Mendagri Apresiasi Vaksinasi ‘PAKEM SAKTI’, Kajari Buton Ajak Masyarakat Sukseskan Program Pemerintah

Kejari Buton, Ledrik Victor Mesak Takaendengan

Buton

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengapresiasi Vaksinasi ‘PAKEM SAKTI’ yang diinisiasi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Buton, Ledrik Victor Mesak Takaendengan, yang disambut baik oleh Bupati Buton, La Bakry. Kejari Buton dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton pun langsung bekerja sama dalam pelaksanaannya, menggelar Vaksinasi dengan memberikan hadiah kepada masyarakat berupa sepeda motor, sepeda, kulkas, dan hadiah lainnya.

Pemberian hadiah bernilai puluhan juta rupiah ini merupakan salah satu cara untuk lebih mendorong kesadaran masyarakat untuk mau divaksin. Dengan harapan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, betapa pentingnya Vaksinasi ditengah pandemi Covid-19 ini. Bersama-sama menyukseskan program Pemerintah dalam mengatasi, penanganan Covid-19.

Namun disisi lain, rupanya angka capaian Vaksinasi di Buton terbilang rendah, masih dibawah 70 persen. Belum mayotitas masyarakat menyadari betapa pentingnya disuntik Vaksin, bersama-sama membantu Pemerintah dalam upaya melawan Covid-19.

Hal ini mendorong Kajari Buton, Ledrik Victor Mesak Takaendengan, terus mensuport Pemkab Buton, mengajak masyarakat untuk mengikuti program Vaksinasi, secara sukarela. Mengingat betapa pentingnya kesadaran masyarakat dalam hal ini menjadi kunci utama suksesnya program Vaksinasi, baik di daerah, maupun secara nasional.

“Seharusnya masyarakat sekarang ini vaksin dengan sukarela, tidak lagi dengan iming-iming hadiah. Tetapi kami sudah bersepakat bersama pak Bupati dan Forkopimda, pak Kapolres ,dan pak Dandim, kita mendorong para Kepala OPD, Camat, Lurah dan Kades untuk tidak ada tawar menawar lagi. Desember 2021 ini kita capai 70 persen (persentase warga yang divaksin, red),” kata Ledrik, Senin (13/12).

Tantangan terberat di Buton, menurut Ledrik, masyarakat masih lebih percaya hoax dibanding para Tenaga Kesehatan (Nakes) yang tak henti memfasilitasi, menyosialisasikan pentingnya Vaksinasi. Termasuk pula aparat TNI/Polri, yang sudah sangat masif melakukan hal yang sama.

Disampaikan Bupati Buton kepada Mendagri, lanjut Ledrik, pemberian hadiah dalam program Vaksinasi, merupakan upaya untuk mengatasi masih rendahnya kesadaran, kesepahaman masyarakat. Ditengah sulitnya meyakinkan, terlbih mengajak masyarakat untuk divaksin.

“Ini juga yang disampaikan (Bupati Buton kepada Mendagri, red), bahwa kenapa persentase vaksinasi kita begitu rendah, karena ada kendala yang memang dihadapi di lapangan. Karena masyarakat kita masih lebih percaya hoax. Sehingga pak Bupati menyampaikan, bahwa walaupun kita sudah secara maksimal, bahkan dengan memberikan hadiah, memang angkanya bertambah, tetapi secara umum masyarakat juga masih belum dengan sukarela,” urai Ledrik.

Salah satu yang akan dilakukan Pemkab Buton untuk mencapai 70 persen Vaksinasi hingga akhir Desember 2021, adalah kebiijakan. Aparatur Sipil Negara  (ASN) yang tidak vaksin, TPP-nya akan ditahan, atau dengan kata lain ditunda untuk mendapatkan TPP.

Begitu pula masyarakat yang tidak mau divaksin, kata Ledrik, secara administrasi nantinya dimungkinkan akan dikenakan sanksi administratif. Semua merujuk pada Peraturan Pemerintah

“Jadi semua urusan administrasi akan dimintakan kelengkapan vaksinnya. Jadi kalau tidak ada kelengkapan vaksin, maka untuk sementara tidak dapat diproses. Begitupun kepada masyarakat penerima bantuan. Sehingga diharapkan masyarakat sadar pentingnya untuk divaksin.” Jelas Ledrik.

Pendapatnya, yang lebih merugikan nantinya, bila capaian Vaksinasi masih terus mengalami keterlambatan, maka tidak menutup kemungkinan, bantuan-bantuan yang akan dikucurkan Pemerintah pusat ke daerah pun akan menjadi terhambat. Karena Pemerintah pusat pun melihat tingkat Vaksinasi masih rendah.

Disisi lain, Ledrik menambahkan, Bupati Buton sangat konsen menggerakan sektor Pariwisata. Akan menjadi ironis, sebab akan terhambat, dikarenakan wisatawan yang hendak berkunjung ke Buton pun merasa takut, ragu dengan capaian Vaksinasi yang hanya 30 persen.

“Semangat pak Bupati untuk meningkatkan Kepariwisataan dengan ‘Slogan Buton Panggil Pulang’ di 2022. Ini harus didukung semua elemen masyarakat, dengan cara, dengan kesadaran untuk mau menjalani vaksin. Ini butuh dukungan seluruh masyarakat, termasuk rekan-rekan Pers, Ormas, Organisasi Kepemudaan, untuk bisa terus menerus mengkampanyekan mengenai pentingnya Vaksin. Dan perlunya kesadaran bersama kita sukseskan program pemerintah, Vaksinasi sampai akhir tahun bisa mencapai 70 persen,” pungkasnya. (Red)

Komentar