan kini sebagian besar alumninya sudah memasuki masa pensiun. Kami berharap Bapak Amirul dapat menyuarakan aspirasi ini di tingkat pusat,” ujarnya.

Komentar