Tanam Bersama Padi Baubau Perkuat Ketahanan Pangan 2026

Tanam Bersama Padi Baubau Perkuat Ketahanan Pangan 2026

Pemerintah Kota Baubau melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menggelar kegiatan Tanam Bersama Padi Sawah dalam rangka mendukung ketahanan pangan pada Musim Tanam (MT) II periode April–September 2026. Kegiatan yang dipusatkan di areal persawahan Kelompok Tani Ujung Sari, Kelurahan Ngkari-ngkari, Kecamatan Bungi, Selasa 30 Juni 2026, ditandai dengan penanaman bibit padi oleh Wakil Wali Kota Baubau Wa Ode Hamsinah Bolu didampingi Wakil Ketua DPRD Adriansyah Farmin dan anggota DPRD Yumardin Haerudin.

Baubau, mendukung ketahanan pangan nasional
Baubau, mendukung ketahanan pangan nasional

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan tanam serentak nasional, sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden melalui Kementerian Pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan di seluruh daerah.

Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu
Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu

Gerakan Nasional Perkuat Ketahanan Pangan

Wakil Wali Kota Baubau Wa Ode Hamsinah Bolu mengatakan, aksi tanam bersama merupakan implementasi arahan pemerintah pusat yang dilaksanakan secara serentak oleh pemerintah daerah di seluruh Indonesia. Menurutnya, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Baubau turut dilibatkan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan produksi pangan nasional.

“Aksi Tanam Bersama ini merupakan instruksi Presiden melalui Menteri Pertanian dan dilaksanakan oleh kepala daerah di seluruh Indonesia. Hari ini seluruh OPD di Kota Baubau mendukung kegiatan ini, dengan melakukan tanam bersama sebagai wujud semangat memperkuat ketahanan pangan,” ujarnya.

Dukungan Pemerintah Pusat Terus Mengalir

Wa Ode Hamsinah mengungkapkan, komitmen pemerintah pusat terhadap sektor pertanian di Kota Baubau terus meningkat. Setelah sebelumnya petani menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) senilai hampir Rp2 miliar, dalam waktu dekat Kota Baubau kembali akan memperoleh tambahan bantuan peralatan pertanian.

Bantuan tersebut diberikan berdasarkan proposal dan data kebutuhan yang diajukan pemerintah daerah, serta dinilai layak oleh Kementerian Pertanian.

Ia menjelaskan, pemerintah tidak hanya memberikan bantuan benih, pupuk, dan alsintan untuk meningkatkan intensifikasi pertanian, tetapi juga membuka peluang pengembangan lahan sawah baru melalui program ekstensifikasi.

“Kami telah menyiapkan lahan sekitar 350 hektare yang akan dibuka menjadi areal persawahan baru, dengan memanfaatkan bantuan alat dari pemerintah pusat, sehingga luas sawah di Kota Baubau terus bertambah,” katanya.

Beras Lokal Kini Diserap Bulog

Selain peningkatan luas tanam, Wa Ode Hamsinah menyebut kualitas hasil panen petani Baubau juga mengalami kemajuan. Beras yang diproduksi petani, khususnya dari kawasan persawahan Ngkari-ngkari, kini telah memenuhi standar dan mulai diterima oleh Bulog.

“Dulu Bulog lebih banyak menerima beras dari luar daerah. Sekarang beras hasil produksi petani Kota Baubau sendiri sudah memenuhi standar Bulog, dan mulai diserap. Ini menjadi capaian yang sangat menggembirakan bagi petani kita,” ungkapnya.

Baubau, Abdul Wahid
Baubau, Ibnu Wahid

Penanaman Serentak Didukung Program Konkret

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Ibnu Wahid, mengatakan, kegiatan tanam bersama merupakan rangkaian program yang telah disiapkan pemerintah daerah, setelah penyaluran bantuan alsintan prapanen dari Kementerian Pertanian beberapa waktu lalu.

Menurutnya, bantuan tersebut langsung dimanfaatkan petani untuk mengolah lahan pada musim tanam kedua, sehingga terjadi kesinambungan antara bantuan pemerintah dengan kegiatan budidaya di lapangan.

“Penanaman ini merupakan gerakan tanam serentak nasional untuk Musim Tanam II sesuai arahan Presiden dan Kementerian Pertanian. Bantuan alsintan yang kami serahkan sebelumnya langsung digunakan kelompok tani, sehingga proses pengolahan lahan dan penanaman berjalan bersamaan,” jelas Ibnu Wahid.

Produktivitas Padi Ditargetkan Terus Meningkat

Untuk meningkatkan hasil panen, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan juga melaksanakan program penangkaran benih unggul,  serta menjalin kerja sama dengan Kabupaten Konawe yang dikenal memiliki produktivitas padi tinggi.

Saat ini produktivitas sawah di Kota Baubau rata-rata mencapai sekitar 5 ton per hektare, sementara pemerintah menargetkan peningkatan hingga mendekati capaian daerah sentra produksi seperti Konawe, yang mampu menghasilkan 7–8 ton per hektare.

Ibnu Wahid menambahkan, kerja sama tersebut menjadi salah satu strategi untuk mengadopsi varietas benih unggul, sekaligus meningkatkan kemampuan petani dalam menerapkan teknologi budidaya yang lebih produktif.

Kemitraan Bulog Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Di sisi pemasaran, Ibnu Wahid menyebut kemitraan dengan Bulog memberikan dampak positif bagi petani. Hingga saat ini Bulog telah menyerap sekitar 300 ton gabah atau setara kurang lebih 150 ton beras. Seluruh biaya operasional pengangkutan gabah hingga pengolahan, ditanggung Bulog, sehingga meringankan beban petani dan penggilingan.

“Petani sangat diuntungkan karena Bulog menanggung biaya pengangkutan, operasional mesin hingga bahan bakar. Kami juga terus memperluas kemitraan dengan penggilingan padi agar pendapatan dan kesejahteraan petani semakin meningkat,” katanya.

Baubau, Yudi Masril
Baubau, Yudi Masril

Infrastruktur Irigasi Jadi Prioritas Pendukung

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Yudi Masril, memastikan pihaknya mendukung penuh program ketahanan pangan melalui pembangunan infrastruktur irigasi. Dukungan difokuskan pada penyediaan air baku, mulai dari sumber air hingga jaringan irigasi sekunder.

Yudi mengungkapkan, pihaknya telah mengajukan anggaran sekitar Rp38 miliar kepada pemerintah pusat, untuk pembangunan infrastruktur irigasi, termasuk pemanfaatan potensi sumber air sebagai penunjang kawasan pertanian.

“Kami terus berkoordinasi dengan kementerian dan balai terkait agar dukungan anggaran segera terealisasi, sehingga kebutuhan air bagi lahan pertanian di Kota Baubau dapat terpenuhi secara berkelanjutan,” ujarnya.

Komentar