oleh

Kasus ‘Korporasi’ Suzuki Buton?, Pembeli Mobil Sekian Tahun Belum Terima STNK dan BPKB

Baubau

Kasus ini bermula dari pengakuan LF, seorang pembeli mobil yang merasa telah dirugikan oleh Suzuki Buton, sebuah perusahaan (korporasi) penjual mobil merk Suzuki. LF mengeluh, sebab Ia membeli mobil secara cash (tunai) sejak 03 Maret 2015, namun Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), juga Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) milknya tak kunjung Ia terima.

Sekian tahun belum adanya STNK dan BPKB miliknya, LF pernah mempertanyakan kepada pihak Suzuki Buton. STNK dan BPKB belum diterimanya, namun selalu mendapat jawaban “belum ada” dengan alasan-alasan beruntun.

Sekian tahun menunggu, LF pun sampai putus asa, dan merasa malu pada tetangga, juga warga di Desanya, sebab sepengetahuan mereka LF membeli mobil tersebut secara tunai, namun tak bisa menunjukkan STNK dan BPKB. Terparah, Ia tidak bisa menggunakan mobil miliknya sebagai agunan kredit, notabene LF seorang pedagang, yang memutar modal usaha.

Mobil yang dibeli LF dari Suzuki Buton merk Suzuki type APV Mega Carry Extra warna Hitam/1500 tahun 2014. LF menggunakan mobilnya mengangkut penumpang para pedagang sayur serta buah-buahan yang kerap berpindah berjualan dari satu pasar ke pasar lainnya. Juga mengangkut barang lainnya sesuai dengan kesepakatan biaya sewa.

Bisa dibayangkan ketika ada razia kendaraan, tentu LF tak bisa menunjukkan surat-surat mobilnya.

Kepada Vonizz.com LF sempat bertanya, bagaimana dengan nasib STNK dan BPKB miliknya, Ia juga mempertanyakan, apakah hal ini melanggar hukum atau tidak.

Beberapa hari setelah wawancara, mendengar keluh curhat LF, Vonizz.com melakukan penelusuran. Dimulai dengan mengkonfirmasi ke pihak Suzuki Buton. Vonizz.com menyambangi kantor Suzuki Buton yang beralamat di Jalan Betoambari No. 118 Baubau, yang ternyata sudah ditempati perusahaan dealer mobil lainnya.

Vonizz.com kemudian menyambangi kantor dealer mobil Suzuki di Jalan Anoa (Bure) Baubau. Ternyata disini kantor dealer mobil Suzuki perusahaan yang berbeda, bukan kantor dealer mobil Suzuki Buton.

Salah seorang karyawan menyarankan untuk mengecek di kantor dealer motor Suzuki yang beralamat di Jalan Sultan Hasanuddin (kilo satu) Baubau, samping kantor PDAM Kabupaten Buton. Yang cukup mengejutkan, karyawan tersebut mengatakan, bahwa sebelumnya juga ada pemilik mobil yang salah alamat menanyakan tentang surat-surat mobil dikantornya, ternyata customer Suzuki Buton.

Penelusuran berlanjut, Vonizz.com menuju kantor dealer motor Suzuki (perusahaan Suzuki Baubau) di Jalan Sultan Hasanuddin (kilo satu) Baubau. Menurut informasi yang dihimpun Vonizz.com, Suzuki Baubau satu kepemilikan dengan Suzuki Buton.

Kala itu karena kantor Suzuki Baubau dalam keadaaan tertutup, tak ada seorangpun karyawan didalamnya, Vonizz.com bertanya disebelah kantor (masih satu gedung yang sama) yang merupakan bengkel motor Suzuki. Disini seorang karyawan, sepertinya seorang mekanik, cukup ramah bertanya dan memberikan informasi bahwa STNK dan plat nomor mobil milik LF telah ada.

Iapun memperlihatkan STNK dan plat nomor tersebut. STNK terbit 24-08-2018. Ia juga membenarkan, bahwa Suzuki Buton kini berkantor digedung kantor Suzuki Baubau.

Ketika dikonfirmasi soal BPKB milik LF, karyawan tersebut memberikan informasi dalam keadaan setengah yakin. Ia mengatakan, sepertinya BPKB milik LF sudah ada, namun disimpan oleh karyawan lainnya bernama Asni. Kala itu Asni tidak berkantor.

Vonizz.com menyarankan agar Asni dihubungi via telepon genggam untuk mengkonfirmasi soal BPKB milik LF tersebut. Alhasil dari percakapan via telepon genggam antara karyawan (mekanik) dengan Asni, Vonizz.com mendapat informasi, bahwa BPKB milik LF sudah ada. Namun, Asni mengaku tidak tahu tanggal bulan dan tahun berapa BPKB tersebut diterbitkan.

Kala itu Vonizz.com sempat berbincang dengan Asni (masih via telepon genggam). Ia sempat meminta maaf karena keterlambatan adanya STNK dan BPKB tersebut. Asni menyebutkan, LF yang hingga kini belum datang mengambil STNK juga BPKB miliknya.

Ia kemudian mengarahkan Vonizz. com untuk menghubungi rekan kerjanya bernama Tina yang menyimpan BPKB tersebut. Sebelumnya Asni sempat keberatan memberikan keterangan, saat mengetahui Vonizz.com yang mengkonfirmasi tentang BPKB tersebut, dan akan termuat dalam pemberitaan Vonizz.com.

Namun setelah diberi penjelasan untuk keperluan perimbangan berita, dan untuk memenuhi hak jawab Suzuki Buton, Iapun melunak. Saat itu juga Vonizz.com mencoba menghubungi Tina via telepon genggam, namun tidak diangkat.

Keesokan harinya Vonizz.com mencoba mengirim pesan via WhatsApp, guna mengkonfirmasi kepada Tina. Pesan itupun tidak dibalas. Beberapa kali upaya menghubungi Tina, akhirnya Tina merespon.

Tina memberikan informasi singkat soal BPKB milik LF yang menurutnya sudah lama terbit, namun LF sulit dihubungi untuk mengambil BPKB miliknya.
Tina enggan berpanjang lebar memberikan keterangan via telepon, dan menyampaikan untuk bertemu di kantornya.

Saat Vonizz.com ke kantor Suzuki Buton pada jam yang telah ditentukan oleh Tina, kantor tersebut masih tutup, tak ada seorang pun karyawan. Vonizz.com mencoba menelepon Tina, sempat tersambung, namun tak ada suara yang terdengar. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Vonizz.com memutuskan untuk meninggalkan kantor tersebut, karena ada agenda lainnya.

Hingga kini Tina belum bisa dikonfirmasi langsung, padahal Vonizz.com sudah mencoba menghubungi Tina. Sebelumnnya Tina juga mengaku akan menjawab konfirmasi via WhatsApp, namun hingga kini pertanyaan Vonizz.com via Whatsapp tidak direspon.

Vonizz.com belum mendapat konfirmasi yang pasti dari Suzuki Buton, tentang :
– penyebab keterlambatan terbitnya STNK dan BPKB milik LF?
– bagaimana prosedur/aturan penerbitan STNK dan BPKB yang selama ini diterapkan Suzuki Buton?
– dalam aturan baku, berapa lama proses pengurusan hingga terbit STNK dan BPKB mobil yang dibeli tunai?
– apa bentuk pertanggungjawaban Suzuki Buton kepada pemilik mobil yang dirugikan/komplain atas keterlambatan terbitnya STNK dan BPKB mobil miliknya?
– apakah keterlambatan penerbitan STNK dan BPKB tidak melanggar peraturan perundang-undangan, berkaitan dengan praktek penjualan mobil dalam sebuah perusahaan (korporasi) dealer, pemasaran suatu produk/merk mobil?

~ Vonizz report ~

Komentar

News Feed