Tujuh CPNS Baubau Jalani Orientasi
Tujuh orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mengikuti Orientasi Aparatur Sipil Negara (ASN) CPNS Pemerintah Kota Baubau, Formasi Kedinasan. Kegiatan ini digelar Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Baubau, Selasa 2 Mei 2026.
Orientasi dirangkaikan dengan penguatan kompetensi bidang tugas, sebagai bagian penting dari rangkaian masa prajabatan yang wajib diikuti CPNS sebagai syarat menuju pengangkatan penuh menjadi ASN. Program ini bertujuan membekali para CPNS dengan pemahaman teknis, etika birokrasi, serta kemampuan menjalankan tugas sesuai kebutuhan organisasi perangkat daerah (OPD) tempat mereka bertugas.

Orientasi dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu, didampingi Kepala BKPSDM Kota Baubau, Wa Ode Muhibah, dan Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Baubau, Sitti Munawar, di meeting room kantor Walikota Baubau.

Kepala Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan BKPSDM Baubau, La Ode Abdul Rachman, mengatakan, pada tahun ini terdapat tujuh CPNS lulusan sekolah kedinasan yang mengikuti tahapan orientasi dan pelatihan prajabatan. Mereka terdiri atas satu orang lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan enam orang lulusan Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD).
“Setiap CPNS wajib menjalani masa prajabatan selama satu tahun sesuai ketentuan yang berlaku. Salah satu tahapan utama dalam proses tersebut adalah pelatihan prajabatan yang berlangsung selama tiga bulan, dan diisi berbagai kegiatan pembelajaran serta penguatan kapasitas aparatur,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, kata Abdul Rachman, kegiatan orientasi yang sedang berlangsung menjadi salah satu komponen penilaian resmi yang akan diakumulasi dalam proses pelatihan prajabatan. Hasil penilaian tersebut nantinya menjadi bagian dari evaluasi yang menentukan kelulusan peserta sebagai syarat pengangkatan menjadi PNS secara penuh.
BKPSDM Kota Baubau juga memastikan para CPNS sekolah kedinasan tersebut telah memperoleh penempatan tugas sesuai kebutuhan formasi dan jabatan yang tersedia di lingkungan Pemerintah Kota Baubau. Penempatan tersebut dilakukan untuk memastikan kompetensi yang dimiliki lulusan sekolah kedinasan dapat dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung pelayanan publik dan kinerja pemerintahan daerah.
“Dengan demikian, para CPNS dapat langsung beradaptasi dengan tugas dan fungsi masing-masing sejak awal masa pengabdian,” katanya.
Abdul Rachman menambahkan,
setelah mengikuti orientasi dan penguatan kompetensi, para CPNS dijadwalkan memasuki tahapan akhir masa prajabatan pada pekan ketiga hingga pekan keempat bulan ini. Dalam tahap tersebut, peserta akan menjalani proses pembelajaran lanjutan selama satu bulan, sebelum mengikuti ujian atau evaluasi akhir.
“Seluruh hasil kegiatan akan dilaporkan kepada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi sebagai bagian dari akumulasi nilai pelatihan prajabatan. Nilai tersebut menjadi salah satu dasar pertimbangan dalam proses pengangkatan CPNS menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) 100 persen, sekaligus memastikan lahirnya ASN yang profesional, kompeten, dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.









Komentar