oleh

Hari Ini “Tukang Sunat” Dana BLT di Baubau Dilapor Polisi

kasamea.com BAU-BAU

Cukup memprihatinkan dan menyayat hati warga miskin, betapa tidak, uang dana bantuan langsung tunai (BLT) yang seharusnya jumlahnya ditambahkan agar lebih banyak bisa bermanfaat, diduga malah dipotong (disunat) oleh oknum pegawai negeri yang seharusnya sebagai abdi negara, melayani, mengayomi dan melindungi hak-hak warga negara. Realitas ini bukan terjadi dalam sinetron, film atau drama di stasiun televisi, namun diduga terjadi di dunia nyata dan menyita perhatian publik, khususnya di Kota Baubau.

Atas kejadian ini, reaksi keras datang dari berbagai elemen masyarakat Kota Baubau.

Terkini, ada aktivis hukum, Lukman, yang tergabung dalam Lembaga Bantuan Hukum Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia (LBH PAHAM) Kota Baubau, dan kantor hukum PASAL and Partners, yang secara terang-terangan menyatakan akan membawa persoalan ini ke ranah hukum.

Kedua lembaga ini menginginkan pengusutan tuntas, dan bila terbukti, para pelaku dapat dihukum sesuai dengan perbuatannya. Agar persoalan ini tidak berlalu begitu saja, bak angin bertiup sepoi-sepoi lalu menghilang.

Lukman mengatakan, atas kejadian ini, harus ada efek jera, sekaligus pembersihan para oknum pegawai negeri yang bermain-main dengan uang rakyat / uang negara.

Lukman menekankan, pentingnya pihak Kepolisian mengusut tuntas dan menghukum para pelaku, bila terbukti bersalah.

“Kalau saya lebih mengarah ke proses hukum biar ada efek jera bagi para pihak. Dan bisa menjadi contoh bagi pegawai negeri lainnya untuk tidak melakukan hal yang sama,” kata Lukman.

Pemuda yang juga aktif dalam dunia pendidikan, aktif sebagai pengajar (instructor) bahasa Inggris ini, menambahkan, telah mengumpulkan keterangan saksi, saksi korban, serta alat bukti, guna melengkapi pelaporan, dan rencananya hari ini akan mereka ajukan ke Polres Baubau.

“Rencananya besok (hari ini, red) kami laporkan, setelah menemui langsung warga yang dirugikan, yang dipotong uang BLTnya. Sudah ada saksi dan alat bukti,” tegasnya, Jumat (5/6/20) malam.

Melaporkan ke pihak Polres Baubau, Lukman menempuh jalur melalui LBH PAHAM dan kantor hukum PASAL And Partners, sebab Lukman tergabung dalam dua Lembaga hukum tersebut.

Dilain pihak, sebelumnya, Wali Kota Baubau Dr H AS Tamrin pun tegas sudah memerintahkan kepada Inspektorat usut tuntas dugaan pemotongan uang dana BLT Rp 300.000, dari total yang seharusnya diterima para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Rp 600.000. Sebagai Kepala Daerah, orang nomor 1 di Kota Baubau, terhadap biang permasalahan ini, AS Tamrin tegas menyatakan tidak akan membela atau bertoleransi. Ia memastikan akan memberikan sangsi kepada pelaku, bila nantinya dalam pembuktiannya, terbukti ada oknum pegawai negeri yang memotong uang warga miskin tersebut.

[RED]

Komentar

News Feed