oleh

ABDUL MULKU ZAHARI SANG PENULIS YANG MENGABDI MELEBIHI KEWAJIBANNYA SEBAGAI WARGA NEGARA

Oleh: Drs. Alimudin, M.Si

Abdul Mulku Zahari pria yang terlahir dari keluarga terpandang di Kesultanan Buton, mewarisi kecendekiawanan bernasab dari orang tuanya, sebagai pemikir dan juga pejabat tinggi pemerintahan Kesultanan Buton pada masanya. Dalam beberapa catatan didapatkan informasi, bahwa Abdul Mulku Zahari adalah putera dari seorang kepala Distrik, yang kalau ditarik keatas, maka kecendekiawannya terwariskan dari buyutnya Maa Zahari, yang pada masanya berprofesi sebagai Penulis.

Nama Abdul Mulku Zahari sangat familiar dikalangan pejabat Kesultanan Buton, khususnya pada era pemerintahan Sultan XXXVIII PYM La Ode Muhammad Falihi, dimana Abdul Mulku Zahari berkedudukan sebagai Sekretaris Kesultanan yang secara khusus membantu pemerintahan dalam hal penataan administrasi. Jabatan Sekretaris atau dalam nomenklatur kelembagaan Kesultanan Buton dikenal dengan nama juru tulis yang memegang peranan penting dalam urusan administrasi pemerintahan, baik urusan dalam negeri, maupun dalam hubungan luar negeri.

Talenta yang dimiliki oleh Abdul Mulku Zahari yang terwariskan dari leluhurnya berupa kecendekiawanan, berbarengan dengan tugas dan fungsi yang diembannya sebagai Sekretaris Kesultanan Buton, muncul dan terimplementasikan berupa gagasannya untuk mengumpulkan dan mendokumentasikan berbagai buku hasil buah tangan dan pemikiran para Cendekiawan, Ulama, Sultan pada era sebelumnya. Bahkan, berbagai peristiwa yang terjadi terekam dengan baik, berupa catatan, atau surat menyurat.

Langkah besar Abdul Mulku Zahari untuk mengumpukan berbagai dokumen tersebut dimulai sejak memangku jabatan Sekretaris Kesultanan, hingga menjadi perpustakaan pribadi pada era pemerintahan Republik Indonesia. Kesabaran dan keikhlasan untuk merawat naskah berupa buku buku, surat menyurat, atau catatan catatan, telah ditunjukkan oleh pribadi Abdul Mulku Zahari, yang dengan keyakinannya, bahwa apa yang diperbuatnya akan menjadi sumber literatur ilmu pengetahuan bagi dunia untuk menyelami Buton secara mendalam.

Buah Tangan Abdul Mulku Zahari merupakan pintu untuk melakukan kajian dan penelitian berbagai aspek, khususnya dalam bidang ilmu sosial, sejarah dan kebudayaan. Dokumen yang menjadi koleksi perpustakaan pribadi Abdul Mulku Zahari telah menjadi obyek penelitian sejak tahun 70an, baik nasional, maupun internasional.

Dengan demikian, maka dapat dikatakan bahwa karya besar Abdul Mulku Zahari tersebut sejak saat itu telah dipersembahkan kepada bangsa dan negara Republik Indonesia, dalam rangka untuk memajukan ilmu pengetahuan.

Koleksi perpustakaan Abdul Mulku Zahari berdasarkan penelitian tahun 2001, terdiri atas 320 naskah dan lebih kurang 6505 halaman, yang kesemuanya telah diterbitkan dalam bentuk katalog naskah Buton koleksi Abdul Mulku Zahari. Disamping itu, Abdul Mulku Zahari juga mendapatkan penghargaan dari dalam negeri melalui Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ( LIPI ), dan dari Lembaga Tinggi Pendidikan Internasional, berupa penghargaan dari Leiden University Kerajaan Belanda.

Abdul Mulku Zahari yang lahir tahun 1928 di Baubau dan wafat 1987 di Kendari, selama hayatnya mengabdikan dirinya untuk kemajuan peradaban dan ilmu pengetahuan, dimana pengabdian tersebut melampaui kewajibannya sebagai warga negara, dan memberikan inspirasi kepada setiap warga negara yang ingin melakukan penelitian dan riset akademik, baik yang ingin menyelesaikan skripsi, tesis dan desertasi.

Almarhum Abdul Mulku Zahari adalah tokoh dan cendekiawan besar yang pernah dilahirkan oleh negeri Buton, dan karya karyanya telah menjadi inspirasi bagi setiap orang, dan telah dipersembahkan kepada peradaban dan ilmu pengetahuan sebagai kekayaan hasanah kebudayan nusantara, yang miliki oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Jasa Besar Abdul Mulku Zahari telah melahirkan para cendekiawan baru, baik S1, S2, S3 dan Guru Guru Besar di berbagai perguruan Tinggi negeri maupun swasta di dalam negeri dan luar negeri.

Komentar

News Feed