Baubau
Anggota DPRD Sultra, Fajar Ishak Daeng Jaya, melaksanakan reses masa sidang pertama tahun 2026. Di Kota Baubau, legislator dua periode ini merespon serius seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat, mulai dari kelompok tani, kelompok nelayan, hingga kelompok pemuda kreatif.
Fajar mengatakan, masyarakat sangat antusias menyampaikan aspirasi yang memang sangat mereka butuhkan. Dari keseluruhan aspirasi, akan dipilah-pilah sesuai skala prioritas, dan kemudian diteruskan ke pemerintah provinsi, untuk menjadi skala prioritas. Harapannya keseluruhan aspirasi yang bersifat prioritas, dapat terakomodir, sesuai ketersediaan anggaran dan kewenangan pemerintah provinsi.
“Dari kewenangan pemerintah provinsi itulah yang kemudian kita buat skala prioritasnya, untuk menentukan yang mana yang lebih didahulukan, pada anggaran 2027,” katanya.

Di Kelurahan Labalawa Kecamatan Betoambari, Fajar menginput permintaan warga yang membutuhkan sumur bor untuk lahan pertanian, juga sumur bor untuk kepentingan pemukiman warga, yang selama ini tak cukup hanya mengandalkan air bersih yang disuplai PDAM seminggu sekali. Warga juga meminta perbaikan jalan, kultivator, pengadaan bibit alpukat dan klengkeng.
Fajar juga reses di Kelurahan Bataraguru Kecamatan Wolio, dimana warga meminta perbaikan tanggul yang telah roboh di wilayah Tomba-Bataruguru, untuk mengantisipasi banjir.
Di Kelurahan Waruruma Kecamatan Kokalukuna, warga menyampaikan butuh bantuan alat penangkap ikan juga perahu. Ada pula yang membutuhkan peralatan pertanian seperti cultivator, hand sprayer, juga pengering padi kapasitas 5 ton.
“Pengering padi penting bagi mereka, karena musim hujan padi tidak bisa kering dan akhirnya rusak. Dan kualitas beras menurun, karena ketiadaan alat pengering,” ujarnya.
Fajar juga merespon aspirasi penenun di Waruruma, yang meminta bantuan alat tenun dan benang. Ibu-ibu juga membutuhkan modal UMKM, dan hal ini sejalan dengan visi misi Gubernur Sultra, yang juga menaruh perhatian pada pengembangan UMKM.
Fajar berpendapat bahwa arah pemberdayaan harus sesuai dengan kemampuan/keterampilan yang dimiliki masyarakat. Kepada kelompok pemuda kreatif, Fajar menyarankan agar mengajukan proposal peralatan/perlengkapan kreativitas.
“ Apakah untuk kreasi sablon atau kreasi konten kreator. Nah mereka boleh mengajukan proposal ke pak Gubernur, nanti kami yang fasilitasi,” pungkasnya. (Redaksi)









Komentar