Petani Warinta Panen Buncis, Pasok SPPG Awainulu
Buton
Petani di Desa Warinta, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara, mulai menikmati hasil program pemberdayaan pertanian, melalui panen perdana sayur buncis yang langsung diserap oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Awainulu. Panen yang berlangsung pada Selasa 14 Juli 2026 itu merupakan hasil penanaman benih bantuan yang disalurkan beberapa bulan sebelumnya, oleh Mitra SPPG Awainulu kepada petani setempat, sebagai bagian dari penguatan ekosistem pangan lokal untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Salah seorang petani penerima bantuan benih, Wa Riati, berhasil memanen buncis dari lahan seluas sekitar 0,25 heltare. Dari panen perdana tersebut, produksi mencapai sekitar 40 hingga 50 kilogram, dengan kualitas yang dinilai layak memenuhi kebutuhan dapur SPPG Awainulu.
Wa Riati mengaku bersyukur atas bantuan benih yang diterimanya. Ia memanfaatkan lahan yang tersedia untuk menanam buncis hingga akhirnya memberikan hasil yang menggembirakan.
“Alhamdulillah, benih buncis yang dikasi beberapa bulan lalu itu baik tumbuhnya, jadi kita bisa nikmati hasil panennya. Saya pakai lahan yang ada, supaya benar-benar bermanfaat untuk keluarga kami,” ujar Wa Riati.
Kepastian Pasar Tingkatkan Semangat Petani
Usai panen, Wa Riati segera menghubungi Mitra SPPG Awainulu untuk menyampaikan bahwa hasil tanamnya siap dipasarkan. Tidak berselang lama, hasil panennya langsung dibeli oleh SPPG Awainulu.
Menurutnya, pola kemitraan tersebut memberikan kepastian pasar bagi petani. Selain memperoleh harga yang lebih layak, petani juga tidak lagi menghadapi ketidakpastian penjualan di pasar tradisional maupun bergantung kepada tengkulak.
“Kami senang sekali karena hasil panen langsung dibeli SPPG Awainulu, tidak perlu lagi dibawa ke pasar, dan jangan sampai tidak laku, atau dibeli dengan harga murah. Sekarang hasil panen sudah pasti ada pembelinya,” katanya.
Mitra SPPG Bangun Ekosistem Pangan Lokal
Mitra SPPG Awainulu, Kayan Mandana Putra, mengapresiasi kerja keras para petani yang berhasil mengembangkan benih bantuan hingga menghasilkan panen yang berkualitas.
Menurutnya, keberhasilan panen perdana tersebut menunjukkan bahwa petani lokal mampu menjadi pemasok utama kebutuhan sayuran bagi SPPG, apabila didukung dengan pembinaan, pendampingan, serta kepastian pasar.
“Kami mengapresiasi komitmen para petani yang telah menanam dan merawat benih yang kami berikan, hingga berhasil dipanen. Kini kebutuhan sayuran mulai dapat dipenuhi langsung dari petani lokal, sehingga tidak lagi bergantung kepada tengkulak,” ujar Kayan.
Ia menegaskan, komitmen Mitra SPPG Awainulu tidak hanya menyediakan sarana pendukung Program Makan Bergizi Gratis, tetapi juga membangun ekosistem penyediaan bahan baku berbasis potensi daerah.
“Kami ingin membangun kemandirian pangan di daerah. Karena itu, kami terus mendorong agar kebutuhan bahan baku SPPG dipenuhi oleh petani lokal, sehingga manfaat ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Desa
Program kemitraan antara Mitra SPPG Awainulu dan petani Desa Warinta diharapkan menjadi model pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis pertanian. Dengan adanya kepastian pasar, petani terdorong meningkatkan produksi, sementara SPPG memperoleh pasokan sayuran segar yang berkualitas, berkelanjutan, dan berasal dari wilayah sendiri.
Selain meningkatkan pendapatan petani, pola kemitraan ini juga mendukung penguatan ketahanan pangan daerah, memperpendek rantai distribusi hasil pertanian, serta memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis melalui pemanfaatan produk lokal.









Komentar