oleh

Wacana Kudeta Ketua HMI Baubau?

BAU-BAU

Bergulir wacana Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Baubau La Ode Rizki terancam dilengserkan dari jabatannya. Gerakan kudeta ini lahir karena Rizki dinilai gagal mengemban amanah sebagai nahkoda.

Darwin selaku Ketua Bidang Pembinaan Anggota menguraikan, setelah dua tahun berjalan kepengurusan HMI Cabang Baubau dibawah kepemimpinan Rizki, tak ada tanda tanda perbaikan dan penguatan struktural secara kelembagaan ditingkat bawah, yakni Komisariat. Menurutnya, dari 13 Komisariat yang ada, hanya dua Komisariat yang mengantongi Surat Keputusan (SK).

Selama dua tahun berjalan ini pula kata Darwin, Rizki tak pernah memfasilitasi rapat anggota Komisariat, dengan alasan tidak seideologi dengan Rizki, dan Kepala Bidang PAO. Lebih lanjut Darwin menyontohkan, dua tahun masa jabatan, Sekretaris HMI Cabang Baubau merangkap jabatan sebagai Ketua Komisariat Trisula. Begitu pula, Kepala Bidang Kesekretariatan yang merangkap jabatan sebagai Ketua Komisariat Unidayan.

“Lebih mengherankan lagi, Komisariat STAI sudah melaksanakan rapat anggota Komisariat, tetapi tidak mendapatkan SK dari Pengurus Cabang,” bebernya.

Oleh sebab itu, Darwin mengajak seluruh kader HMI Cabang Baubau segera berkonsolidasi, guna percepatan Konferensi Cabang.

Darwin juga menyinggung, etika kader yang kian merosot, disebabkan, pengurus HMI Cabang Baubau saat ini gagal melakukan pembinaan etika. Dan juga, adanya kegiatan Basic Training yang baru dibuka semalam, Kamis 12 Desember 2019, disebabkan tidak adilnya pengkaderan oleh Pengurus HMI Cabang Baubau. “

“Baru baru ini juga ada kader bernama Kusuma Yakusa memfitnah saya, Ardi Wabula, dan La Ode Daniel telah menjual kasus pemukulan anggota HMI (memanfaatkan kasus untuk mendapatkan keuntungan, red). Kami menilai ada rekayasa dan pembunuhan karakter yang coba dilakukan segelintir pengurus HMI Cabang Baubau. Sebagaimana kita ketahui bahwa kanda Ardi Wabula ini akan bertarung dalam Kongres, dan saya secara pribadi juga berniat maju menjadi kandidat Calon Ketua HMI Cabang Baubau,” urainya.

Rupanya Darwin tidak main-main dengan penegasannya. Ia siap mundur, bila Konferensi Cabang tak segera digelar.

Terpisah, Kepala Bidang PAO HMI Cabang Baubau Syamril membantah tudingan Darwin, yang menurutnya sarat dengan kebohongan, dan terkesan bermuatan kepentingan.

Ia menuding, Darwin diduga membuat rusuh di arena Basic Training. Kata dia, sangat tidak etis bila ada seorang Ketua Bidang, atau seorang senior HMI Cabang Baubau melakukan hal-hal yang anarkis, atau tidak menghargai Basic Training yang merupakan forum pengkaderan HMI.

“Diduga setelah membuat rusuh, Darwin justru membuat status di media sosial dengan bilang bahwa tugas pertama selesai. Jadi seolah-olah ini ada skema untuk melakukan hal-hal yang tidak benar di Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Baubau,” tudingnya.

Syamril pun membeberkan, Darwin sebagai Kepala Bidang Pembinaan Anggota juga pernah diberi amanah untuk menjadi penanggung jawab Intermediate Training (LK II), akan tetapi Darwin dinilai gagal. Bahkan, Syamril menyebut Darwin salah satu pengurus HMI Cabang Baubau yang masuk kategori tidak begitu aktif.

“Soal postingan akun palsu KS, Ketua pun (La Ode Rizki, red) pernah difitnah oleh akun berinisial KS itu dengan sangat kasar. Jadi itu akun dalam waktu dekat akan kami laporkan kepada pihak yang berwajib,” tegasnya.

Syamril meluruskan, dua Komisariat yang memiliki SK Kepengurusan, menurutnya amat keliru.

“Kepengurusan, dan masa jabatan Ketua La Ode Rizki sampai saat ini belum cukup 2 tahun seperti yang disebut oleh saudara Darwin,” jelasnya.

Syamril mengajak agar kader HMI, khususnya Kepengurusan Cabang Baubau tetap mengedepankan etika, dan tidak memasukan kepentingan atau konflik apapun dalam ranah pengkaderan.

“Kami tetap apresiasi niatan saudara Darwin untuk maju bertarung dalam forum Konfercab. Tetapi jangan begitu caranya. Ranah pengkaderan di HMI tidak boleh dijadikan sebagai ruang untuk menunjukan ke Publik bahwa kita ingin berkuasa,” bijaknya.

[RED]

Komentar

News Feed