H Zahari menyerahkan proposal pengembangan potensi peternakan kepada Direktur PKH Kementan RI
Kasamea.com, Jakarta
Keseriusan Pemerintah Kota Baubau dalam mengembangkan potensi perternakan patut diacungi jempol. Dinas Pertanian (Distan) yang membidangi peternakan bahkan dikawal langsung oleh DPRD Kota Baubau dalam mengajukan proposal bantuan anggaran, sekaligus melakukan audiensi di Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian RI.
Mempresentasekan pengembangan potensi peternakan di negeri khalifatul khamis, Ketua DPRD H Zahari didampingi delapan anggotanya, bersama Kepala Distan Muhammad Rais, diterima langsung seorang Direktur Ditjen PKH, dan jajarannya, Rabu (13/10).
Peternakan Itik menjadi salah satu prioritas usulan, dengan proyeksi Pulau Makassar (Kelurahan Liwuto dan Sukanaeyo) Kecamatan Kokalukuna sebagai salah satu ikon “Pulau Itik”.

Zahari mengatakan, pihaknya sengaja mengawal usulan Distan karena proyeksi potensi peternakan Itik di Pulau Makassar. Pembibitan Itik, dan menjadi penghasil telur Itik di wilayah Kepton, Sultra, bahkan keluar daerah.
Selain berpotensi untuk pengembangan ternak, kedepan Pulau Makassar diproyeksikan sebagai kawasan agro wisata alam dan wisata kuliner.
“DPRD mendukung program-program produktif, untuk peningkatan taraf hidup, kesejahteraan masyarakat. Apalagi pak Dirjen sangat menyambut baik usulan ini,” kata Zahari via telpon, usai menyerahkan proposal.
Selain usulan pengembangan ternak Itik, Distan juga mengusulkan bantuan hewan ternak sapi, dan Rumah Potong Hewan (RPH).
Ditambahkan Muhammad Rais, bahwa usulannya kali ini merupakan tindak lanjut dari bantuan sebelumnya, yang sudah direalisasikan Kementan, yakni bantuan bibit Itik.
Muhammad Rais mengatakan, dalam audiensi, Dirjen merespon dengan salahsatunya mengarahkan agar Distan memanfaatkan program Pemerintah melalui kredit usaha rakyat (KUR) dalam pengembangan potensi peternakan. Melalui KUR dimaksud, para peternak/kelompok peternak mandapat kemudahan dalam proses pengajuannya, termasuk pula bunga ringan.
“Bunganya hanya enam persen, dan ini bisa membantu peternak. Pulang ke Baubau kita sosialisasikan arahan pak Dirjen ke masyarakat, khususnya para peternak,” kata Rais, dihubungi redaksi Kasamea.com.
Muhammad Rais berharap, nantinya setelah dilakukan audiensi kembali, dapat berbuah manis, dengan digelontorkannya anggaran untuk mengembangkan potensi peternakan di Baubau.
“Kita diminta untuk memaparkan lebih rinci lagi. Mudah-mudahan bisa bermanfaat dan hasilnya baik untuk daerah yang kita cintai,” pungkasnya.
[Red]









Komentar