oleh

LBH Pospera Kepton: Polres Bau-Bau Harus Berani Ungkap Pelaku Pembunuhan di Jalan Murhum

BAU-BAU

LBH Pospera Kepton mendesak Polres Bau-Bau mengusut tuntas tewasnya seorang pemuda, Marco, di Kelurahan Nganganaumala Kecamatan Batupoaro Kota Bau-Bau, 16 Februari 2020. Korban diduga tewas karena dianiaya beberapa orang tak dikenal, dan hingga kini para pelaku belum ditangkap.

LBH Pospera Kepton menilai, hingga saat ini, 24 Februari 2020, belum ada titik terang mengenai penyelidikan/penyidikan yang dilakukan Polres Bau-Bau atas tewasnya korban. Diketahui, telah beberapa kali terjadi aksi boikot jalan Murhum oleh pemuda Kanakea, rekan korban, yang juga berdiskusi terbuka dengan pihak Polres Bau-Bau, mengenai pengungkapan tewasnya korban.

LBH Pospera Kepton merilis kronologis tewasnya korban:

Bahwa pada hari Minggu tanggal 16 Februari 2020 kurang lebih pada Pukul 03:00 Wita, korban mengendarai sepeda motor dari arah Pantai Kamali menuju Kanakea. Tiba-tiba dari arah belakang ada mobil dan 2 motor yang mengikuti korban. Setelah melewati Jembatan Gantung Jalan Murhum, tepatnya sebelum Sumur Umum, korban disenggol dan jatuh dari sepeda motor yang dikendarainya. Seketika turun dari mobil, dan motor, beberapa orang yang tidak dikenal, dan melakukan penganiyaan yang menyebabkan hilangnya nyawa korban. Menurut LBH Pospera Kepton, hal ini diterangkan oleh salah seorang saksi mata yang telah diperiksa sebagai saksi pada Selasa tanggal 18 Februari 2020 malam.

Namun, berdasarkan keterangan beberapa saksi, dan saksi mata yang telah diperiksa, yang melihat langsung peristiwa penganiayaan yang menghilangkan nyawa korban, hingga saat ini belum ada titik terang dari tindakan penyelidikan Polres Baubau.

LBH Pospera Kepton berpendapat, Polres Baubah terkesan jalan ditempat dalam menangani kasus dugaan penganiayaan yang menghilangkan nyawa korban.

Oleh karena itu, LBH Pospera Kepton mendesak Polres Baubau, untuk:

1.Segera menyampaikan perkembangan penyelidikan (SP2HP) kepada keluarga korban.

2.Segera dilakukan pemeriksaan atau pemanggilan terhadap orang-orang yang telah diduga melakukan tindakan penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.

3.Optimisme kami Polres Baubau dapat mengungkap kasus ini sesegera mungkin secara profesional dan teransparan baik kepada keluarga korban maupun kepada publik.

“Berangkat dari beberapa saksi yang telah diperiksa oleh pihak Penyidik Sat Reskrim Polres Baubau, kami sangat yakin bahwa perkara ini sudah ada titik terang, tinggal menunggu keberanian dari pihak Kepolisian Polres Baubau untuk mengungkap siapa pelakunya, dan apa motifnya,” demikian keterangan Direktur LBH Pospera Kepton, Agung Widodo SH, dalam Siaran Pers, Senin 24 Februari 2020.

[RED]

Komentar

News Feed