KKN PPM UGM 2026 Berdayakan Dua Desa di Buton Selatan
Sebanyak 30 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Tim KKN-PPM “Cahea Busel” resmi memulai pengabdian masyarakat di Desa Gaya Baru, Kecamatan Lapandewa, dan Desa Gerak Makmur, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara. Selama 50 hari, para mahasiswa akan menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal sebagai bagian dari KKN-PPM UGM 2026.
Usung Pendekatan Multisektoral
Tim KKN-PPM UGM 2026 berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Nur Rokhman, S.Si., M.Kom. Mereka mengangkat tema “Pendekatan Multisektoral dalam Optimalisasi Potensi Maritim dan Sumber Daya Lokal sebagai Pilar Utama Pembangunan Berkelanjutan di Desa Gaya Baru dan Gerak Makmur.” Tema tersebut menjadi landasan seluruh program kerja yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian.
Menurut Dr. Nur Rokhman, kehadiran mahasiswa di Buton Selatan bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik, melainkan menjadi agen perubahan yang mampu mengidentifikasi potensi daerah sekaligus mempercepat pengembangannya. Ia menilai pengalaman tersebut juga akan membentuk kepekaan sosial, budaya, dan kemampuan mahasiswa dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Kolaborasi Lintas Disiplin
Program KKN-PPM UGM 2026 melibatkan mahasiswa dari berbagai rumpun ilmu, mulai dari Sosial Humaniora, Sains dan Teknologi, Medika, hingga Agro. Kolaborasi lintas disiplin tersebut diarahkan untuk mendukung pembangunan desa melalui penguatan sektor pemerintahan, pendidikan, kesehatan, pariwisata, infrastruktur, dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pendekatan multidisiplin diharapkan mampu menghasilkan solusi yang lebih komprehensif terhadap berbagai tantangan pembangunan desa, sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan.
Blue Coast Eco Festival Jadi Program Unggulan
Salah satu program unggulan Tim Cahea Busel adalah Blue Coast Eco Festival: Gelora Pesisir Menuju Sail to Indonesia 2026. Festival tersebut dirancang untuk mengintegrasikan potensi budaya, UMKM, dan pariwisata berbasis kawasan pesisir melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dan generasi muda.
Program ini diproyeksikan menjadi bagian dari persiapan menuju Sail to Indonesia 2026, sehingga diharapkan mampu meningkatkan eksposur Buton Selatan di tingkat nasional maupun internasional. Selain mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, festival tersebut juga mengedepankan pelestarian budaya lokal yang dipadukan dengan inovasi teknologi.
Wujud Pengabdian dan Pembelajaran
Nama “Cahea Busel” mencerminkan semangat tim untuk menjadi cahaya yang membawa harapan bagi masyarakat Buton Selatan. Melalui pengabdian selama hampir dua bulan, mahasiswa diharapkan mampu membantu mengoptimalkan berbagai potensi daerah, sekaligus memperoleh pengalaman nyata dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat.
KKN-PPM UGM 2026 tidak hanya menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga diharapkan menghasilkan dampak berkelanjutan bagi masyarakat Desa Gaya Baru dan Desa Gerak Makmur, melalui kolaborasi, inovasi, serta pemberdayaan berbasis potensi lokal.









Komentar