dr Hasrida Hamid
Baubau
Namanya sudah tidak asing lagi dikalangan dokter, insan medis, juga stakeholders bidang kesehatan di Kota Baubau, dr Hasrida Hamid. Seorang yang sangat menjunjung tinggi integritas, serta penuh dedikasi dalam menjalankan profesi.
Dokter ida sapaan akrabnya, pernah dipercaya dua periode sebagai Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Baubau (2012-2015 dan 2015-2019). Pernah menjadi Wakil Ketua sekaligus Ketua Bidang Pengembangan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan (P2KB) ditahun 2019-2023.
Dikenal berpengalaman dalam mengurus rumah tangga IDI Baubau dari zaman ke zaman, dr Ida kini maju sebagai Calon Ketua IDI Baubau. Ia terpanggil untuk menghidupkan kembali marwah organisasi profesi kedokteran, yang selaras dengan kebutuhan, tantangan zaman, dan keinginan para dokter yang bernaung di rumah besar IDI Baubau.
Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini, paham dan ulet dalam mengupayakan keberlangsungan dan keberlanjutan IDI. Mampu berkolaborasi dengan siapapun, serta terampil mengelola kegiatan pengembangan anggota IDI, baik internal maupun ekternal.
Orang Lama dengan Visi Misi Baru
Dokter Ida maju dengan mengusung gagasan “IDI BERDAMPAK” (Bersinergi, Empatik, Responsif, Disiplin, Amanah, Profesional, Akuntabel, dan Kolaboratif). Baginya, IDI Baubau kedepan mesti lebih dirasakan peran dan kehadirannya ditengah-tengah masyarakat.
Oleh karena itu, Ia mengusung Visi “Mewujudkan IDI Baubau yang solid dalam silaturahmi, tertib dalam administrasi, kuat dalam pengabdian, dan berdampak nyata bagi masyarakat”.
Dengan dukungan dari keluarga dan rekan sejawat, dr Ida siap mengemban amanah dan mewakafkan dirinya untuk merangkul semua pihak demi memajukan IDI Baubau.
Dokter Ida merasa perlu hadir dan mengakomodir berbagai keinginan dan kebutuhan anggota IDI, baik dalam keseharian internal organisasi, maupun dalam hal pelayanan kesehatan publik ditempat kerja masing-masing.
IDI harus selalu ada, harus paling depan, bila anggota menghadapi masalah, dan membutuhkan organisasi untuk peduli. Memberikan dukungan, bantuan organisasi, dan advokasi, untuk mengatasi keluh kesah dan hambatan internal.
“Keluh kesah itu seharusnya diobati, bukan diacuhkan. IDI itu satu dan harus bersatu. Satu IDI terus maju,” kata dr Ida, tegas.
Meningkatkan harmonisasi dengan berbagai pihak yang merupakan mitra kerja strategis, Pemkot Baubau, BPJS, Kemenkes, organisasi profesi tenaga kesehatan lainnya. Juga PMI, HIPMI, KADIN, BUMN, Perguruan tinggi, NGO, organisasi sosial, serta stakeholders lainnya, untuk bersama-sama tumbuh dan tidak terabaikan, karena bersama-sama bernaung di Kota Baubau.
“Ibarat saudara ataupun kerabat yang tinggal serumah dengan kita, masa iya kita tidak ajak ngobrol dan sama-sama bicara. Untuk bersama-sama merawat rumah tempat kita tinggal dan bernaung,” ucap dr Ida dengan lembut.
(Redaksi)
















Komentar