oleh

1.146 Pengguna Narkoba Melaporkan Diri, Klinik Rehabilitasi Dibuka di Bau-Bau


BAU-BAU

Kepala Badan Narkoika Nasional Provinsi Sulawesi Tenggara (BNNP Sultra) Brigjen Pol Imron Qori, mengimbau agar Pengguna, Pecandu Narkoba melaporkan diri. Dengan melaporkan diri, Pengguna, Pecandu Narkoba dapat terbebas dari Pidana. Juga, agar dapat dilakukan rehabilitasi, pemulihan.

Imron Qori menyebutkan, jumlah pengguna Narkoba di Sultra sekitar 27.000 sampai 28.000 orang. Rata-rata pengguna berusia produktif 18 Tahun sampai 38 Tahun.

Dari data jumlah Pengguna Narkoba se Sultra ini, kata Imron Qori, 1.146 telah melaporkan diri kepada BNN, dan menjalani rehabilitasi, sehingga dapat pulih, sembuh dari ketergantungan penggunaan Narkoba.

“Setelah pulih kami tidak hanya biarkan begitu saja, kami terus memberi pendampingan, tidak hanya si pecandu, tetapi juga orang-orang terdekatnya,” kata Imron Qori, saat menghadiri peresmian Klinik Rehabilitasi Narkotika dan Obat Terlarang (Narkoba) kantor Pratama Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bau-Bau, Selasa (3/9).

Wali Kota Bau-Bau Dr H AS Tamrin MH membuka secara resmi Klinik Rehabilitasi, yang Klinik Rehabilitasi yang dibuka untuk melayani, dan memulihkan pasien pecandu, pengguna Narkoba. Wali Kota Bau-Bau dua periode ini sangat mengapresiasi hadirnya Klinik rehabilitasi Narkoba, yang menurutnya dapat lebih membantu Pengguna, Pecandu Narkoba yang hendak lepas dari barang haram tersebut.

Saat ini di Kota Bau-Bau juga ada program Kelurahan Bersih Narkoba (Bersinar).

“Jadi antara pemberantasan narkoba dan pencegahan peredaran ilegalnya, termasuk mengantisipasi pecandu-pecandu yang masih dapat direhabilitasi itu kan satu sistem. Kecuali pengedar yang masuk dalam jaringan, itu tidak ada ampun,” kata AS Tamrin.

Kepala BNNK Bau-Bau Alamsyah SSos MSi mengungkapkan, BNNK Bau-Bau bersama Pemerintah Kota Bau-Bau bekerja sama dalam Assesment Pemulihan Pecandu Narkoba, yang bisa dilanjutkan ke RSUD Kota Bau-Bau.

Ia mengatakan, pihaknya melakukan assesment Pecandu Narkoba yang melaporkan diri. Biaya, mulai dari tes urin, sampai rehabilitasi seluruhnya ditanggung Negara.

Kemudian pula, adanya program Kelurahan Bersinar, yang fokus utamanya pada Kelurahan rawan Narkoba, pihaknya intens melakukan penyuluhan, sosialisasi, serta pengawasan secara ketat.

Di Klinik ini kata Alamsyah, BNNK Bau-Bau menyiapkan 2 Dokter, dan saat ini ada 3 pasien yang tengah menjalani rehabilitasi pemulihan. Tiga Pasien rehabilitasi ini, hasil dari pengungkapan kasus Narkoba Polres Bau-Bau.

Alamsyah mengungkap, di Kota Bau-Bau sendiri, barang haram ini biasanya disuplai dari Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan, Kendari, dan Muna. Kebanyakan kata dia, dimuat melalui jalur darat dan laut.

Salah satu kiat pengawasan peredaran Narkoba di Kota Bau-Bau, BNNK Bau-Bau berkoordinasi dengan kantor Kepelabuhanan, mengupayakan pengadaan alat cheking.

[MG1 – editor LAMIM]

Komentar

News Feed