Kandidat Direktur Dua Perumda Baubau Unjuk Mumpuni

Baubau

 

Tiga kandidat direktur perusahaan umum daerah (Perumda) Air Minum Tirta Semerbak Molagina (TSM), dan tiga kandidat direktur Perumda Polima, unjuk mumpuni dihadapan Tim Uji Kepatutan dan Kelayakan (UKK), dalam sesi presentasi makalah dan wawancara, di meeting room kantor Walikota Baubau, Minggu 14 Desember 2025.

Mumpuni dalam KBBI berarti kemampuan dalam melaksanakan tugas dengan baik, penguasaan keahlian, kecakapan, dan keterampilan yang tinggi – kualifikasi profesional, mutu diri unggul, dan mampu membawa perubahan positif.

 

Kandidat direktur Perumda Air Minum TSM yang hadir: Joni Munadi Awal SE, Arman Jaya SE, Roslan ST. Kandidat direktur Perumda Polima yang hadir: La Ode Endang ST, Asri Alhadi, Abdul Rajif Supu SPd.

 

Tim UKK Perumda Air Minum TSM antara lain: Ketua, Dr H Sudjiton SE MM, Prof Dr Drs Andi Tenri Msi, Dr Ir H Sunaryo Mulyo MT, Mohamat Abduh STP Msi, Ria Safaria Spsi MPSi.

Tim UKK Perumda Polima antara lain: Dr H Sudjiton SE MM, Prof Dr Drs Andi Tenri Msi, Muhammad Asri Ampu, Mohamat Abduh STP Msi, Ria Safaria Spsi MPSi.

 

Sudjiton mengatakan, tahapan UKK pihaknya menilai para calon direktur harus lebih komprehensif memiliki kompetensi dan kapasitas. Utamanya kapasitas leadership dengan kecakapan yang lebih luas, serta kemampuan dalam menguasai persoalan.

“Maka itu kita pancing tadi bagaimana seseorang itu bisa menggunakan Analisis SWOT. Apa tantangan dan peluang kedepan, apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan internal, dari cara pandang dia seperti itu, kita nilai kemampuan dia sebagai leader,” ucapnya.

 

Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis untuk mengevaluasi kekuatan (Strengths), kelemahan (Weaknesses), peluang (Opportunities), dan ancaman (Threats) suatu organisasi atau proyek, dengan tujuan mengidentifikasi faktor internal (kekuatan, kelemahan) dan eksternal (peluang, ancaman), untuk membantu merumuskan strategi yang efektif.

 

 

Selain itu , kata Sudjiton, pihaknya juga menilai hal-hal menyangkut teknis, dimana seorang leader harus komprehensif. Harus mampu menganalisa, berfikir jauh kedepan tentang pengembangan Perumda yang dipimpin. Mempunyai kemampuan manajerial untuk menatakelola “kedalam” manajemen Perumda.

“Tentu dia harus punya kemampuan leadership yang kuat, kemampuan manajerial yang kuat. Leadership adalah kemampuan untuk bagaimana menatakelola secara umum, yang tadi kami pancing dengan analisis swot, dia menangani faktor-faktor eksternal, kemudian kekuatan dan kelemahan secara internal,” ungkapnya.

Lanjut Sudjiton, kemampuan manajerial adalah kemampuan tata kelola secara kedalam, secara teknis. Sehingga dari umpan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan, penggalian melalui makalah yang telah dibuat oleh para kandidat direktur, kemudian dilakukan wawancara.

“Berikutnya lebih dalam lagi kita wawancarai, nanti akan kita dapatkan figur atau peserta yang memiliki kemampuan leadership dan manajerial,” tambahnya.

Sebelumnya, kata Sudjiton, para kandidat direktur juga telah melewati tahapan psikologis. Untuk dinilai, apakah yang bersangkutan tidak menyandang sesuatu, yang secara psikologis, tidak mampu menjalankan tugas leadership dan manajerial.

“Kita uji juga dengan pertanyaan secara tertulis. Yang menjadi aspek penilaian, terutama kemampuan berpikirnya, untuk menjawab pertanyaan. Disamping pertanyaan pilihan, ada essay yang juga dijawab oleh para peserta,” katanya.

Melalui makalah yang telah dibuat oleh para kandidat direktur, yang meliputi perencanaan bisnis, para kandidat direktur melakukan presentase. Tim UKK melakukan pendalaman melalui pertanyaan-pertanyaan, tentang pemahaman kandidat secara teknis.

“Berikutnya ada lagi pendalaman melalui wawancara secara detail, ada enam aspek yang kita gali tentang kemampuan masing-masing peserta. Jadi sangat komprehensif, tentu kita nanti lahirkan secara perengkingan tentu ya,” tambahnya.

Mantan birokrat senior yang terjun dalam dunia akademis ini, menyebutkan, Tim UKK hanya punya otoritas untuk memberikan penilaian, yang hasilnya akan diserahkan kepada Walikota Baubau.

“Dari peserta ini ada ranking satu, dua, tiga, baik di Perumda Polima maupun Perumda Air Minum TSM. Yang nanti menjadi otoritas pak Walikota, siapa diantara mereka yang layak,” sebutnya.

Kata Sudjiton, untuk Perumda Air Minum TSM hanya ada tiga pendaftar calon direktur. Untuk Perumda Polima ada lima pendaftar, tapi dua diantaranya tidak hadir.

“Jadi tiga-tiganya mau tidak mau dia harus lolos ke pimpinan, penilaian akhir disana. Pak walikota kan user (pengguna), kami hanya memberi nilai. Sehingga pasti ada perengkingan nilai, dari masing-masing peserta,” katanya.

Ditempat yang sama, Pelaksana Tugas Asisten II Sekretariat Daerah Kota Baubau, Mohamat Abduh STP Msi, yang juga bertindak sebagai salah seorang dari Tim Uji Kepatutan dan Kalayakan Calon Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Semerbak Molagina (TSM), Calon Direktur Perumda Polima, berharap, seleksi calon direktur dua Perumda di Kota Baubau, dapat segera tuntas. Sehingga kedua Perumda tersebut, dapat memberikan kontribusi nyata terhadap geliat serta pertumbuhan perekonomian di negeri Sara Patanguna ini.

Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Semerbak Molagina

Seperti diketahui, Perumda Air Minum Tirta Semerbak Molagina mejalankan fungsi melayani kebutuhan air minum masyarakat secara layak, sehat, dan berkesinambungan. Menjalankan fungsi sosial dan pelayanan publik, usaha milik daerah Kota Baubau ini menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan menjalankan bisnis yang sehat secara ekonomi, mengelola dan melestarikan sumber daya air, serta memperluas cakupan layanan untuk mendukung kesejahteraan dan pembangunan daerah.

Pelayanan publik dan fungsi sosial, menyediakan air bersih yang memenuhi syarat kualitas, kuantitas, dan kontinuitas untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, dengan mengutamakan pemerataan pelayanan dan aspek kesehatan, serta kesejahteraan masyarakat. Perusahaan ini mengelola dan mendistribusikan air minum melalui jaringan perpipaan, dari aspek ekonomi dan keuangan, menjadi sumber pendapatan daerah (PAD) bagi Pemerintah Kota Baubau, mengelola perusahaan secara sehat, efisien, dan profesional, agar mampu membiayai diri sendiri dan berkembang.

Mencari keuntungan (laba) sebagai bagian dari tujuan ekonomi, yang tetap mengutamakan fungsi sosial. Perumda Air Minum Tirta Semerbak Molagina mengelola sumber daya dan lingkungan, yang fokus pada perlindungan dan pelestarian sumber daya air baku secara berkelanjutan.

Dilansir beberapa sumber, terdapa aspek yang menjadi indikator Perumda Air Minum dikategorikan sehat, antara lain:

Aspek Keuangan, dimana perusahaan dinilai sehat secara finansial apabila mampu memiliki rasio keuangan yang baik, rasio lancar-rasio solvabilitas terkendali, tidak merugi dalam arti laba bersih positif atau tren kerugian menurun. Mampu menutupi biaya operasional dari pendapatan air, dengan tingkat penagihan rekening air tinggi, serta ketergantungan subsidi rendah atau terkelola dengan baik.

Kemudian dari aspek operasional, cakupan pelayanan meningkat dengan jumlah pelanggan yang bertambah, kontinuitas distribusi air baik, tingkat kehilangan air terkendali, serta kualitas air memenuhi standar kesehatan (sesuai Peraturan Menteri Kesehatan), produksi dan distribusi seimbang dengan kebutuhan pelanggan.

Dari aspek pelayanan pelanggan, sehatnya perusahaan juga diukur dari kepuasan masyarakat, dimana keluhan pelanggan rendah dan cepat tertangani dengan baik. Keluhan pelanggan rendah dan dapat ditangani secara cepat, waktu pemasangan sambungan baru yang relatif singkat, dengan informasi layanan yang transparan (mengenai tarif, gangguan, kualitas air), juga tarif air wajar, terjangkau, dan berkeadilan sosial.

Selanjutnya aspek sumber daya manusia (SDM), antaral lain jumlah pegawai proporsional (rasio pegawai per 1.000 pelanggan efisien), didukung kompetensi pegawai yang memadai melalui pelatihan rutin, dan sertifikasi, sistem manajemen SDM yang jelas dan profesional, serta budaya kerja akuntabel dan berorientasi layanan.

Aspek tata kelola dan kelembagaan, merupakan aspek krusial dalam penilaian sehat sebuah badan usaha milik daerah, yang meliputi struktur organisasi jelas dan efektif, Direksi dan Dewan Pengawas berfungsi optimal, dengan menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG); Transparansi, Akuntabilitas, Responsibilitas, Independensi, Kewajaran, hingga Kepatuhan terhadap regulasi (Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri, Peraturan Daerah).

Aspek lingkungan dan keberlanjutan, diwujudkan melalui pengelolaan sumber air baku berkelanjutan, perlindungan lingkungan dan daerah resapan, efisiensi energi dan pengurangan limbah, adaptif terhadap perubahan iklim.

Perusahaan Umum Daerah (Perumda) POLIMA

Dalam Peraturan Daerah Kota Baubau Nomor 1 Tahun 2020 tentang Perusahaan  Daerah POLIMA Kota Baubau, termaktub, bahwa Perumda POLIMA didirikan dengan maksud dan tujuan untuk pengelolaan asset milik Pemerintah Daerah Kota Baubau dan kegiatan usaha lain diberbagai bidang, dalam rangka mendorong pertumbuhan perekonomian daerah, dan sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah. Dalam melaksanakan maksud dan tujuan tersebut, Perumda POLIMA dikelola dan dibina berdasarkan asas demokrasi ekonomi dengan berpedoman pada prinsip ekonomi perusahaan yang efisien dan efektif.

Perumda POLIMA mempunyai divisi usaha dibidang pengelolaan asset Pemerintah Daerah Kota Baubau, dan usaha-usaha lain yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Divisi tersebut antara lain mengelola Pasar Wameo, Kawasan Kotamara dan Gedung Islamic Centre, Kawasan Pantai Kamali, pengelolaan Gedung Maedani, pengelolaan Kawasan Pelabuhan, divisi Usaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), dan divisi Pengelolaan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa).

Pengurus Perumda POLIMA antara lain Kuasa Pemilik Modal (KPM) yakni: Wali Kota Baubau – Dewan Pengawas yang terdiri dari unsur Pemerintah Daerah, Profesional dan Masyarakat – Direksi terdiri dari seorang Direktur Utama, dibantu oleh tujuh orang Manajer Divisi.

Anggota Dewan Pengawas diangkat untuk masa jabatan paling lama empat tahun dan dapat diangkat kembali untuk satu kali masajabatan. Sedangkan Direksi diangkat oleh Walikota dari unsur swasta, dan ditetapkan dengan Keputusan Walikota. Masa jabatan Direksi paling lama lima tahun, dan dapat diangkat kembali dalam satu kali periode.

Direksi mempunyai tugas pokok memimpin, menyusun, perencanaan, melaksanakan koordinasi dan mengendalikan semua kegiatan operasional Perusahaan Umum Daerah. Ketentuan lebih lanjut mengenai penjabaran tugas Direksi diatur dengan Peraturan Wali kota. Direksi dalam mengelola Perumda POLIMA mempunyai wewenang sebagai berikut: Mengelola dan mengamankan serta mengembangkan kekayaan Perusahaan Umum Daerah, Mengangkat dan memberhentikan Pegawai setelah mendapatkan persetujuan Wali kota, Menetapkan tata tertib Perumda POLIMA sesuai Peraturan Perundangundangan yang berlaku, Mewakili Perumda POLIMA baik didalam ataupun diluar pengadilan, dan apabila dipandang perlu dapat menunjuk satu orang kuasa atau lebih, untuk mewakili Perusahaan Umum Daerah.

Membeli atau menjual barang inventaris dengan cara mendapatkan atau melepaskan hak atas barang-barang inventaris milik Perusahaan Umum Daerah berdasarkan persetujuan Wali kota atas pertimbangan Dewan Pengawas, Menjaminkan sebagai agunan barang-barang milik Perusahaan Umum Daerah, dengan persetujuan Wali kota atas pertimbangan Dewan Pengawas, Mengadakan pinjaman atau perjanjian dengan Lembaga Keuangan serta Lembaga lain atas nama Perusahaan Umum Daerah berdasarkan persetujuan Walikota atas pertimbangan Dewan Pengawas. Juga Menyertakan modal kepada perusahaan/lembaga lain atas persetujuan Wali kota dengan pertimbangan Dewan Pengawas.

Direksi merupakan satu kesatuan pimpinan, yang dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, Direksi bertanggung jawab kepada Wali kota melalui Dewan Pengawas.

Direksi dilarang Memangku jabatan rangkap pada Perusahaan Umum Daerah, Bekerja pada perusahaan swasta, lembaga keuangan lainnya termasuk usaha sendiri yang sejenis dengan usaha Perusahaan Daerah, Mempunyai kepentingan pribadi secara langsung atau tidak langsung pada Perumda POLIMA atau perkumpulan lain dalam lapangan usaha yang bertujuan mencari laba. Memberi kuasa umum pada pihak lain yang mengakibatkan pengalihan tugas dan wewenang tanpa batas, Menjadi anggota dan/atau pengurus Partai Politik, Bertempat tinggal diluar daerah; dan Memanfaatkan aset Perumda POLIMA untuk kepentingan pribadi.

Peraturan Daerah Kota Baubau Nomor 1 Tahun 2025 tentang Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Semerbak Molagina

Bab II Perubahan Bentuk Badan Hukum, Nama, Logo, dan Tempat Kedudukan

Pasal  2 Perusahaan    Daerah  Air  Minum   Kota  Bau-Bau  yang   dibentuk   dengan  Peraturan Daerah    Nomor  9 Tahun    2003   tentang    Pendirian  Perusahaan   Daerah  Air  Minum Kota   Bau-Bau,   diubah   bentuk    badan    hukumnya  menjadi perusahaan   umum daerah.

Pasal  3 Perusahaan    umum    daerah    sebagaimana   dimaksud   dalam  Pasal   2  diberi   nama Perusahaan   Umum  Daerah   Air Minum Tirta  Semerbak  Molagina  Kota Baubau   yang selanjutnya   disebut  Perumda  Air Minum Tirta Semerbak    Molagina   Kota  Baubau.

Pasal  4 Ketentuan   mengenai   lambang   Perumda   Air   Minum    Tirta    Semerbak    Molagina ditetapkan  lebih  lanjut  dengan  Keputusan  Wali Kota.

Pasal  5 (1)   Perumda  Air Minum   Tirta  Semerbak    Molagina   Kota  Baubau  berkedudukan   di Daerah. (2)   Perumda    sebagaimana    dimaksud    pada    ayat    (1)  dapat   membentuk   anak perusahaan. (3) Pembentukan    anak     perusahaan     sebagaimana     dimaksud    pada     ayat     (2) ditetapkan  oleh  Direksi  setelah   mendapat  persetujuan   dari KPM.

Bab III Maksud dan Tujuan

Pasal  6 Maksud pembentukan   Perumda  Air Minum  Tirta  Semerbak  Molagina Kota  Baubau sebagai  penyesuaian   terhadap   peraturan   perundang-undangan    yang   lebih   tinggi untuk   meningkatkan     kinerja    Perumda  agar   menjadi  lebih   efektif,  efisien,    dan produktif.

Pasal  7 Tujuan   pembentukan   Perumda  Air Minum  Tirta  Semerbak  Molagina Kota  Baubau meliputi: a. memberikan pelayanan air  minum; b. mendorong pertumbuhan  perekonomian   Daerah;   dan c. memperoleh laba sebagai   salah   satu sumber pendapatan  asli  Daerah.

Bab IV Kegiatan Usaha dan Jangka Waktu Pendirian

Pasal  8 Kegiatan  usaha   Perumda   Air  Minum    Tirta    Semerbak   Molagina  Kota   Baubau meliputi: a. penyediaan air  minum   untuk   kebutuhan   masyarakat   dan  dunia  usaha; b. penyediaan air  minum   dalam   kemasan; dan c. pengembangan   usaha lainnya.

Pasal  9 Perumda   Air Minum  Tirta Semerbak  Molagina Kota Baubau  didirikan  untukjangka waktu tidak  terbatas.

Bab V Modaal

Pasal   10 ( 1)     Modal  Perumda  Air Minum Tirta  Semerbak    Molagina Kota  Baubau  merupakan kekayaan  Daerah   yang  dipisahkan  dan  tidak   terbagi   atas saham. (2)   Modal dasar   Perumda  Air Minum  Tirta  Semerbak  Molagina  Kota Baubau adalah sebesar   Rp400.000.000.000,00    (Empat   Ratus Milyar  Rupiah).(3)   Modal disetor    pada    saat    Peraturan    Daerah    ini   ditetapkan    adalah    sebesar kekayaan  Pemerintah  Daerah   yang   dipisahkan  sampai    dengan    31  Desember 2023  berdasarkan   hasil  audit.

BAB  VI Organ

Bagian   Kesatu Umum Pasal   11 ( 1)  Pengurusan   Perumda  dilakukan  oleh  Organ  Perumda. (2)   Organ  Perumda    sebagaimana   dimaksud  pada   ayat  (1) terdiri   atas: a. KPM; b. Dewan  Pengawas; dan c. Direksi.

Pasal  12 Setiap  orang  dalam   pengurusan   Perumda  sebagaimana  dimaksud  dalam   Pasal   11 ayat  (1) dilarang  memiliki hubungan   keluarga  sampai   derajat  ketiga   berdasarkan garis  lurus   ke atas,  ke  bawah,  atau   ke  samping,  termasuk   hubungan   yang  timbul karena   perkawinan.

Bagian Kedua KPM

Pasal   13 KPM tidak  bertanggungjawab   atas  kerugian  Perumda  jika  dapat   membuktikan:

  1. tidak mempunyai kepentingan  pribadi   baik  langsung  maupun   tidak  langsung;
  2. tidak terlibat dalam   perbuatan   melawan  hukum   yang  dilakukan oleh  Perumda; dan/atau 3. tidak terlibat   baik   secara    langsung   maupun    tidak    langsung  menggunakan kekayaan  Perumda    secara   melawan  hukum.

Pasal   14 (1)   Organ   Perumda  sebagaimana   dirnaksud  dalam   Pasal    11  ayat   (2)   melakukan rapat dalam    pengembangan     usaha     Perumda   Air   Minum    Tirta    Semerbak Molagina   Kota Baubau. (2)   Rapat   sebagaimana   dimaksud  pada   ayat  (3) terdiri   atas: a. rapat   tahunan; b. rapat  persetujuan     rencana    kerja    anggaran    Perumda   Air   Minum    Tirta Semerbak  Molagina   Kota  Baubau;  dan c.   rapat   luar   biasa.

Bagian   Ketiga

Dewan Pengawas Pasal   15 (1) Anggota Dewan Pengawas diangkat  oleh   KPM. (2)  Proses   pemilihan  anggota   Dewan  Pengawas   dilakukan   melalui   seleksi.

(3)  Seleksi  sebagaimana  dimaksud   pada   ayat  (2)   paling  sedikit   melalui   tahapan: a. seleksi   administrasi; b. UKK; dan c. wawancara  akhir.

(4)   Anggota   Dewan Pengawas    dapat    terdiri   dari   unsur   independen    dan   unsur lainnya  sesuai   dengan   ketentuan  peraturan  perundang-undangan.

(5)   Unsur   independen  sebagaimana   dimaksud  pada   ayat  (4) terdiri atas:

a. anggota    Dewan    Pengawas     BUMD lain   atau    anggota    Dewan    Pengawas Perumda  Air   Minum   Tirta   Semerbak  Molagina Kota  Baubau  yang   telah menyelesaikan    masa  jabatannya; b. pensiunan    pegawai  Perumda  Air  Minum   Tirta   Semerbak  Molagina   Kota Baubau; c. mantan   Direksi    Perumda   Air   Minum    Tirta    Semerbak   Molagina    Kota Baubau; atau d. eksternal   Perumda   Air  Minum  Tirta   Semerbak   Molagina  Kota   Baubau selain  tersebut  pada  huruf   a sampai dengan   huruf   c.

(6) Unsur   lainnya sebagaimana  dimaksud  pada   ayat  (4) dapat   terdiri  atas   pejabat Pemerintah    Pusat     dan    pejabat    Pemerintah    Daerah     yang    tidak    bertugas melaksanakan   pelayanan  publik.

(7)   Ketentuan   lebih  lanjut  mengenai  proses   pemilihan  anggota  Dewan   Pengawas sebagaimana  dimaksud  pada   ayat  (2)  diatur   dalam   Peraturan   Wali Kota.

Pasal   16

(1)    Seleksi  anggota Dewan  Pengawas  sebagaimana   dimaksud   dalam   Pasal   15  ayat (2) dilakukan   oleh  panitia   seleksi.

(2)  Panitia  seleksi    sebagaimana   dimaksud   pada  ayat   (1)  berjumlah   ganjil   dan paling  sedikit  beranggotakan:

a. perangkat  daerah; dan b. unsur   independen   dan/  atau   perguruan  tinggi.

(3) Panitia   seleksi  sebagaimana   dimaksud  pada  ayat  (1) ditetapkan  oleh Wali Kota.

(4)  Ketentuan    lebih  lanjut   mengenai  panitia   seleksi   sebagaimana   dimaksud  pada ayat  (1) diatur   dalam   Peraturan  Wali Kota.

Pasal   17

(1)   Jumlah  anggota Dewan  Pengawas   ditetapkan  oleh  KPM.

(2)   Jumlah  anggota Dewan  Pengawas sebagaimana   dimaksud  pada   ayat  (1) paling banyak   sama   dengan   jumlah    Direksi.

(3)   Dalam  hal  anggota Dewan  Pengawas terdiri lebih  dari   1  (satu)  orang  anggota,    1 (satu)    orang     anggota   Dewan     Pengawas   diangkat    sebagai   ketua    Dewan Pengawas.

(4)   Penentuan    jumlah     anggota   Dewan   Pengawas   sebagaimana     dimaksud    pada   ayat (1) dan   ayat   (2)  dilakukan   berdasarkan    asas  efisiensi     dan   efektivitas   keputusan, pengawasan,      dan    pembiayaan      bagi    kepentingan     Perumda    Air   Minum     Tirta Molagina  Kota   Baubau.

Pasal    18 Untuk    dapat    diangkat    sebagai   anggota   Dewan    Pengawas   sebagaimana     dimaksud dalam     Pasal   15,   calon   anggota   Dewan    Pengawas    harus     memenuhi    persyaratan sebagai    berikut:

a. sehat  jasmani    dan   rohani; b. memiliki keahlian,  integritas,    kepemimpinan,     pengalaman,    jujur,   perilaku   yang baik,     dan     dedikasi       yang     tinggi     untuk    memajukan    dan     mengembangkan perusahaan; c. memahami  penyelenggaraan     pemerintahan     daerah; d. memahami  manajemen     perusahaan     yang    berkaitan    dengan     salah    satu    fungsi manajemen;  e. menyediakan  waktu    yang   cukup    untuk     melaksanakan      tugasnya; f. berijazah   paling   rendah   S-1 (strata    satu); g. berusia paling   tinggi   60  (enam   puluh)  tahun   pada    saat  mendaftar   pertama  kali; h. tidak pemah dinyatakan  pailit; i. tidak    pemah     menjadi   anggota   Direksi,   Dewan    Pengawas  yang    dinyatakan bersalah  menyebabkan  badan  usaha  yang  dipimpin dinyatakan  pailit; J. tidak  sedang   menjalani  sanksi   pidana;dan k. tidak sedang   menjadi  pengurus   partai   politik,  calon   kepala  daerah    atau   calon wakil  kepala   daerah,  dan/  atau calon  anggota legislatif.

Pasal   19 (1)    Anggota Dewan  Pengawas  diangkat  untuk    masa  jabatan paling lama  4 (empat) tahun   dan  dapat   diangkat kembali untuk  1  (satu)  kali  masa jabatan. (2)Jabatan   Anggota  Dewan  Pengawas  berakhir  jika: a. meninggal dunia; b. masa jabatannya berakhir; dan/ atau c. diberhentikan  sewaktu-waktu. (3) Dalam   hal  jabatan     anggota  Dewan   Pengawas  berakhir   karena    diberhentikan sewaktu-waktu  sebagaimana   dimaksud   pada   ayat (2) huruf   c,  pemberhentian dimaksud wajib  disertai   alasan   pemberhentian. (4) Pemberhentian   anggota Dewan  Pengawas sebagaimana  dimaksud  pada ayat  (3) dilakukan jika  berdasarkan   data   dan  informasi  yang  dapat dibuktikan secara sah,  anggota Dewan  Pengawas yang  bersangkutan:

a. tidak dapat melaksanakan  tugas; b. tidak  melaksanakan   ketentuan   peraturan   perundang-undangan   dan/atau ketentuan  anggaran  dasar; c. terlibat dalam  tindakan   kecurangan   yang   mengakibatkan   kerugian    pada Perumda,  Negara,   dan/  atau Daerah; d. dinyatakan bersalah   dengan    putusan  pengadilan   yang  telah   mempunyai kekuatan hukum    tetap; e. mengundurkan   diri; f. tidak  lagi  memenuhi     persyaratan     sebagai    anggota  Dewan Pengawas  sesuai dengan   ketcntuan   peraturan   pcrundang-undangan;      dan/atau h. tidak terpilih   lagi   dalam    hal    adanya     perubahan     kebijakan     Pernerintah Daerah seperti restrukturisasi, likuidasi, akuisisi, dan pembubaran Perumda Air Minum Tirta Semerbak Molagina Kota Baubau.

Pasal 20

(1)  Dewan  Pengawas bertugas:

a. melakukan pengawasan   terhadap    Perumda   Air   Minum    Tirta    Semerbak Molagina   Kota  Baubau;   dan b. mengawasi dan    memberi     nasihat   kepada     Direksi    dalam     menjalankan pengurusan   Perumda  Air Minum  Tirta  Semerbak    Molagina   Kota  Baubau. (2)  Dewan  Pengawas wajib:

a. melaporkan  hasil  pengawasan  kepada  KPM; dan b. membuat  dan  memelihara   risalah   rapat.   (3)   Pengawasan   terhadap   Perumda  Air  Minum   Tirta   Semerbak     Molagina Kota Baubau    dilaksanakan     sesuai    dengan      ketentuan    peraturan    perundang•undangan.

Pasal  21

(1) Anggota  Dewan  Pengawas dilarang memangkujabatan   rangkap sebagai:

a. anggota Direksi  pada   BUMD,   badan   usaha    milik   negara,   dan/atau    badan usaha   milik swasta;

b. pejabat lainnya   sesuai   dengan   ketentuan  peraturan   perundang-undangan; dan/atau

c. pejabat   lain  yang  dapat   menimbulkan  konflik kepentingan.

(2) Anggota   Dewan Pengawas yang  melanggar  ketentuan   sebagaimana   dimaksud pada  ayat  (1) dikenai   sanksi   administratifberupa   diberhentikan   sewaktu-waktu dari  jabatan  sebagai   anggota Dewan  Pengawas.

(3)  Dalam  hal  ketentuan   sebagaimana   dimaksud  pada   ayat  (2) tidak  dilaksanakan oleh   KPM paling   lama   20   (dua   puluh)    hari   kerja   sejak   yang   bersangkutan diangkat  memangku  jabatan    baru   sebagai   anggota  Dewan   Pengawas,  jabatan yang  bersangkutan   sebagai   anggota  Dewan  Pengawas  dinyatakan   berakhir.

Pasal   22

(1)      Penghasilan   anggota  Dewan  Pengawas  ditetapkan   oleh  KPM.

(2)  Penghasilan   anggota  Dewan   Pengawas  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat   (1) paling  banyak   terdiri   atas: a. honorarium; b. tunjangan; c. fasilitas; dan/  atau d. tantiem   atau   insentif.

(3)   Ketentuan      mengenai   penghasilan    anggota   Dewan    Pengawas    sebagaimana dimaksud  pada   ayat  (2) diatur   lebih  lanjut   dalam   Peraturan  Wall  Kota  dengan berpedoman  pada   ketentuan   peraturan   perundang-undangan.

Bagian    Keempat

Direksi

Pasal   23

(1) Anggota Direksi diangkat oleh KPM.  (2) Proses pemilihan anggota Direksi dilakukan melalui seleksi (3) Seleksi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) paling sedikit melalui tahapan : a. seleksi administrasi; b. UKK; dan c. wawancara akhir. (4)   Jum.lah   anggota   Direksi    ditetapkan    oleh   KPM. (5)    Jumlah   anggota  Direksi    paling   sedikit    1  (satu)   orang   dan   paling   banyak  5 (lima) orang. (6)    Penentuan    jumlah      anggota    Direksi     sebagaimana      dimaksud     pada     ayat   (5)

dilakukan    berdasarkan     asas   efisiensi   dan   efektivitas   pengurusan     Perumda. (7)   Direksi    diangkat   dari   salah    satu    anggota   Direksi    sebagaimana     dimaksud    pada ayat   (5). (8)   Ketentuan      lebih     lanjut      mengenai     proses    pemilihan     Direksi      sebagaimana dimaksud pada ayat   (2)   diatur    dalam    Peraturan   Wali  Kota.

Pasal  24

(1)  Seleksi    anggota   Direksi    sebagaimana    dimaksud   dalam    Pasal    23  pada    ayat    (2) dilakukan    oleh  panitia     seleksi.

(2)  Panitia     seleksi     sebagaimana     dimaksud     pada     ayat    (1)    berjumlah     ganjil    dan paling    sedikit    beranggotakan:

a. perangkat  daerah;   dan b. unsur     independen   dan/  atau  perguruan   tinggi.

(3)    Panitia    seleksi    sebagaimana    dimaksud   pada   ayat   (1)    ditetapkan    oleh  Wali  Kota. (4)   Ketentuan     mengenai    panitia      seleksi     sebagaimana     dirnaksud     pada     ayat   (1) diatur    lebih   lanjut    dalam    Peraturan   Wali  Kota.

Pasal   25

Untuk    dapat    diangkat   sebagai  anggota   Direksi    sebagaimana   dimaksud   dalam    Pasal 23,   calon   anggota   Direksi    harus    memenuhi    persyaratan:

a. sehat   jasmani   dan   rohani; b. memiliki keahlian,   integritas,    kepemimpinan,     pengalaman,   jujur,    perilaku   yang baik,     dan   dedikasi   yang    tinggi    untuk     memajukan    dan    mengembangkan perusahaan; c. memahami  penyelenggaraan  Pemerintahan   Daerah; d. memahami  manajemen  perusahaan   yang  berkaitan   dengan    salah   satu   fungsi manajemen; e. memiliki pengetahuan   yang  memadai dibidang usaha  perusahaan;  f. berijazah  paling  rendah   S-1   (strata   satu); g. pengalaman kerja  paling  sedikit 5 (lima) tahun   dibidang manajerial perusahaan berbadan hukum    dan  pemah    memimpin  tim; h. berusia paling   rendah    35  (tiga  puluh    lima)  tahun    dan   paling   tinggi  55  (lima puluh   lima)  tahun   pada   saat  mendaftar  pertama  kali; i. tidak pernah   menjadi anggola   Direksi,   anggota  Dewan  Pengawas, atau   anggota Komisaris yang  dinyalakan  bersalah  menyebabkan   badan  usaha   yang  dipimpin dinyatakan  pailit; J. tidak    pernah     dihukum   karena    melakukan    tindak  pidana    yang   merugikan keuangan   negara   atau   keuangan  daerah; j. tidak  sedang   menjalani   sanksi  pidana;   dan k. tidak  sedang   menjadi   pengurus    partai politik,  calon  kepala   daerah   atau   calon wakil  kepala   daerah,  dan/  atau   calon  anggota  legislatif.

Pasal  26

(1) Anggota  Direksi   diangkat  untuk    masa  jabatan    paling  lama   5 (lima) tahun    dan dapat   diangkat kembali untuk  1  (satu) kali  masa  jabatan,   kecuali:

a. ditentukan  lain  sesuai dengan   ketentuan   peraturan   perundang-undangan; dan b. dalam hal anggota Direksi  memiliki keahlian   khusus    dan/  a tau  prestasi  yang sangat   baik,  dapat   diangkat  untuk   masa  jabatan    yang  ketiga.

(2)  Keahlian khusus  dan  prestasi  yang   sangat baik  sebagaimana   yang  dirnaksud pada  ayat  (1) huruf b paling  sedikit  memenuhi  kriteria:

a. melampaui   target realisasi terhadap  rencana  bisnis serta   rencana  kerja  dan anggaran  BUMD;

b. opini  audit  atas    laporan   keuangan    perusahaan     minimal   Wajar    Tanpa Pengecualian    selama     3   (tiga)   tahun    berturut-turut     di   akhir     periode kepemimpinan;

c. seluruh    hasil   pengawasan   sudah  ditindaklanjuti   sesuai   dengan   ketentuan peraturan                    perundang-undangan:   dan

d. terpenuhinya   target   dalam   kontrak    kinerja   sebesar    100%  (seratus    persen) selama   2 (dua)  periode   kepemimpinan.

(3) Jabatan     anggota Direksi  berakhir jika: a. meninggal dunia; b. masa jabatannya berakhir;  dan/  atau diberhentikan  sewaktu-waktu.

(4) Dalam   hal  Jabatan   anggota  Direksi   berakhir   karena    diberhentikan   sewaktu• waktu sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (2) huruf c,  pemberhentian   dimaksud wajib disertai   alasan  pemberhentian.

(5) Pemberhentian  anggota Direksi  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (3) dilakukan jika  berdasarkan  data  dan  inforrnasi yang  dapat dibuktikan secara   sah, anggota Direksi  yang  bersangkutan:

a. tidak dapat   melaksanakan   tugas;

b. tidak melaksanakan   ketentuan   peraturan   perundang-undangan      dan/  a tau ketentuan  anggaran  dasar;

c. terlibat dalam  tindakan  kecurangan  yang   mengakibatkan   kerugian    pada Perumda, Negara,   dan/  atau   Daerah;

d. dinyatakan bersalah  dengan    putusan   pengadilan  yang   telah   mempunyai kekuatan  hukum   tetap;

e. mengundurkan diri;

f. tidak  lagi  memenuhi  persyaratan   sebagai  anggota  Direksi   sesuai  dengan ketentuan   peraturan  perundang-undangan;   dan/  atau tidak    terpilih    lagi   dalam   hal   adanya   perubahan    kebijakan      Pemerintah Daerah      seperti     restrukturisasi,     likuidasi,     akuisisi,      dan     pembubaran Perumda.

(6)   Direksi   Perumda   diberhentikan  oleh  KPM.

Pasal  27

(1)  Dalam  haljabatan    anggota  Direksi   berakhir    karena masajabatannya   berakhir sebagaimana  dimaksud   dalam   Pasal  26 ayat  (2) huruf   b, anggota Direksi  wajib menyampaikan  laporan  pengurusan  tugas akhir   masajabatan   paling   lambat   3 (tiga)  bulan  sebelum   berakhir masa jabatannya.

(2) Anggota   Direksi   sebagaimana   dimaksud   pada   ayat   (1)  wajib melaporkan  sisa pelaksanaan   tugaspengurusan    yang   belurn   dilaporkan   paling   lambat  1   (satu) bulan   setelah   berakhir  masa  jabatannya.

(3)  Berdasarkan     laporan    pengurusan     tugas    akhir    masa  jabatan   sebagaimana dimaksud pada   ayat   (2),Dewan Pengawas wajib  menyampaikan   penilaian  dan rekomendasi  atas kinerjaDireksi  kepada   KPM.

(4)   Laporan sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (2) serta  penilaian  dan  rekomendasi sebagaimanadimaksud     pada   ayat   (3)  sebagai   dasar   pertimbangan KPMuntuk memperpanjang  ataumemberhentikan    anggota Direksi.

(5) Laporan  pengurusan   tugas   akhir masa  jabatan    anggota Direksi   yang  berakhir masa  jabatannyadilaksanakan   setelah   hasil audit dengan   tujuan   tertentu  atau audit tahunan  dari  kantor   akuntan  publikdan disampaikan  kepada KPM.

Pasal  28

(1) Anggota  Direksi   dilarang memangku jabatan  rangkap  sebagai:

a. anggota Direksi  pada   BUMD  lain,  badan    usaha    milik   negara,  dan   badan usaha   milik swasta;

b. jabatan lainnya sesuai   dengan   ketentuan   peraturan   perundang-undangan; dan/atau c. jabatan  lain  yang  dapat menimbulkan   konflik

(2) Anggota Direksi yang  melanggar ketentuan   sebagaimana  dimaksud  pada  ayat (1)     dikenai    sanksi    administratif   berupa  diberhentikan   sewaktu-waktu   dari jabatan    sebagai anggota Direksi.

(3)   Dalam  hal  ketentuan   sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (2)  tidak  dilaksanakan oleh   KPM  paling   lama   20  (dua   puluh)   hari   kerja   sejak   yang   bersangkutan diangkat   memangku   jabatan    baru    sebagai   anggota   Direksi,   jabatan    yang bersangkutan   sebagai anggota Direksi  dinyatakan  berakhir.

Pasal  29

(1) Penghasilan Direksi ditetapkan oleh KPM.

(2) Penghasilan anggota Direksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling banyak terdiri atas: a. gaji; b. tunjangan; c. fasilitas;   dan/atau d. tantiem atau insentif   pekerjaan.

(3)   Ketentuan   lebih   lanjut   mengenai    penghasilan     anggota  Direksi   diatur    dalam Peraturan  Wali  Kota.

Pasal  30

(1)  Dalam   hal  terjadi   kekosongan  jabatan     seluruh    anggota  Direksi,   pelaksanaan tugas   pengurusan   Perumda  Air Minum  Tirta  Semerbak    Molagina  Kota  Baubau dilaksanakan  oleh  Dewan  Pengawas.

(2)   Dewan    Pengawas   sebagaimana    dimaksud   Ayat   (1)  menunjuk   pejabat  dari internal   Perumda    Air  Minum   Tirta   Semerbak     MolaginaKota  Baubau   untuk membantu  pelaksanaan    tugas   Direksi   sampai    dengan    pengangkatan   Direksi definitif  paling lama  6 (enam)  bulan.

(3)   Dalam   hal  terjadi   kekosongan  jabatan   seluruh    anggota  Direksi   dan   seluruh anggota Dewan  Pengawas, pengurusan  Perumda   Air Minum  Tirta  Semerbak MolaginaKota Baubau  dilaksanakan   oleh  KPM.

(4)   KPMdapat menunjuk pejabat   dari  internal   Perumda Air  Minum  Tirta  Semerbak Molagina  Kota   Baubau   untuk     membantu    pelaksanaan    tugas    pengurusan Perumda   Air  Minum   Tirta   Semerbak  Molagina  Kota  Baubau  sampai  dengan pengangkatan    anggota  Dewan   Pengawas  dan   anggota  Direksi   definitif  paling lama  6 (enam)  bulan.

Pasal  31

(1)   Anggota Direksi  tidak  berwenang mewakili Perumda Air  Minum  Tirta  Semerbak Molagina Kota  Baubau  jika:

a. terjadi  perkara    di pengadilan  antara    Perumda Air  Minum   Tirta   Semerbak Molagina     Kota    Baubau    dengan     anggota   Direksi    yang    bersangkutan; dan/atau b. anggota  Direksi     yang     bersangkutan     mempunyai    kepentingan    yang bertentangan    dengan    kepentingan   Perumda  Air  Minum   Tirta   Semerbak Molagina   Kota  Baubau.

(2)  Dalam   hal  terjadi keadaan  sebagaimana  dimaksud  pada   ayat  (1),  yang berhak mewakili Perumda Air Minum  Tirta  Semerbak    Molagina   Kota  Baubau yaitu:

a. anggota  Direksi    lainnya    yang   tidak    mempunyai  benturan   kepentingan dengan   Perumda   Air  Minum  Tirta  Semerbak  Molagina Kota  Baubau;

b. Dewan  Pengawas  dalam   hal  seluruh    anggota  Direksi   mempunyai benturan kepentingan   dengan    Perumda    Air  Minum   Tirta   Semerbak   Molagina   Kota Baubau;  atau

c. pihak   lain  yang  ditunjuk  oleh  KPMdalam  hal  seluruh    anggota Direksi  atau Dewan   Pengawas mempunyai  benturan  kepentingan  dengan  Perumda  Air Minum  Tirta  Semerbak  Molagina Kota  Baubau.

Pasal  32

Pemerintah   Daerah   menginformasikan   pelaksanaan   setiap  tahapan    seleksi   Calon anggota   Dewan    Pengawas   dan    Calon    anggota  Direksi    melalui   media    massa lokal/  nasional dan/ atau   elektronik.

Pasal   33

Biaya penyelenggaraan seleksi anggota Dewan Pengawas dan anggota Direksi Perumda Air Minum Tirta Semerbak Molagina Kota Baubau dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Baubau atau pada Anggaran Perumda Air Minum Tirta Semerbak Molagina Kota Baubau.

Bab VII Pegawai

Pasal  34

Pcgawai   Pcrumda  Air  Minum Tirta  Semerbak    Molagina   Kota  Baubau   mcrupakan pckcrja   yang   pcngangkatan,    pemberhentian,     kedudukan,   hak,  dan   kewajibannya ditclapkan    berdasarkan    perjanjian   kerja    sesuai  dengan    ketentuan     peraturan perundang-undangan     yang  mengatur    mengenai   ketenagakerjaan.

Pasal  35

(1) Pengangkatan pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 didasarkan pada alokasi kebutuhan pegawai dengan memperhatikan rasio pegawai terhadap pelanggan dan presentase alokasi anggaran belanja pegawai.

(2)   Pengangkatan     pegawai    sebagairnana    dirnaksud   pada    ayat    (1)  disesuaikan dengan   kondisi   keuangan   Perurnda  Air Minum   Tirta  Semerbak    Molagina   Kota Baubau    dan  ketentuan  peraturan  yang  berlaku.

(3)   Pengangkatan  pegawai sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (1)  dilakukan  melalui proses   seleksi.

(4)   Proses   seleksi   sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (3)  dilakukan  oleh  tim  seleksi. (5)   Tim seleksi  sebagaimana  dimaksud  pada   ayat  (4)  dibentuk    oleh  Direksi.

Pasal  36

( 1)   Pengangkatan    pegawai  Perumda   Air  Min um   Tirta   Semerbak   Molagina    Kota Baubau  berusia    paling   rendah    18  (delapan   belas)  tahun    dan  paling   tinggi 35 (tiga puluh   lima)  tahun   pada   saat  mendaftar.

(2)   Direksi   dapat   mengangkat   pegawai  baru   untuk  menduduki  jabatan   tertentu dalam   struktur  organisasi  Perumda  Air Minum   Tirta  Semerbak  Molagina   Kota Baubau  dengan  persyaratan:

a. warga negara  Republik  Indonesia;

b. memiliki keahlian dan   pengalarnan   di  bidang   yang   dibutuhkan   minimal  5 (lima)  tahun;

c. memiliki sertifikasi kompetensi di bidang  yang  dibutuhkan;

d. usia paling tinggi  45  (empat   puluh   lima)  tahun;

e. lulus seleksi  secara transparan   dan  terbuka.

Pasal  37

Pelaksanaan  pendaftaran,   seleksi,   dan  pengangkatan   pegawai Perumda  Air Min um Tirta    Semerbak    Molagina     Kota    Baubau   diumumkan    melalui     media     massa lokal/  nasional  dan/ atau   elektronik.

Pasal 38

Pernberhentian   pegawai sebagaimana  dimaksud  dalam Pasal  34 dilakukan  melalui pemutusan   hubungan   kerja.

Pasal 39

(1)  Pegawai sebagairnana  dimaksud  dalam  Pasal  34 memperoleh penghasilan  yang adil  dan  layak  sesuai dengan   beban   pekerjaan,   tanggungjawab,  dan  kinerja.

(2)   Direksi  menetapkan  penghasilan  pegawai sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (1) sesuai dengan   rencana kerja  dan  anggaran  Perumda  Air Minum  Tirta  Semerbak Molagina   Kota Baubau.

(3)   Penghasilan   pegawai  sebagaimana   dimaksud   pada    ayat    (2)  paling    banyak terdiri   atas:

a. gaji; b. tunjangan; c. fasilitas;  dan/atau jasa  produksi  atau  insentif pekerjaan.

Pasal  40

Perumda     Air      Minum       Tirta       Semerbak        MolaginaKota      Baubau        wajib mengikutsertakan   pegawai sebagaimana  dimaksud  dalam   Pasal   34 pada   program jaminan   kesehatan,   jaminan   hari  tua,   dan  jaminan  sosial   lainnya sesuai   dengan ketentuan   peraturan   perundang-undangan.

Pasal  41

Dalam    rangka   peningkatan   kompetensi   pegawai,    Perumda   Air   Minum    Tirta Semerbak  Molagina   Kota  Baubau  melaksanakan   program  peningkatan  kapasitas sumber daya  manusia.

Pasal  42

Pegawai  Perumda   Air  Minum   Tirta   Semerbak   Molagina    Kota   Baubau   dilarang menjadi  pengurus  partai   politik.

Pasal  43

Ketentuan   lebih   lanjut  mengenai  pegawai  Perumda  Air  Minum  Tirta   Semerbak Molagina  Kota   Baubau   sebagairnana   dimaksud   dalam    Pasal    34   diatur  dalam Peraturan   Wali Kota  dengan  berpedoman  pada   peraturan   perundang-undangan.

Bab VIII Perencanaan dan Operasional

Bagian   Kesatu Perencanaan Paragraf  1 Rencana  Bisnis

Pasal 44

(1)  Direksi    wajib    menyiapkan     rcncana    bisnis    yang    hendak     dicapai    dalam    jangka waktu  5  (lima)   tahun.

(2)    Rencana   bisnis   sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (1) paling  sedikit   memuat:

a. evaluasi hasil  rencana  bisnis   sebelumnya;

b. kondisi  Perumda Air Minum  Tirta  Semerbak Molagina  Kota Baubau  saat  ini;

c. asumsi yang dipakai  dalam   penyusunan   rencana  bisnis;   dan

d. penetapan  visi,  misi,  sasaran,  strategi,  kebijakan,   dan  program  kerja.

(3)  Direksi   menyampaikan  rancangan   rencana  bisnis    kepada    Dewan   Pengawas untuk ditandatangani  bersama.

(4)  Rencana      bisnis     yang     telah     ditandatangani     bersama    Dewan     Pengawas disampaikan  kepada    KPM untuk    mendapatkan  pengesahan  paling   lambat 3 (tiga)  bulan sejak  direksi  mulai menjabat.

(5)   Rencana  bisnis  yang  sudah   mendapatkan  pengesahan  oleh  KPM disampaikan ke DPRD.

(6)  Rencana   bisnis    sebagaimana    dimaksud    pada    ayat    (1)  merupakan    dasar perjanjian  kontrak  kinerja.

Paragral 2

Rencana  Kerja  dan  Anggaran

Pasal  45

(1)  Direksi    wajib   menyiapkan    rencana   kerja    dan    anggaran   yang    merupakan penjabaran  tahunan   dari  rencana  bisnis.

(2)  Rencana   kerja   dan   anggaran   sebagaimana    dimaksud   pada  ayat   (1)    paling sedikit   memuat  rencana  rinci  program  kerja  dan  anggaran  tahunan.

(3)  Direksi   menyampaikan   rencana  kerja  dan  anggaran  kepada   Dewan   Pengawas paling  lambat   pada   akhir   bulan   November untuk   ditandatangani bersama.

(4)   Rencana   kerja    dan    anggaran   yang    telah    ditandatangani   bersama  Dewan Pengawas  disampaikan   kepada   KPMuntuk  mendapatkan  pengesahan.

Bagian   Kedua

Operasional Paragraf  1 Standar  Operasional  Prosedur

Pasal  46

(1)  Operasional   Perumda   Air   Minum    Tirta    Semerbak   Molagina  Kota   Baubau dilaksanakan  berdasarkan   standar    operasional prosedur.

(2)   Standar  operasional  prosedur  disusun   oleh  Direksi   dan   disetujui oleh  Dewan Pengawas.

(3)   Standar   operasional   prosedur   harus     memenuhi   unsur   perbaikan   secara berkesinambungan.

(4)  Standar   operasional  prosedur   sebagaimana   dimaksud   pada    ayat   (3)   paling sedikit   memuat aspek:

a. organ; b. organisasi   dan  kepcgawaian; c. keuangan; d. pelayanan   pelanggan; e. resiko  bisnis; f. pengadaan    barang  dan  jasa; g. pengelolaan    barang;

h. pemasaran;   dan i. pengawasan.

(5)  Standar   operasional   prosedur   sebagaimana    dimaksud    pada    ayat   (4)  harus sudah    dipenuhi    paling   lambat    1    (satu)  tahun    sejak   pendirian   Perumda   Air Minum Tirta  Semerbak    Molagina   Kota  Baubau.

(6)   Standar     operasional     prosedur   sebagaimana    dimaksud    pada  ayat (4) disampaikan  kepada   Sekretaris    Daerah.

Paragraf 2

Tata  Kelola  Perusahaan   Yang  Baik

Pasal  47

( 1)     Pengurusan    Perumda   Air  Minum    Tirta    Semerbak     Molagina    Kota   Baubau dilaksanakan sesuai   dengan   Tata  Kelola  Perusahaan   Yang  Baik.

(2)   Tata  Kelola  Perusahaan   Yang Baik  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (1)   terdiri atas   prinsip :

a. transparansi;

b. akuntabilitas;

c. pertanggungjawaban;

d. kemandirian; dan e. kewajaran.

(3) Penerapan Tata Kelola yang Baik sebagaimana dimaksud pada ayat (2) bertujuan untuk :

a. mencapai tujuan Perumda Air Minum Tirta Semerbak Molagina Kota Baubau;

b. mengoptimalkan  nilai   Perumda    Air  Minum   Tirta   Semerbak    Molagina   Kota Baubau   agar    perusahaan     memiliki  daya    saing    yang    kuat,   baik    secara nasional  maupun  secara   intemasional;

c. mendorong pengelolaan  Perumda  Air Minum   Tirta  Semerbak  Molagina   Kota Baubau   secara   professional,  efisien, dan  efektif, serta  memberdayakan   fungsi dan  meningkatkan   kemandirian  organ   Perumda  Air Minum   Tirta  Semerbak Molagina Kota  Baubau;

d. mendorong agar  organ   Perumda  Air Minum   Tirta   Semerbak    Molagina   Kota Baubau  dalam   membuat   keputusan    dan   menjalankan    tindakan   dilandasi nilai   moral   yang   tinggi   dan   kepatuhan    terhadap   peraturan    perundang undangan,  serta   kesadaran  tanggungjawab  sosial  Perumda  Air Minum  Tirta Semerbak    Molagi.naKota Baubau  terhadap  pemangku  kepentingan   maupun kelestarian   lingkungan   Perumda  Air Minum   Tirta  Semerbak  Molagina   Kota Baubau;

e. meningkatkan kontribusi  Perumda  Air Minum Tirta  Semerbak  Molagina  Kota Baubau   dalam   perekonomian  Daerah;  dan rneningkatkan    iklim    usaha   yang    konclusif    bagi   pcrkcmbangan    investasi Daerah.

(4)   Tata  Kelola   Perusahaan  Yang  Baik  ditctapkan   olch   Direksi.

(5)   Pcnerapan  Tata  Kelola   Perusahaan  Yang Baik  dilakukan   paling   larnbat   2 (dua) tahun    setelah    Perumda   Air   Minum   Tirta    Scmerbak   MolaginaKota     Baubau didirikan.

Paragraf   3

Pengadaan   Barang   dan  J asa

Pasal 48

( 1)    Pengadaan  barang dan jasa   Perumda   Air Min um  Tirta  Semerbak  Molagina   Kota Baubau     dilaksanakan        memperhatikan      prinsip     efisiensi,     efektif      dan transparansi.

(2)   Ketentuan     rnengenai  pengadaan   barang    dan  jasa  Perumda  Air  Minum   Tirta Semerbak    Molagina   Kota  Baubau  sebagaimana  dimaksud  pada   ayat  (1)     diatur dengan   Peraturan    Wali Kota.

Paragraf   4

Kerja  sama

Pasal 49

(1)   Perumda  Air  Minum  Tirta  Semerbak  Molagina   Kota  Baubau  dapat   melakukan kerja  sama dengan   pihak   lain.

(2)   Kerja  sama   sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (1)    harus   saling  menguntungkan dan  melindungi  kepentingan   Pemerintah   Daerah,   masyarakat   luas,   dan  pihak yang  bekerja  sama.

(3)  Pelaksanaan   kerja   samaPerumda  Air  Minum   Tirta   Semerbak   Molagina  Kota Baubau  dengan    pihak   lain   merupakan   kewenangan   Direksi   sesuai    dengan mekanisrne  internal   perusahaan.

(4)   Dalam  hal kerja  sama  berupa   pendayagunaan  aset  tetap  yang  dimiliki Perurnda Air  Minum    Tirta   Semerbak   Molagina    Kota   Baubau,   kerja    sama    dimaksud dilakukan   melalui   kerja sama   operasi.

(5)   Kerja    sama     dengan     pihak     lain    berupa   pendayagunaan     ekuitas    berlaku ketentuan: a. disetujui oleh  KPM; b. laporan keuangan   Perumda     Air   Minum    Tirta    Semerbak    Molagina    Kota Baubau 3 (tiga) tahun   terakhir  dalam   keadaan  sehat; c. tidak boleh   melakukan   penyertaan   modal   berupa    tanah    dari   Perumda  Air Minum Tirta  Semerbak  Molagina Kota  Baubau  yang berasal   dari  penyertaan modal  Daerah;   dan d. memiliki  bidang usaha   yang  menunjang  bisnis   utama.

(6)   Perumda    Air Minum   Tirta  Semerbak    Molagina  Kota  Baubau  mernprioritaskan kerja    sama    dengan   BUMD milik    Pemerintah    Daerah     lain    dalam    rangka mendukung   kerja  sama   daerah.

(7)   Pemerintah  Daerah   dapat memberikan penugasan  kepada Perumda Air Minum Tirta  Semerbak  Molagina   Kota  Baubau untuk   melaksanakan   kerja  sama.

 

 

 

(Redaksi)

Komentar