Persuasi Satpol PP Tata PKL Kotamara Jelang HUT Kota Baubau, Jaga Ketertiban Hingga Pasca Perayaan
Baubau
Penataan kawasan Kotamara menjelang HUT ke-485 Kota Baubau tidak dilakukan semata-mata melalui penertiban. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) memilih pendekatan persuasi, dengan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bekerja sama menata lapak dan memindahkan gerobak mereka.
Pendekatan ini dilakukan agar penataan kawasan di sekitar Patung Oputa Yi Koo tersebut, berjalan tanpa mengabaikan keberlangsungan usaha pedagang. Gerobak lama nantinya akan diganti dengan gerobak dari Pemerintah Kota Baubau, yang memiliki model dan ukuran seragam.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Satpol PP Kota Baubau, Moh Tasdik, mengatakan komunikasi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan penataan. Pedagang diberikan penjelasan mengenai tujuan pembenahan kawasan, kemudian dilibatkan langsung dalam pemindahan gerobak.
“Pedagang tetap berjualan. Yang kami tata adalah lapak dan gerobaknya,” kata Tasdik.
Menurut dia, penataan Kotamara bukan bertujuan menyingkirkan pedagang, melainkan menciptakan kawasan yang lebih rapi, bersih, dan nyaman bagi masyarakat, terutama menjelang peringatan HUT ke-485 Kota Baubau pada 17 Oktober 2026.
Tasdik menjelaskan, penataan dilakukan dengan mengedepankan dialog dan kerja sama. Gerobak milik pedagang dibersihkan atau dipindahkan dari lokasi, untuk mendukung proses penggantian dengan gerobak yang disediakan pemerintah daerah.

Ia menegaskan, kebijakan tersebut mengacu pada Peraturan Daerah Kota Baubau Nomor 3 Tahun 2015 tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima.
“Penataan ini berpijak pada Peraturan Daerah Kota Baubau Nomor 3 Tahun 2015 tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima. Arahnya menata sekaligus memberdayakan, bukan menyingkirkan,” ujarnya.
Tasdik mengapresiasi para pedagang yang bersedia bekerja sama selama proses penataan. Menurut dia, pemahaman dan keterlibatan mereka, membantu pekerjaan di lapangan berjalan lebih baik.
Pendekatan persuasif juga menjadi cara untuk membangun kesadaran, bahwa kebersihan dan ketertiban kawasan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga pedagang yang menjalankan usaha di dalamnya.
Gerobak Diseragamkan agar Kotamara Lebih Tertata
Salah satu bagian dari penataan tersebut, adalah penggantian gerobak lama dengan gerobak dari pemerintah daerah, yang memiliki bentuk dan ukuran seragam.
Tasdik menilai, perbedaan bentuk gerobak dapat membuat kawasan terlihat kurang tertata, meskipun berada di ruang publik yang sama.
“Kalau bentuk dan ukuran gerobak berbeda-beda, kawasan sebagus apa pun akan terlihat semrawut. Begitu seragam, kesannya langsung lain: lebih bersih, lebih rapi, dan lebih nyaman dikunjungi,” katanya.
Kotamara menjadi salah satu ruang publik yang dimanfaatkan warga untuk bersantai, sekaligus dikunjungi masyarakat dari luar daerah. Karena itu, pembenahan kawasan diharapkan tidak hanya memperindah tampilan menjelang HUT, tetapi juga meningkatkan kenyamanan pedagang dan pengunjung.
Dalam pelaksanaannya, seluruh personel Satpol PP Kota Baubau dikerahkan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, camat, lurah, serta pemilik gerobak.
Mereka bahu-membahu membantu penataan dan pemindahan gerobak. Tasdik menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk anggota Satpol PP yang bekerja di lapangan, dan salah satunya sempat mengalami luka di bagian kepala.
Satpol PP Kawal Rangkaian Kegiatan HUT
Di luar penataan Kotamara, Satpol PP juga mengawal berbagai kegiatan olahraga yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-485 Kota Baubau.
Personel disiagakan untuk membantu menjaga ketertiban agar kegiatan dapat berlangsung lancar, baik bagi peserta maupun masyarakat yang menyaksikan.
“HUT kota adalah pesta rakyat. Tugas kami memastikan masyarakat bisa menikmatinya dengan tenang,” ujar Tasdik.
Ia mengatakan, tugas menjaga ketertiban tidak hanya berkaitan dengan penegakan aturan, tetapi juga memastikan masyarakat dapat memanfaatkan ruang publik dengan nyaman.
Jaga Ketertiban Setelah Perayaan
Bagi Tasdik, tantangan penataan Kotamara bukan hanya membuat kawasan terlihat rapi menjelang HUT. Hal yang tidak kalah penting adalah menjaga kondisi tersebut setelah seluruh rangkaian perayaan berakhir.
Satpol PP akan terus melakukan pemantauan dan pembinaan, bersama camat, serta lurah setempat. Pedagang diharapkan menjaga kebersihan lapak dan merawat gerobak, sementara pengunjung diminta membuang sampah pada tempatnya.
“Penataan ini tidak boleh berhenti sebagai riasan menjelang HUT, lalu kembali semrawut begitu acara selesai,” katanya.
Tasdik berharap, kerja sama antara pemerintah, pedagang, dan masyarakat dapat terus terjaga, sehingga penataan Kotamara menjadi upaya berkelanjutan, bukan sekadar pembenahan menjelang perayaan.
“Kotamara yang tertata adalah hadiah kita bersama untuk Baubau,” ujarnya.









Komentar