oleh

LM Sufi Hisanuddin: Busel sedang mekar-mekarnya


BUTON SELATAN

Kabupaten Buton Selatan (Busel) terbentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2014 tentang Pembentukan Kabupaten Buton Selatan, yang ditetapkan pada 23 Juli 2014. Sekitar 5 Tahun terbentuk sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB), Busel terus bergeliat meningkatkan berbagai aspek kehidupan, akselarasi pembangunan, mewujudkan kesejahteraan masyarakatnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Busel LM Sufi Hisanuddin SSos MSi memiliki optimisme yang tinggi Busel dapat lebih baik lagi. Ia menyebut Busel saat ini sedang mekar-mekarnya.

Menurut Sufi, ada beberapa indikator pencapaian Pemerintah Busel saat ini, bahkan dapat dikatakan maksimal, bila ditinjau dari indikator pembangunan; Pendidikan, Kesehatan dan Kesejahteraan.

Dari sisi Pendidikan, yang saat ini menjadi kewenangan Pemerintah Daerah, pemenuhan sarana dan prasarana Pendidikan disetiap Kecamatan telah tercukupi. Namun begitu, Sufi tak menampik adanya kekurangan dalam setiap proses Pembangunan, dan Iapun memastikan Pemerintah Busel dibawah Kepemimpinan H La Ode Arusani sebagai Plt Bupati terus berupaya bekerja lebih optimal.

Pemerintah Busel juga terus mengoptimalkan Pelayanan Kesehatan di Busel, meliputi Pelayanan Dasar Minimal untuk kesehatan warga, meningkatkan ukuran kuantitas dan kualitas barang dan/atau jasa kebutuhan dasar kesehatan serta pemenuhan sesuai standar teknis agar hidup secara layak. Upaya promotif dan preventif adalah pembangunan Kesehatan yang fokus dijalankan Pemerintah Kabupaten Buton Selatan, selain peningkatan akses pelayanan Kesehatan bagi seluruh masyarakat Busel tanpa kecuali. Meliputi upaya pencegahan penyakit menular, dengan cara memperbaiki kesehatan lingkungan, gizi, perilaku dan kewaspadaan dini.

Sufi mengatakan, Pemerintah Kabupaten Buton Selatan terus mempromosikan Perilaku Hidup Sehat, sebagai upaya mendorong perubahan paradigma ditengah masyarakat yang masih mengartikan Kesehatan kuratif atau pengobatan. Pemerintah Kabupaten Buton Selatan sendiri kata Sufi, telah memberikan pelayanan Universal Health Coverage (UHC), yakni jaminan Kesehatan bagi seluruh warga Busel, untuk mendapatkan pelayanan Kesehatan melalui Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), dan pelayanan Rumah Sakit Klas III, dalam pengelolaan BPJS Kesehatan.

Sufi menjelaskan, untuk mendapatkan jaminan UHC ini, warga Bsuel memenuhi syarat, seperti: -tercatat sebagai penduduk Busel dibuktikan dengan foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) domisili minimal 6 bulan, -belum memiliki kartu Jaminan Kesehatan Nasional/Kartu Indonesia Sehat (JKN/KIS), atau peserta BPJS Mandiri Kelas 1 dan 2 yang menunggak iuran 3 bulan, -peserta BPJS Mandiri Kelas 3 yang menunggak iuran 1 bulan.

“Berbicara tentang UHC, Bappeda Busel mengantisipasi tersedianya fasilitas yang dapat menjangkau wilayah Kepulauan, Kadataua, Siompu. Fasilitas Puskesmas dikedua wilayah Kepulauan ini sudah memadai. Selanjutnya Tahun 2020 pembangunan Rumah Sakit yang representatif, karena adanya UHC, tanpa Rumah Sakit representatif, maka anggaran tersebut akan kembali ke daerah lain. Agar hal itu tidak terjadi, Busel selalu berusaha mencari sumber-sumber pendanaan, baik dari pinjaman daerah, dan lain sebagainya,” jelasnya.

Tak sampai disitu, Sufi lantas menyinggung tentang pembangunan Jalan Poros dan penyaluran air bersih yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Buton Selatan. Menurutnya, saat ini pembangunan Jalan Poros mencapai 70 %, dan penyaluran air bersih ditargetkan untuk dua puluh ribu rumah terealisasi Tahun ini.

Pemerintah Kabupaten Buton Selatan juga berkomitmen untuk disiplin dalam pemanfaatan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

“Dalam penyesuaian pemanfaatan APBD dan APBN kami selalu disiplin menentukan anggaran dan tidak lebih dari 50%. Selain itu kami juga selalu meninjau konektivitas masyarakat, jika ada perekonomian masyarakat yang susah, maka kami mencoba menjawab tantangan itu dengan pembangunan jalan, dan Alhamdulillah saat ini masyarakat sudah bisa menikmati jarak tempuh, misalnya dari Sampolawa ke Bau-Bau dengan waktu tempuh yang lebih singkat dari tahun-tahun sebelumnya,” urainya.

Birokrat muda yang sebelum mengabdikan diri di Busel, telah aktif di Bappeda Kota Bau-Bau ini menganalogikan Busel tengah menata Fondasi, Busel ibarat lembaran kertas putih yang belum tercoret tinta. Busel masih banyak kekurangan sarana dan prasarana, termasuk penataan ruang yang belum maksimal. Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Buton Selatan berhati-hati dan selalu melakukan penyesuaian ruang, melalui koordinasi instansi terkait.

“Ini supaya pembangunan tidak kebablasan. Misalnya kebijakan daerah sekarang ini Lawela belum dibangun secara optimal karena diprediksi akan menjadi etalase Buton Selatan,” katanya.

Lebih lanjut Sufi menjelaskan, dalam melaksanakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Pemerintah Kabupaten Buton Selatan menetapkan Visi Pembangunan 5 Tahun kedepan. Tahun 2018 Busel membangun dengan mengutamakan sarana dan prasarana, penyaluran air bersih yang cukup signifikan, Tahun 2019 membangun kantor, Puskesmas dan fasilitas lainnya, Tahun 2020 Busel Produktif, mendorong pendapatan masyarakat. Sedangkan Tahun 2021 dan Tahun 2022 Busel Tangguh. RPJMD Busel ini dijalankan selama 5 Tahun, mengikuti setiap tahapan-tahapannya.

Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur Perkantoran, dan infrastruktur lainnya yang belum rampung saat ini, akan diselesaikan secara bertahap. Kata Sufi, Pemerintah Kabupaten Buton Selatan saat ini tengah fokus pada penataan 32 kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diluar kantor Kecamatan. Saat ini dibangun 10 kantor, dan rencananya tahun depan akan dilanjutkan pembangunan kantor lainnya, menyesuaikan dengan proporsional anggaran.

Sufi mengakui bahwa koordinasi adalah salah satu kunci keberhasilan akselerasi pembangunan dalam suatu Pemerintahan. Sehingga pihaknya intens berkoordinasi dengan seluruh instansi teknis, bersinergi.

“Dibawah komandonya, instruksi serta arahannya, pak Bupati Haji La Ode Arusani selalu memberikan dorongan dan semangat agar OPD bersama seluruh masyarakat berkerjasama dalam menyukseskan pembangunan Buton Selatan,” tutup Sufi, masih dengan penuh optimisme Buton Selatan dapat lebih baik.

[MG2/MG3-editor LAMIM]

Komentar

News Feed