oleh

Babak Baru Polemik STAI Baubau, Ketua YPIQ Digugat

BAU-BAU

Polemik yang terjadi di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Baubau rupanya masih terus berlanjut, tindakan Ketua Yayasan Pendidikan Islam Qaimuddin (YPIQ) Muchtasar Ntewo memberhentikan anggota Senat digugat karena dianggap telah melawan hukum. Penggugat adalah
para anggota Senat yang diberhentikan tersebut, yang menunjuk Kuasa Hukum Muhammad Taufan Achmad SH, Agung Widodo SH, dan La Muin SH.

Sebelumnya, Penggugat berharap, dapat tercipta tindakan antisipatif Ketua YPIQ dari proses mediasi dan duduk bersama yang difasilitasi oleh Kopertais Makassar beberapa waktu lalu, dalam menyikapi permasalahan yang terjadi diinternal STAI Baubau. Mulai dari pemilihan Ketua STAI Baubau, keputusan Drop Out (DO) 6 Mahasiswa STAI Bau-Bau, pemecatan Dosen, dan Staff, serta pergantian Senat, yang notabene bertentangan dengan Statuta STAI Baubau. Ironisnya, Statuta ditandatangani sendiri oleh sang Ketua YPIQ.

Namun sampai dengan berangkatnya Sekretaris Kopertais Makassar, sama sekali tak ada inisiatif Ketua YPIQ, apalagi Pelaksana Ketua STAI Baubau untuk duduk bersama dengan seluruh pihak yang bermasalah, dengan memberikan solusi yang baik untuk keberlangsungan STAI Baubau sendiri. Fakta ini yang mendasari para Penggugat mengajukan gugatan.

“Kami selaku Kuasa Hukum para Penggugat mengajukan gugatan karena Ketua YPIQ telah melakukan perbuatan melawan hukum dan merugikan para Penggugat secara materil dan imateril,” tegas Kuasa Hukum Penggugat, Agung Widodo SH.

Pihaknya kata Agung, telah mendaftarkan gugatan di Pengadilan Negeri Baubau, Terdaftar dengan Nomor: 32/PDT.G/2019/PN.BAU, Kamis, Tanggal 4 Desember 2019.

“Inti gugatan kami adalah dikarenakan seluruh tindakan Ketua YPIQ dan Pelaksana Ketua STAI Baubau telah nyata melanggar hukum, yang bertentangan dengan Statuta STAI Baubau, dan prinsip adminsitrasi Perguruan Tinggi. Maka seluruh tindakan hukum Ketua YPIQ dan Ketua STAI Baubau yang inkonstitusional itulah yang kami gugat,” tambah Agung.

Ditambahkan Pengacara muda ini, bahwa saat ini para Penggugat tidak menerima Surat Pemberhentian secara tertulis, dengan disertai alasan dari Ketua YPIQ. Dikarenakan sampai saat ini juga, para Tergugat Muchtasar Ntewo dan Abdul Majid, dikarenakan akibat perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Para Tergugat, yang dilakukan dengan sengaja, telah menimbulkan berbagai bentuk kerugian bagi para Penggugat, yang dapat diperhitungkan secara materil dan immateriil.

Kerugian para Penggugat, dirinci sebagai berikut: a. Kerugian materil yakni permintaan uang penghargaan / pesangon terhadap 7 Orang x Rp. 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah) = Rp. 180.000.000,- (seratus delapan puluh juta rupiah). b. Kerugian imateriil yakni sebesar Rp. 1.000.000.000,- (satu milyar rupiah);

“Karena segala upaya damai dan kekeluargaan yang pernah ditempuh oleh para Penggugat dengan mendatangi para Tergugat, guna mencari solusi atas permasalahan ini, tidak membuahkan hasil. Maka gugatan ini adalah pilihan terakhir bagi para Penggugat, dengan mengajukannya pada Pengadilan Negeri Baubau,” tutup Agung dalam press release, Rabu (4/12/19).

[RED]

Komentar

News Feed