oleh

Kiat dr Hasmudin Pimpin RSUD Bahteramas Jawab Tantangan dengan Profesionalitas

kasamea.com KENDARI

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas terus fokus meningkatkan mutu pelayanan. Dibawah kepemimpinan Direktur dr Hasmudin SpB, menanamkan soliditas, kekompakan, profesionalitas tim kerja seluruh karyawan RS milik Pemprov Sultra ini.

Cukup banyak tantangan harus dihadapi Hasmudin ditempat tugas yang baru. Sekitar 6 bulan sejak diangkat sebagai Direktur pertengahan April 2020, perlahan namun pasti, Ia membenahi segala kekurangan, kelemahan, serta mempertahankan dan meningkatkan kelebihan/prestasi yang telah dicapai oleh Direktur pendahulunya.

“Tempat baru, suasana baru, orang baru, tantangan baru, tentu harus beradaptasi, bekerja tulus dan tetap profesional,” kata dr Hasmudin rileks namun tegas, kepada Redaksi Kasamea.com, yang baru bertemu lagi dengan dr Hasmudin, sejak sekitar setahun sebelumnya bertemu di kantor praktek dr Hasmudin, di Kota Baubau.

Menunjukkan gestur kesiapan memimpin seorang Direktur, dr Hasmudin banyak mengulas kiatnya menjalankan tugas amanah yang dipercayakan Gubernur Sultra Alimazi SH.

Baginya, menjadi Direktur RSUD Bahteramas dengan RS lainnya relatif sama. Yang membedakan hanya type RS, dan sistem tata kelola manajemen dan pelayanannya.

Seperti diketahui, dr Hasmudin sebelumnya pernah menjadi Direktur memimpin RSUD Baubau dengan type C. RSUD Bahteramas type B plus Pendidikan.

“Alhamdulillah ada pengalaman sebelumnya di RSUD Baubau, disini (RSUD Bahteramas, red) ruang lingkupnya cukup besar ya, selain kita bergerak dibidang pelayanan, juga bergerak dibidang pendidikan, pelatihan dan penelitian. Jadi skopnya cukup luas,” jelas dr Hasmudin.

Mengawali tugasnya di RSUD Bahteramas, dr Hasmudin pertama-tama melakukan konsolidasi, khususnya dengan manajemen, tim medis, tim paramedis dan tim non medis, penunjang, struktural. Menurutnya konsolidasi awal terpenting dalam memulai Kepemimpinan sebuah organisasi.

“Itu yang perlu kita konsolidasi dulu, bahwa kita ini satu tim, kita bekerja sama-sama, tidak bisa terpisah antara satu dengan yang lain,” ucap dr Hasmudin, mengingat awal mulanya membangun sinergitas tim kerja RSUD Bahteramas.

Menurutnya, seluruh bidang harus terkoordinasi dengan baik. Manajemen memfasilitasi semua kepentingan yang ada untuk kebutuhan RS, dan dalam hal ini, Direktur sebagai pimpinan, akan berusaha menjembatani kepentingan semua bidang.

“InsyaAllah sekarang dan seterusnya, semua berjalan lebih baik,” harapnya.

Dokter Hasmudin mengungkapkan, tantangan yang dihadapinya bertambah, karena Ia memimpin RSUD Bahteramas dalam suasana pandemi covid 19. Musibah, covid 19 muncul tiba-tiba, penanganannya pun dengan protokol sistem yang baru. Sebelumnya tidak atau belum diketahui penanganannya.

“Saya masuk, wah ini tantangan yang luar biasa, karena covid 19, segala sesuatunya memang tidak pernah direncanakan sebelumnya. Tidak pernah diketahui bagaimana penanganannya, termasuk anggarannya tidak ada,” urainya.

Bagaimana caranya pasien covid 19 harus dilayani. Sementara kala itu, RSUD Bahteramas belum siap untuk menangani pasien covid 19. Kata dr Hasmudin, bahkan ada petugas medis yang kabur, ada yang menolak, tidak mau melayani.
Menghindar dengan mengambil cuti, tidak mau terlibat, dalam penanganan pasien covid 19.

Dokter Hasmudin mengisahkan, kala itu ruang isolasi khusus pasien covid 19 belum siap. RSUD Bahteramas baru memiliki ruang isolasi pasien TBC.

Iapun meginisiasi rapat sebagai langkah solutif menyiapkan ruang isolasi khusus pasien covid 19, termasuk penetapan tim Satuan Tugas Penanganan Covid 19 RSUD Bahteramas. Pihaknya mengambil sikap, siapa yang terlibat dalam penanganan covid 19, dibuatkan SK Satgas covid 19 RSUD Bahteramas. Pihaknya menyiapkan tim medis, termasuk didalamnya tim penunjang, seperti Satpam, cleaning servis, transporter, gizi, diluar tim medis RSUD Bahteramas.

“Itu tantangan yang luar biasa lah. Sementara April kala itu sudah mulai menanjak kasusnya. Pasien kita harus layani,” ungkapnya.

Menyikapi ruang isolasi, kebijakan yang diambil dr Hasmudin, memanfaatkan fasilitas isolasi pasien TBC, untuk pasien covid 19. Pasien TBC dipindahkan ke RSUD Kota Kendari.

“Tempat tidur cuma 16 (di ruang isolasi pasien TBC, red), sementara waktu itu pasien mulai bertambah. Akhirnya kita buat kebijakan lagi, V-VIP dan VIP kita tutup untuk pasien umum, dan difungsikan untuk pasien covid 19.
Itu berjalan sampai 3 bulan,” kata dr Hasmudin.

Upaya lainnya yang dilakukan RSUD Bahteramas dalam penanganan pasien covid 19, dr Hasmudin meng- fungsikan UGD
melayani pasien non covid 19, dan UGD untuk pasien covid 19. Dua bulan kemudian, pasien covid 19 terus bertambah, sehingga pasien covid 19 juga harus dilayani di UGD pasien non covid 19.

“Saya ambil lagi kebijakan UGD disatukan. Jadi semua pasien masuk satu pintu saja, nanti sudah masuk baru dipilah. Sementara waktu itu kita hanya andalkan alat rapid tes,” tambah, mantan Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau ini.

Untuk memenuhi kebetuhan alat PCR, sebelumnya pihaknya meminjam dan menggunakan alat PCR milik BPOM. Mulailah pemeriksaan PCR sekitar bulan Juli. Pasien tidak lagi menunggu lama, seharibatau dua hari sudah bisa diketahui hasil PCR, untuk kemudian ditentukan tempat perawatannya. Pasien dengan hasil PCR positif, langsung dirawat di ruang isolasi, yang negatif, dirawat di ruang rawat umum.

Melonjaknya pasien covid 19 menimbulkan masalah baru di RSUD Bahteramas, yakni tidak tercukupinya fasilitas isolasi. Termasuk Kamar V-VIP, sampai kapan akan digunakan untuk pasien covid 19.

Mengatasinya, dr Hasmudin pun meminta kepada pimpinan untuk membangun fasilitas ruang isolasi khusus penanganan covid 19, melalui anggaran APBD Pemprov Sultra. Alhasil, dibangunlah 25 kamar dengan fasilitas ruang isolasi khusus covid 19 di RSUD Bahteramas. Sehingga saat ini fasilitas isolasi covid 19 bertekanan negatif berjumlah 41 tempat tidur, ditambah 3 tempat tidur (extra bed), totalnya 44 tempat tidur.

Seluruh fasilitas yang telah disiapkan dr Hasmudin bersama tim Satgas Covid 19 RSUD Bahteramas, untuk penanganan pasien covid 19, termanfaatkan dengan maksimal.

Dokter Hasmudin mengimbau seluruh masyarakat agar tetap menjalankan protokol kesehatan untuk bersama-sama memutus rantai sebaran covid 19, dengan Menggunakan Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak.

[RED]

Komentar

News Feed