Jasmin
Kasamea.com Baubau
Dengan segala kerendahan hati, penuh rasa hormat, Pemuda di Kepulauan Buton (Kepton) yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Demokrasi Kota Baubau (Alpdem Baubau) meminta Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi SH agar serius dalam menindaklanjuti usulan pembentukan Provinsi Kepton.
Terus memantau perkembangan informasi tentang pembentukan daerah otonomi yang saat ini terbentur kebijakan moratorium Pemerintah Pusat, Alpdem Baubau menilai, usulan pembentukan Provinsi Kepton masih tanda tanya besar. Publik, khususnya masyarakat di wilayah Kepton, yakni Kota Baubau, Kabupaten Buton, Buton Selatan, Buton Tengah, Buton Utara, juga Wakatobi, mempertanyakan realisasi, atau progres usulan Kepton, yang tak lepas dari salah satu isu yang digaungkan dalam janji kampanye saat Pemilihan Gubernur Sultra lalu.
“Masyarakat Kepton butuh langkah konkrit bapak Gubernur, baik administratif maupun politis. Sebab terbentuknya Provinsi Kepton sudah sejak lama sangat didambakan masyarakat. Ini aspirasi yang kuat dan mayoritas, yang sudah seharusnya menjadi fokus perhatian Bapak Gubernur,” kata Jasmin, Ketua Alpdem Baubau.
Hingga saat ini, lanjut Jasmin, pihaknya belum mengetahui secara pasti, apakah Gubernur Sultra telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) tentang pembentukan Provinsi Kepton, baik SK Panitia Khusus Pembentukan Provinsi Kepton, atau SK lainnya yang relevan dengan hajatan mulia ini. Berkaitan dengan langkah konkrit, sebagai bentuk keseriusan Gubernur Sultra.
“Masyarakat juga perlu mengetahui bentuk keseriusan Bapak Gubernur. Jangan sampai pembentukan Provinsi Kepton ini hanya dijadikan isu, terus menjadi obyek menguntungkan bagi kelompok tertentu saja,” tegasnya.
Jasmin menyinggung, adanya informasi tentang delapan usulan Provinsi baru di Indonesia, yang siap dimekarkan, dan tak lama lagi akan disahkan oleh Pemerintah Pusat. Dari delapan Provinsi baru tersebut, Kepton tidak termasuk didalamnya.
“Kami sebagai generasi muda dan secara khusus sebagai keterwakilan Lembaga, meminta dengan tegas langkah kongkrit Pemprov Sultra, sebagai tolak ukur keseriusan Bapak Gubernur dalam menindaklanjuti usulan pembentukan Provinsi Kepton,” tutur Jasmin, Sabtu (9/4) petang.
Jasmin berharap, pembentukan Provinsi Kepton tak hanya dijadikan ajang memuluskan kepentingan segelintir elit. Tetapi harus benar-benar menjadi Nawacita semua elemen diseluruh jazirah Negeri Seribu Benteng. Terlebih, bagi para Kepala Daerah yang berada dalam wilayah cakupannya.
[Red]









Komentar