oleh

Jenderal Gadungan Tipu Korbannya Ratusan Juta

PADANG

Cukup lihai peran yang dimainkan pelaku Wendri Harefa (39), yang berakting sebagai seorang Jenderal berdinas di Propam Mabes Polri, berhasil memperdayai korban bernama Ema Suryani (51), hingga mau memberikan uang ratusan juta rupiah kepada pelaku. Dengan iming-iming menjanjikan dapat meloloskan anak korban masuk ke Akademi Kepolisian (Akpol), pelaku mampu membuat korban percaya.

Kronologis kejadian:
Sekitar bulan September 2019 pelaku bertemu dengan korban di Kedai Grosir Simpang Brimob Kelurahan Lubuk Buaya Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Provinsi Sumatera Barat. Pelaku mengaku sebagai seorang Polisi berpangkat Jenderal dan berdinas di Mabes Polri.

Dalam pertemuan tersebut, pelaku memberikan nomor Hand Phone kepada korban. Selang dua minggu pasca pertemuan tersebut, korban menghubungi pelaku, menyampaikan bahwa suami korban bertengkar dengan anggota Brimob.

Saat itu pelaku mengaku sedang berada di Jakarta. Pelaku menyampaikan kepada korban, akan pulang ke Padang. Beberapa hari kemudian pelaku datang ke kedai grosir milik korban.

Dalam pertemuan kali ini pelaku melihat anak laki-laki korban, pelaku pun langsung menawarkan kepada korban untuk membantu meluluskan anak korban menjadi seorang Perwira Polisi. Pelaku mengaku dapat menjamin dan memasukan anak korban ke Akademi Kepolisian (Akpol).

Terus beraksi, pelaku menyuruh korban menyiapkan berbagai persyaratan, surat – surat kelengkapan menjadi seorang Polisi, berikut meminta uang sebesar Rp 300juta, untuk biaya menjadi seorang Polisi.

Terlena dengan iming-iming pelaku, korban pun menyanggupi. Korban memberikan uang yang diminta pelaku sebanyak 5 kali angsuran, dengan rincian:

Pembayaran pertama Rp 6.500.000,

Pembayaran kedua Rp 50.000.000,

Pembayaran ketiga Rp 100.000.000,

Pembayaran keempat Rp 50.000.000, dan

Pembayaran kelima sebanyak Rp100.000.000.

Korban terakhir kali menyerahkan uang kepada pelaku pada Desember 2019, dan korban menyampaikan kepada pelaku, bahwa uang tersebut dipinjam korban dari Rentenir. Saat itu pelaku berjanji kepada korban akan membantu membayar pengembalian uang tersebut, namun, sampai dengan Januari 2020 pelaku tak kunjung memberikan uang kepada korban.

Korban merasa curiga kepada pelaku, dan bersama anak, serta sang suami, juga beberapa kerabatnya mendatangi pelaku, dengan maksud menanyakan pengembalian uang tersebut. Jawaban pelaku berbelit-belit, sehingga korban dibantu warga menghubungi pihak Polsek Koto Tangah.

Tak butuh waktu lama, pukul 04.00 WIB, sigap personil Polsek Koto Tangah langsung mendatangi TKP. Tak butuh waktu lama pula, pelaku langsung mengaku kepada Personil Polsek Koto Tangah, bahwa pelaku hanyalah seorang Polisi gadungan.

Pelaku pun diamankan ke Polsek Koto Tangah, beserta barang bukti, untuk dilakukan pemeriksaan, dan pengembangan lebih lanjut. Pelaku diamankan pada Rabu, 22 Januari 2020, sekitar pukul 04.30 WIB, dari rumah kontrakan di Perumahan Lubuk Intan Blok N 6 RT 005/RW 003 Kelurahan Lubuk Buaya Kecamatan Koto Tangah.

Polisi juga memeriksa seorang saksi inisial FY (27).

Barang bukti yang diamankan:

1 unit mobil Pajero warna hitam sport BA 1 AW (plat palsu), 1 unit mobil Grand Vitara warna hitam BA 2 A (plat palsu), 1 unit HP samsung A 80 warna hitam, 1 unit Honda CBR tanpa plat Nomor, uang Rp 3juta,
1 lembar kaos dalam Brimob.

Tindak lanjut kasus ini melalui Biro SDM, dan Propam Polda Sumbar, melakukan pendalaman bila ada kaitan dengan internal Polri. Koodinasi juga dilakukan Kapolresta Padang, untuk memproses lanjut kasus tersebut.

Selanjutnya, membuat direktif kepada Kapolres beserta jajaran, bahwa tidak ada biaya dalam proses penerimaan anggota Polri, dan dengan prinsip BETAH.

(Sumber: Biro SDM Polda Sumbar)

[RED]

Komentar

News Feed