oleh

Begini Filipina Lindungi Wartawan, Indonesia Juga Seharusnya!

MANILA

Indonesia perlu mencontoh Filipina dalam upaya melindungi pekerja dibidang Pers. Hal ini disampaikan Ahli Pers Dewan Pers Rustam Fachri, usai mengikuti peluncuran Philippine Plan of Action on the Safety of Journalists (PPASJ), di Metro Manila, Jumat (22/11/19).

“Kegiatan atau gerakkan semacam ini juga diperlukan oleh Wartawan atau Jurnalis di Indonesia,” kata Rustam dari Manila, Sabtu (23/11) pagi.

Jurnalis kawakan ini mengatakan, banyak sekali kasus-kasus kekerasan terhadap Wartawan di Indonesia, akibat pekerjaannya, atau ketika sedang melakukan pekerjaannya.

“Kekerasan tidak hanya dari masyarakat atau organisasi sipil. Malah kadang datang dari aparat keamanan, apakah itu oknum Polisi atau TNI,” ujar mantan Wartawan Tempo, yang menghadiri langsung Peluncuran PPASJ, yang merupakan bagian dari kegiatan organisasi International Media Support (IMS).

Ia menyebutkan, pelanggaran Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers (UU Pers) atau Kitab Undang Hukum Pidana (KUHP) terkadang menguap atau tidak diproses secara hukum oleh aparat penegak hukum. Alias terjadi impunitas.

Karena itu, menurutnya penting, apa yang dilakukan seperti di Filipina, Aksi Keselamatan bagi Jurnalis. Suatu aksi yang terbilang perdana, baik di Filipina ataupun di dunia.

Presiden Institut Jurnalisme dan Komunikasi Asia Ramon Tuazon menilai, rencana Aksi Keselamatan, Keamanan Jurnalis, memberi rasa optimisme mengatasi momok kebebasan Pers. Ia menyebut cara ini tak hanya bisa dilakukan di Filipina, tetapi juga di negara lain di seluruh dunia.

Langkah Filipina itu juga menuai pujian dari Thomas Wiersing, yang mewakili masyarakat Uni Eropa. Pihaknya, siap mempromosikan media yang bebas dan adil, serta menyiapkan dana untuk proyek-proyek, untuk mempromosikan Jurnalisme berkualitas, kebebasan Pers, dan akses ke informasi publik.

“UE akan terus menggunakan semua cara yang tepat, yang memungkinkan untuk menghormati dan melindungi kebebasan berekspresi, dan untuk memastikan keselamatan Jurnalis dan pekerja media,” kata Mr. Wiersing.

Rencana Aksi Filipina pertama tentang Keselamatan Wartawan (PPASJ), itu melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Mereka akan bekerja dalam periode 2019-2024.

Delegasi Indonesia selain dihadiri Rustam Fachri yang mewakili Kelompok Kerja Dewan Pers, juga pengurus Komite Keselamatan Jurnalis Musdalifah F, dan M. Mahdi dari Aliansi Jurnalis Independen. (Sumber: Feh)

[RED]

Komentar

News Feed