AA LaNyalla Mahmud Mattaliti
Kasamea.com
Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) AA LaNyalla Mahmud Mattaliti meminta agar pelaksanaan Musyawarah Nasional Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Munas Kadin) ke- VIII ditunda. Penegasan ini cukup beralasan, mengingat potensi terciptanya cluster baru penyebaran corona virus disease 2019 (covid-19) akibat keramaian, kerumunan yang ditimbulkan dalam sebuah perhelatan Munas Organisasi sebesar Kadin.
Dalam momentum Munas yang rencananya digelar 30 Juni 2021 ini, nantinya, diperkirakan akan dihadiri ratusan orang perwakilan Kadin dari Ibukota Jakarta, juga seluruh Nusantara, yang akan meramaikan ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
LaNyalla mengingatkan, saat ini angka positif covid-19 melonjak, sehingga potensi keramaian, kerumunan sulit dicegah, atau dihindari.
“Ini covid masih tinggi jangan dipaksakan, kasian daerah. Kalau daerah itu nurut aja disuruh melaksanakan, iya. Tapi kita yang dari pusat ini jangan bawa penyakit disini lah. Disini sudah nol, kasian kasian daerah,” tegas LaNyalla, diwawancara usai penganugerahan gelar kehormatan adat dan budaya Kesultanan Buton, di dalam kawasan benteng Kesultanan Buton, Kota Baubau, Kamis (17/6).
Disini LaNyalla juga menyatakan, dalam Munas kali ini, dukungannya kepada Anindya Bakrie sebagai Ketua Kadin, sebab pertimbangan persyaratan calon Ketua Kadin.
“Kalau saya melihat pimpinan Kadin yang pantas itu ya Anindya Bakri, siapa lagi. Arsjad inikan masih baru, baru dua tahun jadi pengurus, persyaratannya itu harus empat tahun jadi pengurus, kalau dia tidak sesuai persyaratan ya nggak mungkin lolos lah,” pungkasnya.
[Red]









Komentar