Kendari
Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara mengajak masyarakat menggunakan media sosial secara bijak. Pesan ini disampaikan melalui pelatihan Jurnalistik, yang diikuti anggota organisasi masyarakat Islam, pemuda, dan mahasiswa di Sultra.
Ketua Panitia Pelatihan Jurnalistik MUI Sultra, Dr. Arzal Tahir, mengatakan, perkembangan teknologi informasi sangat pesat, sehingga model dakwah juga harus menyesuaikan teknologi digital. Menurutnya, perlu adanya pemahaman bersama dalam menggunakan media sosial yang baik dan benar secara positif.
Apalag saat ini video viral dimana-mana, sehingga masyarakat harus lebih objektif dan hati-hati melihat konten-konten yang lebih baik sesuai nilai-nilai agama.
MUI Sultra mengambil peran memberikan pemahaman Jurnalistik terhadap organisasi masyarakat, pemuda dan mahasiswa.
“Kita harapkan peserta yang ikut pelatihan bisa menjadi pelopor bermedia sosial yang baik dan benar. Sehingga mendistribusikan materi dakwah secara visual, untuk mengedukasi masyarakat Sulawesi Tenggara,” ujar Dr. Arzal, Kamis, (29/1).
Sementara itu Ketua Umum MUI Sultra, diwakili Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi MUI Sultra, Arzidik Asuru, menyampaikan, perkembangan teknologi yang pesat perlu adanya transformasi dan komunikasi metode dakwah dengan secara narasi visual. Apalagi secara visual bisa diakses semua pihak dengan mudah melalui media sosial.
“Mudah-mudahan pelatihan memberikan manfaat bagi Ormas, pemuda, dan mahasiswa dalam mengunakan media sosial yang Islami dan bijak. Cerdas bermedsos sehat, dan bijak sosial media, sesuai kaidah-kaidah Islam,” urainya.
(Redaksi)









Komentar