Kendari
Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersiap menggelar JMSI Sultra Talk bertajuk “Bincang Ekonomi”. Sebagai forum strategis mengupas dinamika ekonomi daerah ditengah ketidakpastian global, giat ini diproyeksikan menjadi ruang temu lintas sektor untuk merumuskan arah kebijakan ekonomi yang lebih adaptif dan inklusif.
Ketua JMSI Sultra, Adhi Yaksa Pratama, mengatakan agenda ini merupakan kelanjutan dari JMSI Talk sebelumnya, yang menyoroti peran media siber dalam membangun ekosistem digital yang berintegritas. “Kali ini fokus pada isu ekonomi daerah, terutama bagaimana Sultra merespons tantangan dan memanfaatkan peluang pertumbuhan,” ujarnya.
Secara makro, ekonomi Sultra dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren pertumbuhan positif, ditopang sektor pertambangan, industri pengolahan nikel, serta konsumsi domestik. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Sultra berada diatas rata-rata nasional, dengan kontribusi signifikan dari hilirisasi industri berbasis sumber daya alam.
Namun demikian, ketergantungan pada sektor ekstraktif menjadi tantangan tersendiri. Fluktuasi harga komoditas global serta tekanan transisi energi menuntut diversifikasi ekonomi yang lebih kuat. Dalam konteks ini, forum JMSI Talk diharapkan mampu mengurai persoalan struktural sekaligus menawarkan solusi berbasis kolaborasi.
Sejumlah pemangku kepentingan dijadwalkan hadir sebagai narasumber, antara lain Pemprov Sultra, perwakilan Bank Indonesia Sultra, Bank Sultra, serta BPS Sultra. Kehadiran mereka dinilai penting untuk menghadirkan perspektif kebijakan fiskal, moneter, dan data statistik yang komprehensif.
Selain itu, pelaku usaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Sultra dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sultra juga akan ambil bagian, bersama pelaku UMKM. Partisipasi sektor swasta ini menjadi indikator penting dalam membaca iklim investasi serta daya tahan ekonomi riil di daerah.
Ketua panitia, Mirkas, menambahkan bahwa kegiatan ini akan dirangkaikan dengan mini pameran UMKM lokal sebagai upaya mendorong penguatan ekonomi berbasis kerakyatan. “UMKM akan dilibatkan untuk memamerkan dan menjual produk unggulan daerah,” ujarnya usai rapat kepanitiaan di salah satu kedai kopi di Kendari, Sabtu (11/4/2026).
Dari sisi prospek, penguatan UMKM dinilai krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi Sultra ditengah gejolak eksternal. Sektor ini terbukti menjadi bantalan ekonomi saat terjadi perlambatan, sekaligus berpotensi mendorong pemerataan pendapatan, jika didukung akses pembiayaan dan digitalisasi yang memadai.
Rencananya, JMSI Sultra Talk akan digelar pada Senin, 22 Juni 2026. Panitia berharap forum ini tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga melahirkan rekomendasi kebijakan yang konkret dan berkelanjutan, guna memperkuat fondasi ekonomi Sultra menuju pertumbuhan yang lebih inklusif dan berdaya saing.
(Redaksi)















Komentar