PDIP Baubau Tanam Padi Bersama, Hidupkan Semangat Bung Karno dan Ketahanan Pangan

PDIP Baubau Tanam Padi Bersama, Hidupkan Semangat Bung Karno dan Ketahanan Pangan

Memperingati Bulan Bung Karno, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Baubau menggelar gerakan tanam padi bersama petani, mahasiswa, dan Pemerintah Kota Baubau, di kawasan pertanian Kelurahan Karing-Karing, Kecamatan Bungi. Kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi simbol keberpihakan kepada petani, sekaligus bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional dan upaya mewujudkan swasembada beras.

Baubau, penanaman padi bersama
Baubau, penanaman padi bersama

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Baubau, Muhamad Yumardin Haeruddin, mengatakan peringatan Bulan Bung Karno harus diisi dengan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Menurutnya, semangat perjuangan Presiden pertama Republik Indonesia itu tidak cukup dikenang melalui upacara atau seremoni, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata yang berpihak kepada rakyat.

“Dalam rangka Bulan Bung Karno, kami pengurus PDI Perjuangan Kota Baubau melaksanakan penanaman padi bersama petani, mahasiswa, dan Pemerintah Kota Baubau di kawasan pertanian Kelurahan Karing-Karing. Kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab partai yang harus selalu hadir di tengah masyarakat, sebagaimana yang dilakukan Bung Karno semasa hidupnya, yang terus berada dan berjuang bersama rakyat,” ujarnya.

Ia berharap, kegiatan tersebut mampu memperkuat hubungan antara partai dan masyarakat, sekaligus menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk mengenal, memahami, dan mewarisi api perjuangan Bung Karno yang selalu berpihak kepada wong cilik.

Pengurus DPC PDIP Kota Baubau
Pengurus DPC PDIP Kota Baubau

Kisah Bung Karno dan Petani Marhaen

Keberpihakan Bung Karno kepada petani memiliki akar sejarah yang kuat. Pada awal dekade 1920-an, ketika masih menjadi mahasiswa di Technische Hoogeschool te Bandoeng, Bung Karno bertemu secara tidak sengaja dengan seorang petani bernama Marhaen, di kawasan selatan Bandung.

Saat itu Bung Karno melihat seorang petani berpakaian sederhana sedang mencangkul sawah miliknya sendiri. Dalam dialog yang berlangsung di tengah hamparan persawahan, Bung Karno mengetahui bahwa Marhaen memiliki tanah, cangkul, dan alat pertanian sendiri. Namun, meskipun menguasai alat produksi, hasil panennya hanya cukup memenuhi kebutuhan hidup keluarga setiap hari, tanpa mampu meningkatkan kesejahteraan.

Pertemuan sederhana tersebut menjadi titik balik pemikiran Bung Karno. Ia menyadari bahwa kolonialisme dan kapitalisme telah membuat rakyat kecil tetap hidup dalam kemiskinan, meski bekerja keras dengan aset yang mereka miliki. Dari nama petani itulah lahir istilah Marhaen, yang kemudian berkembang menjadi gagasan Marhaenisme, sebuah ideologi yang menempatkan kaum kecil sebagai pusat perjuangan untuk mencapai keadilan sosial dan kedaulatan ekonomi bangsa.

Semangat Marhaenisme Relevan dengan Ketahanan Pangan

Muhamad Yumardin Haeruddin menilai semangat yang diwariskan Bung Karno melalui Marhaenisme masih sangat relevan hingga saat ini, terutama dalam membangun sektor pertanian. Menurutnya, memperkuat kesejahteraan petani berarti memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional.

Karena itu, DPC PDI Perjuangan Kota Baubau berkomitmen mendorong kawasan pertanian Kelurahan Karing-Karing menjadi kawasan pertanian modern, yang mampu meningkatkan produktivitas petani dan menjadi lumbung pangan Kota Baubau,l dalam mewujudkan swasembada beras.

Pengurus DPC PDIP Kota Baubau bersama Wakil Walikota Baubau Wa Ode Hamsinah Bolu dan para petani Ngkari-ngkari
Pengurus DPC PDIP Kota Baubau bersama Wakil Walikota Baubau Wa Ode Hamsinah Bolu dan para petani Ngkari-ngkari

Gerakan Nyata Menjaga Kedaulatan Pangan

Bendahara DPC PDI Perjuangan Kota Baubau, Adriansyah Farmin, menegaskan bahwa momentum Bulan Bung Karno menjadi pengingat bahwa perjuangan membangun bangsa tidak hanya dilakukan melalui pidato, tetapi juga melalui kerja nyata di tengah masyarakat.

“Dalam momentum memperingati Bulan Bung Karno ini, maka kehadiran kami di tengah para petani melaksanakan gerakan tanam padi bersama, adalah bentuk komitmen kami sebagai anak bangsa, yang turun langsung ke sawah untuk memberikan kontribusi dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” katanya.

Menurut Adriansyah, setiap langkah kecil yang dilakukan bersama petani memiliki arti besar bagi masa depan bangsa.

“Satu lumpur yang kita injak, satu bibit yang kita tanam, maka itu akan menjadi investasi kedaulatan pangan bagi bangsa kita. Sebagai negara yang merdeka, ketahanan pangan harus menjadi tugas kita bersama. Bangsa yang berdaulat adalah bangsa yang mampu menjaga keutuhan pangan bagi masyarakatnya,” lugasnya.

Kolaborasi Menuju Swasembada Beras

Melalui gerakan tanam padi tersebut, DPC PDI Perjuangan Kota Baubau berharap sinergi antara petani, pemerintah daerah, kalangan akademisi, dan masyarakat terus diperkuat. Kolaborasi itu diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, mempercepat terwujudnya swasembada beras, sekaligus menghidupkan kembali semangat perjuangan Bung Karno yang menempatkan petani sebagai salah satu pilar utama dalam membangun Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkeadilan sosial.

Komentar