Sapi Kurban Bantuan Presiden di Baubau dan Nilai Tentang Ikhlas

Sapi kurban

Suasana berbeda tampak di sekitar Masjid Nurussaba’, Kelurahan Lipu, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau, saat serah terima seekor sapi kurban bantuan Presiden Republik Indonesia tahun 2026. Sapi jenis peranakan ongole dengan bobot mencapai 910 kilogram itu langsung menjadi pusat perhatian warga, terutama anak-anak kecil yang berkerumun, ada yang menyentuh, memberikan makanan, ada pula yang hanya sekedar memandanginya.

Panitia pembangunan dan jamaah masjid Nurussaba’ menyaksikan seremoni serah terima sapi kurban bantuan Presiden RI yang diserahkan melalui Pemerintah Kota Baubau dalam hal ini Walikota Yusran Fahim, dan diterima langsung oleh Ketua Panitia Pembangunan Masjid Nurussaba’, Ali Laopa, Rabu 27 Mei 2026.

Sapi kurban bantuan Presiden di Baubau didekati dan disentuh oleh anak-anak
Sapi kurban bantuan Presiden di Baubau didekati dan disentuh oleh anak-anak

 

Tidak sedikit mereka yang hadir ikut mengabadikan momen tersebut, menggunakan telepon genggam, sementara para bocah masih terlihat berani mendekati sapi sambil sesekali mengelus bagian kepala dan lehernya. Bagi mereka, kehadiran sapi kurban berukuran jumbo tersebut bukan sekadar bagian dari ritual Idul Adha, melainkan juga menjadi pengalaman langka yang menarik dan menghibur.

Sapi kurban ini milik peternak Choirul Arifin dari Desa Katangana, Kecamatan Tiworo Selatan, Kabupaten Muna Barat. Sapi berwarna putih kecoklatan tersebut memiliki postur yang sangat besar dan terawat, tak heran bila dibeli dengan nilai penawaran mencapai Rp120 juta.

Walikota Yusran Fahim, mengatakan, bantuan sapi kurban Presiden RI merupakan wujud perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat daerah. Menurutnya, momentum Idul Adha tidak hanya bermakna ibadah, tetapi juga menumbuhkan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah kehidupan masyarakat.

“Pemerintah Kota Baubau menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia bapak Presiden Subianto atas bantuan sapi kurban ini. Semoga memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi bagian dari penguatan silaturahmi serta semangat berbagi di hari raya Idul Adha,” ujarnya.

Sementara itu, pengurus Masjid Nurussaba’ menyambut penyerahan sapi kurban tersebut dengan penuh syukur. Warga sekitar juga terlibat dalam persiapan menjelang penyembelihan, mulai dari menata lokasi, menyiapkan peralatan, hingga memastikan proses distribusi daging kurban dapat berjalan tertib dan merata.

Sebelumnya, tim dinas terkait juga telah melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh untuk memastikan kondisi sapi dalam keadaan sehat dan memenuhi persyaratan veteriner. Penanggung jawab teknis, drh Jusriati, memastikan pemeriksaan dilakukan mulai dari kondisi fisik, pola makan, hingga kelayakan hewan untuk disembelih.

Masih dihari yang sama, menjelang waktu penyembelihan, suasana di sekitar masjid masih dipenuhi rasa penasaran warga. Anak-anak yang sejak awal akrab dengan sapi tersebut tampak masih membersamai melihat langsung hewan kurban itu. Beberapa orang dewasa memberikan pemahaman kepada mereka tentang makna pengorbanan, keikhlasan, dan berbagi dalam Idul Adha.

Bagi umat Islam, ibadah kurban bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan peristiwa yang memiliki akar sejarah panjang dalam perjalanan dakwah Nabi Ibrahim Alaihissalam dan keluarganya. Kisah itu bermula ketika Nabi Ibrahim mendapat perintah dari Allah Subhanahu Wa ta’ala melalui mimpi untuk mengorbankan putranya, Nabi Ismail Alaihissalam.

Dengan penuh ketundukan dan keikhlasan, Nabi Ibrahim menyampaikan perintah tersebut kepada putranya. Dan diluar dugaan, Nabi Ismail menerima perintah itu dengan penuh kesabaran dan kepatuhan, sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

Namun, ketika pengorbanan itu hendak dilaksanakan, Allah SWT menggantikan Nabi Ismail dengan seekor hewan sembelihan. Peristiwa tersebut kemudian menjadi simbol tentang ketakwaan, keikhlasan, dan kesediaan manusia mengorbankan kepentingan pribadi demi menjalankan perintah Allah SWT.

Nilai itulah yang terus hidup dalam perayaan Idul Adha hingga saat ini 1447 Hijriah, termasuk dalam suasana kebersamaan warga di Masjid Nurussaba’.

Istimewanya, penyerahan sapi kurban bantuan Presiden RI di Kota Baubau tidak hanya menjadi seremoni formalitas semata. Lebih dari itu, momen ini menjadi ruang kebersamaan warga, tempat anak-anak belajar tentang nilai ikhlas, keagamaan, dan sosial, sekaligus menghadirkan suasana Idul Adha yang hangat di tengah masyarakat.

(Redaksi)

Komentar