AKBP Noer Alam Terpilih Jadi Ketua Perbakin Baubau
Baubau
Kapolres Baubau AKBP Noer Alam SIK resmi terpilih sebagai Ketua Umum Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Kota Baubau periode 2026 – 2030. Keputusan tersebut ditetapkan secara aklamasi dalam Musyawarah Kota (Muskot) Pengurus Daerah Perbakin Kota Baubau yang dihadiri oleh jajaran komite olahraga, dinas terkait, serta perwakilan klub menembak setempat, Sabtu (5/9/2026).
Hasil Musyawarah Kota Perbakin Baubau 2026
Caretaker Ketua Umum Perbakin Kota Baubau, AKBP (Purn) Jupri menyatakan bahwa agenda utama dari Muskot ini adalah meregenerasi kepengurusan demi keberlanjutan roda organisasi. Kehadiran figur pimpinan baru diharapkan mampu membawa angin segar bagi pembinaan atlet menembak di Baubau.
“Sesuai dengan hasil musyawarah, sudah terpilih Bapak Kapolres Baubau selaku Ketua Umum Perbakin Kota Baubau untuk periode masa bakti 2026-2030,” ujar AKBP (Purn) Jupri, usai kegiatan.
Acara yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh unsur KONI Kota Baubau, unsur Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadis Dikpora) Kota Baubau, serta pengurus dan anggota dari masing-masing klub menembak se-Kota Baubau.

Raihan Prestasi Gemilang Periode Sebelumnya
Cabang olahraga menembak di bawah naungan Perbakin Baubau memiliki rekam jejak prestasi yang cukup diperhitungkan di tingkat regional. Pada periode kepengurusan sebelumnya (2022–2025), Perbakin sukses menempatkan diri di jajaran elite olahraga Kota Baubau.
Jupri memaparkan, pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sultra XIV yang digelar di Baubau dan Buton, Perbakin Baubau berhasil menduduki urutan kedua penyumbang medali terbanyak dari total 24 cabang olahraga.
“Alhamdulillah, dari Perbakin Kota Baubau itu memperoleh jumlah medali urutan kedua terbanyak dengan total raihan 26 medali emas,” kata Jupri mengenang pencapaian periode lalu.
Tantangan Anggaran dan Kebutuhan Senjata Tanding
Meskipun memiliki potensi prestasi yang besar, kepengurusan baru di bawah komando AKBP Noer Alam dihadapkan pada tantangan klasik olahraga menembak, yakni tingginya biaya pengadaan alat utama tanding. Perbakin Baubau saat ini masih mengeluhkan keterbatasan fasilitas senjata.
Menghadapi Porprov selanjutnya yang akan digelar di Kota Kendari, Perbakin berharap ada intervensi anggaran dari pemerintah daerah melalui KONI guna mendukung ketersediaan alat kelengkapan latihan-tanding atlet, baik untuk kategori senjata api maupun senapan angin.
“Olahraga ini membutuhkan anggaran besar khususnya di peralatan tanding atlet seperti senjata. Kami masih kekurangan alat dan prasarana. Kami berharap adanya dukungan nyata dari pemerintah kota terkait pengadaan sarana ini demi mendongkrak prestasi atlet,” tutur Jupri.
Selama ini, operasional kejuaraan mengandalkan alokasi dari dana hibah pemerintah melalui KONI yang didistribusikan ke setiap cabang olahraga sesuai kebutuhan.
Rencana Pengajuan Pinjam Pakai Gedung Latihan Indoor
Selain masalah peralatan, ketersediaan fasilitas latihan yang representatif dan aman juga menjadi evaluasi krusial bagi kepengurusan periode 2026–2030. Tempat latihan mandiri yang digunakan sebelumnya dinilai sudah tidak layak dan berisiko bagi keselamatan atlet karena kondisi bangunan yang mulai rusak.
Untuk latihan kategori senjata api jarak 50 meter, Perbakin Baubau sejauh ini masih mengandalkan sinergi dan koordinasi dengan Kompi 725/Woroagi di Kaisabu. Namun, untuk fasilitas latihan indoor jarak 10 meter, organisasi masih belum memiliki tempat tetap.
“Faktor keamanan dan keselamatan atlet adalah yang utama. Kami berupaya berkoordinasi dengan pemerintah kota untuk memanfaatkan gedung atau ruangan aset daerah yang saat ini tidak difungsikan. Kami akan bersurat resmi mengajukan permohonan pinjam pakai,” pungkas Jupri.
Sembari menunggu respons dari pemerintah kota, para atlet untuk sementara waktu akan memaksimalkan fasilitas yang ada, agar intensitas latihan menjelang kejuaraan regional tidak terputus.









Komentar