oleh

Proyek di Hutan Pinus Samparona Baubau Dikritik

-Baubau, Berita-1.321 views

BAU-BAU

Pekerjaan proyek pavin block di hutan Pinus Samparona menuai kritik dari warga Kota Bau-Bau. Mereka menyuarakan kritik melalui media sosial Facebook.

Postingan akun Desy Desu “Kalau ini samparonah.. yah minimal diberi ruang peresapan nih..”

Postingan Desy Desu ini pun sontak mendapat berbagai tanggapan Facebooker lainnya. Akun Amir Sapuctra menanggapi “Aduh….. tidak bisa bernapas (pohon pinus, red) nanti – perlahan pohon bakal mati donk”

Akun Laode Muhammad Ishaq menanggapi “Amir Sapuctra “iyoe… parah – tidak ada resapan airx – Masluddin Cherlyn iy mmg skalipun tdk disemen, tp sepanjang yg sy tau,

  1. pohon sperti itu butuh resapan air yg cukup/baik
  2. di rabat sampai ke badan batang pohon jg bisa mnghambat prtumbuhan
  3. akar pohon lama2 jg akan merusak pavin
  4. scara estetika desain exterior itu sdh kurang mnarik
    dll – coba browshing desain taman2 yg mnggunakan rabat beton atau pavin. tdk ada yg sampe mnutupi rapat hingga ke batang pohonx – Rahmah Saraswati Ryha info2x katax utk areal parkir kk… tp tdk ada k space yg lain, prasaan di area situ byk skali yg msh free yg pas utk area parkir kk… pertimbanganx salah satu daya tarik samparona adlh pohon2 pinus itu yg mnjd salah satu icon d samparona. jd penataanx hrs lbh dimatangkn lg agar itu bsa mnjadi nilai tambah, bukan malah nilai minus kk” Akun Rahmah Saraswati Ryha menanggapi ” Mungkin mereka pikir, pohon2 itu tidak mau kena becek, debu tanah, makax dipasangi pavin begitu – Biasax yg namax Pavin blok. Hnya d pasang biasa d alas pasir bgian bawahx N tdak pakai semen. Jd kmgkinan Akan ada resapan air” Fanti Frida Yanti menanggapi “Syukurlah jika akan dikembalikan seperti sediakala…

Di banyak negara, betonisasi sdh tdk populer… Hutan mo dibeton (pavin-block), pantai mau dibeton buat menarax tim rescue… Dll… Kan bnyk alternatif utk pengembangan, bukan hny dengan betonisasi…”

Postingan Dedy Desu yang mendapat respon lebih seratus pengguna Facebook juga ditanggapi positif oleh salah seorang anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) bernama akun Muhammad Amsal, yang merespon postingan dari Group FB Wisata Alam Samparona

“Salam Lestari Pengelola Hutan Pinus Samparona.Terkait isu yang beredar tentang foto ini adalah benar berada di Hutan Pinus Samparona. Kami ucapkan terima kasih atas masukan teman teman semua dam Kami Sependapat Bahwa Tidak Semestinya Pola Pembangunan Seperti Ini. Dan Permohonan Maaf Kami Pengelola yang Kurang Pengawasan Atas Pekerjaan tersebut. Sikap Kami Adalah Melakukan Koordinasi Terlebih Dahulu kepada yang terkait pekerjaan atas semua jenis pekerjaan Yang Dilakukan Hutan Pinus Samparona, kemudian Melakukan Pembongkaran Paving Sesuai Dgn Kebutuhan Ruang Gerak Perkembangan Lingkaran Batang Pohon Pinus Tersebut pada Area yang Dimaksud.Terima Kasih dari KamiPengelola Hutan Pinus Samparona.

Juga ada tanggapan dari pengelola obyek wisata Hutan Pinus Samparona

“Terima kasih atas masukannya teman2.. kami dari pihak pengelola secepatnya akan menghubungi kembali konsultan dan akan kami perbaiki secepatnya.. ini juga akan jadi pembelajaran untuk kita pihak pengelola lebih mengawasi lagi ketika ada pekerjaan seperti ini.. karna memang pada tujuan awalnya qt.. mengelola wisata ini untuk menjadi tempat wisata dan edukasi.. kalau untuk lokasi parkiran memang kami yg menunjukan tempat untuk membuat area parkir di stu.. disamping hanya distu area yg pohonnya agak jarang2, sengaja juga di simpan di situ biar tdk menganggu aktifitas lalu lintas petani yg berkebun di sekitar hutan pinus.”

Kasamea.com belum berhasil mengkonfirmasi pihak Dinas Pariwisata Kota Bau-Bau, meminta tanggapan terkait pemasangan pavin block di hutan Pinus Samparona tersebut, yang belakangan menuai sorotan para penikmat, para pegiat wisata.

[RED]

Komentar

News Feed