Bappenas Perkuat Infrastruktur Strategis Baubau

Bappenas Perkuat Infrastruktur Strategis Baubau

Baubau

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (Bappenas RI) menegaskan komitmennya mempercepat pembangunan dan penguatan infrastruktur strategis di Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara, melalui sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat konektivitas, meningkatkan daya saing investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan berbasis transportasi, perdagangan, dan sektor perikanan.

Komitmen itu disampaikan Koordinator Transportasi Jalan dan Transportasi Multimedia Bappenas RI, Ahmad Zainuddin, usai rapat koordinasi bersama Pemerintah Kota Baubau, membahas penyelarasan kebijakan pembangunan nasional dengan prioritas pembangunan daerah.

Koordinator Transportasi Jalan dan Transportasi Multimedia Bappenas RI, Ahmad Zainuddin

Sinergi Pusat dan Daerah Menjadi Kunci

Ahmad Zainuddin mengatakan, keberhasilan program prioritas nasional tidak dapat dilepaskan dari kesiapan pemerintah daerah dalam menyusun perencanaan, menyiapkan lahan, hingga memenuhi seluruh persyaratan administrasi.

“Kami bersama Pak Wali Kota melakukan sharing session mengenai kebijakan di pusat agar bisa inline dengan yang ada di daerah. Program prioritas Presiden tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan pemerintah daerah. Karena itu tugas kami adalah menyinergikan kebijakan pusat dengan daerah, sehingga program strategis dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Menurutnya, semakin siap pemerintah daerah, semakin besar peluang berbagai program strategis memperoleh dukungan pemerintah pusat.

Baubau Dinilai Memiliki Posisi Sangat Strategis

Ahmad menilai Baubau memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang kawasan Kepulauan Buton karena didukung keberadaan pelabuhan dan bandar udara.

“Baubau memiliki potensi sebagai wilayah yang cukup strategis. Pelabuhan dan bandara menjadi pintu masuk wilayah Buton, sehingga memiliki peran penting dalam pengembangan kawasan,” katanya.

Pemerintah pusat, lanjutnya, telah menyiapkan program penguatan bandar udara pada tahun mendatang, termasuk peningkatan sisi udara serta rencana perpanjangan landasan pacu (runway).

“Tahun depan ada program penguatan sisi runway, termasuk rencana perpanjangan landasan. Saya mendapat informasi pemerintah daerah siap mendukung pembebasan lahan. Kalau daerah mendukung, pemerintah pusat akan masuk melalui program tersebut. Selain itu, penanganan jalan juga akan mendapat dukungan pemerintah,” jelasnya.

Infrastruktur Menjadi Magnet Investasi

Selain pembangunan infrastruktur transportasi, Ahmad menilai Baubau memiliki peluang berkembang menjadi pusat jasa, perdagangan, hingga industri pengolahan hasil perikanan.

“Baubau jangan hanya menjadi tempat menjual barang dari daerah lain. Yang lebih penting adalah bagaimana mengembangkan produk lokal agar memiliki nilai tambah, sehingga ekonomi masyarakat tumbuh dan kesejahteraan meningkat,” katanya.

Ia juga menilai sektor pangan di wilayah perkotaan tidak hanya bertumpu pada produksi padi, tetapi juga potensi pangan akuatik yang dimiliki Baubau.

“Pangan itu tidak hanya padi. Untuk daerah kota seperti Baubau, potensi terbesar justru berada pada pangan akuatik, terutama sektor perikanan. Itu yang harus dikembangkan,” ujarnya.

Bappenas Dorong Baubau Jadi Hub Industri Perikanan

Ahmad melihat peluang besar Baubau menjadi pusat distribusi sekaligus industri pengolahan hasil laut di kawasan timur Indonesia. Menurutnya, kesiapan jalan, pelabuhan, bandara, serta kawasan industri akan menjadi faktor utama dalam menarik investasi.

“Investor biasanya melihat kesiapan infrastruktur seperti jalan, pelabuhan, dan bandara. Baubau sebenarnya sudah memiliki semuanya. Tinggal menyiapkan kawasan industri yang dekat dengan pelabuhan, agar investor dapat membangun pabrik pengolahan di sini,” katanya.

Ia juga mendorong pengembangan fasilitas kargo udara, agar komoditas perikanan bernilai tinggi dapat dipasarkan lebih cepat ke berbagai daerah maupun pasar ekspor.

Wakil Walikota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu

Wakil Wali Kota: Baubau Siap Menjadi Pusat Pertumbuhan Baru

Menanggapi hasil pertemuan tersebut, Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu, mengatakan kunjungan tim Bappenas menjadi momentum penting untuk memetakan berbagai potensi unggulan yang dimiliki Kota Baubau.

Menurutnya, pemerintah pusat melihat sejumlah sektor yang berpotensi menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah, terutama sektor perikanan yang kini mulai menjadi fokus pengembangan Pemerintah Kota Baubau.

“Tim Bappenas datang untuk meng-capture seluruh potensi Kota Baubau. Potensi yang sudah terlihat inilah yang akan terus kita dorong agar menjadi tulang punggung pembangunan ekonomi daerah, khususnya sektor perikanan yang saat ini mulai kami percepat pengembangannya,” ujar Hamsinah.

Ia menjelaskan, selain sektor perikanan, pembahasan juga mencakup sektor kesehatan, pendidikan, pertanian, hingga transportasi sebagai fondasi pembangunan jangka panjang.

Bandara dan Pelabuhan Jadi Prioritas Penguatan

Hamsinah mengungkapkan, salah satu agenda kunjungan tim Bappenas adalah meninjau langsung Bandara Betoambari, yang telah mengusulkan perpanjangan landasan pacu kepada pemerintah pusat.

Menurutnya, peningkatan kapasitas bandara tidak hanya bertujuan melayani pesawat berukuran lebih besar, tetapi juga menekan biaya logistik melalui pengembangan layanan kargo udara.

“Kalau bandara sudah mampu didarati pesawat yang lebih besar, manfaatnya bukan hanya bagi penumpang, tetapi juga terhadap biaya distribusi barang. Kargo udara akan menjadi lebih efisien, sehingga mampu mendukung pengembangan industri dan perdagangan di Baubau,” katanya.

Selain transportasi udara, lanjut Hamsinah, sektor pelabuhan juga menjadi perhatian karena Baubau memiliki posisi strategis sebagai simpul distribusi barang di kawasan Kepulauan Buton.

Hilirisasi Rumput Laut dan Ekspor Jadi Fokus

Wakil Wali Kota menambahkan, pemerintah daerah juga tengah mendorong hilirisasi komoditas rumput laut yang selama ini menjadi salah satu kekuatan ekonomi kawasan. Menurutnya, Baubau tidak hanya mengandalkan produksi lokal, tetapi juga menjadi pusat pengumpulan hasil rumput laut dari berbagai daerah sekitar sebelum dipasarkan.

“Hilirisasi rumput laut harus mulai kita dorong. Pemerintah Kota juga telah menyiapkan sejumlah proyek investasi yang siap ditawarkan kepada investor, agar pengolahan hasil laut dapat dilakukan di Baubau dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyebut aktivitas ekspor melalui Pelabuhan Baubau telah berjalan, dan diharapkan terus berkembang dengan komoditas yang semakin beragam.

Berpeluang Mendapat Dukungan Anggaran Jalan

Hamsinah mengungkapkan, konsultasi dengan Bappenas juga membahas peluang dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan infrastruktur jalan di Kota Baubau. Menurutnya, kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut komunikasi yang telah dibangun sebelumnya dengan pemerintah pusat.

“Insya Allah ini menjadi follow up yang baik. Untuk tahun anggaran mendatang, Kota Baubau berpeluang memperoleh alokasi anggaran yang cukup besar untuk perbaikan jalan. Tentu kami berharap dukungan ini dapat memperkuat konektivitas, dan mendorong percepatan pembangunan daerah,” katanya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Baubau akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat agar berbagai program strategis dapat direalisasikan secara bertahap.

Infrastruktur Diharapkan Dongkrak Ekonomi Kawasan

Melalui penguatan infrastruktur transportasi, peningkatan konektivitas logistik, pengembangan kawasan industri, serta hilirisasi sektor perikanan, Pemerintah Kota Baubau bersama Bappenas berharap daerah ini mampu tumbuh sebagai salah satu pusat ekonomi baru di kawasan timur Indonesia. Sinergi pemerintah pusat dan daerah dinilai menjadi fondasi utama untuk menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan, memperluas investasi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Komentar