oleh

Bamsoet Tebar Optimisme “Indonesia Melompat Lebih Tinggi”

Kalimantan Selatan

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menegaskan, diakhir masa bakti periode 2014-2019, DPR RI dan Pemerintah sepakat untuk tidak hanya meninggalkan legacy berupa pembangunan fisik, seperti infrastruktur, akan tetapi, juga bertekad meninggalkan legacy pembangunan sumber daya manusia yang tangguh. Ini kata Bamsoet, sebagai titik pijak Indonesia melompat lebih tinggi.

Menurutnya, meskipun ada dinamika, namun kerjasama Pemerintah dengan DPR RI tetap terjalin baik. Periode awal 2014-2015 fokus melakukan penguatan pondasi kebangsaan, 2016 percepatan pembangunan, 2017 fokus pada pemerataan pembangunan, dan 2018-2019 ini DPR RI dan Pemerintah sepakat membangun sumber daya manusia.

Legislator Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen ini memaparkan, pembangunan sumber daya manusia sangat penting untuk melengkapi pembangunan infrastruktur yang sudah dijalankan dari Sabang sampai Merauke. Kata dia, tiga sektor utama yang menunjang pembangunan sumber daya manusia, yakni; pendidikan, kesehatan dan perlindungan sosial. 

DPR RI sesuai tugas dan fungsi dibidang anggaran, telah menaikan anggaran ketiga sektor tersebut. Didalamnya ada peran 51 anggota SOKSI dari 91 anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar.

“Anggaran sektor pendidikan dinaikan dari Rp 444,1 triliun di APBN 2018 menjadi Rp 492,5 triliun di APBN 2019. Sektor kesehatan dari Rp 111 triliun di APBN 2018 menjadi Rp 123,1 triliun di APBN 2019, dan sektor perlindungan sosial dari Rp 161,5 triliun di APBN 2018 menjadi Rp 200,8 triliun di APBN 2019,” urainya.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menuturkan, besarnya anggaran yang digelontorkan keberbagai pos Kementerian dan Lembaga tersebut harus diawasi bersama. DPR RI tak bisa sendirian dalam menjalankan tugas dan fungsi dibidang pengawasan. Menurutnya, butuh partisipasi dari berbagai kalangan, termasuk organisasi kemasyarakatan seperti SOKSI.

Lebih jauh Wakil Ketua Umum SOKSI ini menambahkan, SOKSI tak hanya bisa berperan mengawasi jalannya roda pemerintahan ditingkat pusat. Pengurus SOKSI yang berada di berbagai kabupaten/kota hingga provinsi, seperti di Kalimantan Selatan, juga bisa menjadi mitra kerja aktif pemerintah daerah setempat.

“Otonomi daerah memberikan berbagai kewenangan kepada pemerintah daerah untuk mengurus daerahnya, sesuai dengan aspirasi masyarakat setempat. Dukungan dan partisipasi organisasi masyarakat seperti SOKSI akan membuat proses check and balances semakin menguat. Sehingga, mudah untuk mewujudkan good and clean governance,” kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini melihat Kalimantan Selatan punya banyak potensi yang bisa dikembangkan. Tak hanya melalui tambang, seperti minyak bumi, intan, platina, batu bara, emas, biji besi dan nikel. Namun juga ada keanekaragaman seni serta budaya, didukung eksotisme alam yang luar biasa.

“Semuanya bisa semakin dikembangkan jika didukung sumber daya manusia yang memiliki ketrampilan, profesional dan produktif. Disinilah peran dan kontribusi SOKSI dibutuhkan,” tutur Bamsoet.

Untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, khususnya yang ada pada angkatan kerja, Wakil Ketua Umum KADIN ini mendukung langkah Presiden Joko Widodo, melalui Kementerian Ketenagakerjaan membuat seribu Balai Latihan Kerja (BLK) berbasis komunitas, seperti di pondok pesantren maupun komunitas lainnya.

SOKSI Kalimantan Selatan dan pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bisa bersinergi memanfaatkan program tersebut, untuk meningkatkan keterampilan angkatan kerja di Kalimantan Selatan.

“Program ini sebagai pengejawantahan dari amanat konstitusi UUD 1945 yang menjamin hak, kesempatan, dan perlindungan bagi setiap warga negara untuk memperoleh pekerjaan dan penghasilan yang layak. Baik didalam maupun diluar negeri sesuai keahlian, ketrampilan, bakat, minat, dan kemampuan,” urainya.

Tak hanya fokus kepada masalah ketenagakerjaan, Dewan Pakar KAHMI ini tak hentinya mengingatkan, tahun ini bangsa Indonesia sedang mengalami ujian yang luar biasa. Penyelenggaraan Pemilu 2019 yang sudah didepan mata hampir menguras energi semua pihak.

“Jangan sampai berbagai capaian yang telah kita torehkan sebagai bangsa yang beradab menjadi luluh lantah akibat kampanye politik yang saling menjatuhkan. Sikut sana sini hanya demi ambisi kekuasaan. Ini tidak boleh terjadi,” tegas Bamsoet, saat pelantikan Dewan Pimpinan Daerah Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Depidar SOKSI) Kalimantan Selatan periode 2019-2024, di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Selasa (05/03/19).

Hadir dalam acara tersebut Gubernur Kalimantan Selatan sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, Walikota Banjar Baru sekaligus Ketua Depidar SOKSI Kalimantan Selatan Nadjmi Adhani, Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Heri Purnama, Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun dan Anggota Komisi XI DPR RI Ahmadi Noor Supit.

~ vonizz report ~

Komentar

News Feed