oleh

Ditembak Karena Berusaha Kabur Saat Ditangkap Tim Panther Polres Baubau, Residivis Pencurian Ini Belasan Kali Dipenjara

Kasamea.com BAUBAU

Tim Panther Polres Baubau berhasil menangkap MD (29) seorang residivis kasus pencurian disalah satu tempat hiburan malam (THM) di Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa 15 Desember 2020. Pencuri yang sudah belasan kali keluar masuk jeruji besi ini terpaksa ditembak bagian kakinya, karena berusaha kabur saat ditangkap.

Hasil pengembangan perkara, terungkap, dalam menjalankan aksinya, pelaku telah menggasak 211, 69 Gram emas di salah satu rumah di Kelurahan Kadolomoko, Kecamatan Kokalukuna. Pelaku menjalankan aksinya dimalam hari.

Tak hanya emas, dari beberapa rumah kosong, pelaku juga mencuri barang-barang elektronik, seperti televisi, kamera, jam tangan berbagai merek, berlian, dua unit laptop dan beberapa barang bukti lainnya.

“Nah kali ini sebelum tertangkap kembali, kurang lebih ada 18 TKP yang jadi sasaran kejahatannya. Jumlah itu masih bisa bertambah, karena saat ini kami masih melakukan pendalaman,” urai AKBP Rio Tangkari dalam siaran pers, Jumat (18/12/20).

Uang hasil penjualan barang-barang curian, digunakan pelaku untuk berfoya-foya. MD warga Kelurahan Lipu Kecamatan Betoambari, merupakan pelaku tunggal dalam aksi pencurian yang dilakukannya.

“Identitas pelaku berhasil diungkap, setelah aksi terakhirnya terekam kamera CCTV di rumah korban. Dari hasil rekaman CCTV inilah, Tim Panther kemudian berhasil meringkus pelaku,” ungkap Kapolres.

Dari hasil pengembangan kasus MD, Tim Panther Polres Baubau juga berhasil meringkus SD (34) seorang yang diduga penada hasil kejahatan MD. SD diduga membantu MD menjual barang hasil curian.

SD sendiri adalah warga Kelurahan Wajo Kecamatan Murhum yang identitasnya terungkap dari pengakuan MD.

“Tanpa pikir lama, anggota langsung menjemput SD,” kata Kapolres.

Kasat Reskrim Polres Baubau AKP Reda Irfanda menambahkan, pelaku MD merupakan pelaku pencurian dengan pemberatan secara berulang. Atas perbuatannya, MD dikenakan sanksi lebih berat dari sebelumnya.

Kata Kasat Reskrim, MD terpaksa harus dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha kabur saat akan ditangkap.

“Pelaku MD disangkakan pasal 363 tentang pencurian dengan pemberatan, hukuman penjaranya itu tujuh tahun. Itu untuk satu laporan, nah total hukuman penjaranya itu kita akan kalkulasikan seluruh laporan dari seluruh korban. Nanti dari seluruhnya akan kita tambah 1/4 dari total hukuman, yang bakal kita berikan kepada si pelaku,” urainya

Sedangkan Terduga penadah, SD, disangkakan pasal 480 tentang penada/pemufakatan jahat, ancaman hukuman empat tahun penjara.

Saat ini seluruh barang bukti hasil kejahatan pelaku MD dan SD, diamankan di Mako Polres Baubau guna proses hukum lebih lanjut.

Total kerugian para korban sekitar Rp 800juta, dan kerugian ini masih bisa bertambah, juga seluruh barang bukti, yang berhasil dikumpulkan.

[RED]

Komentar

News Feed